Minggu, 25 Desember 2016

1947 (seri federal II)

Seri Federal II bertanggal 1 Desember 1947, terdiri dari 2 pecahan kecil yaitu 10 sen dan 25 sen. Kedua pecahan ini berbeda dari seri-seri federal lainnya cetakan De Javasche Bank karena tercantum kata INDONESIA untuk pertama kalinya.


PECAHAN 10 sen
Berwarna hijau di bagian depan dengan corak flora dan pohon kelapa berwarna merah di bagian belakang. Harga perlembar sekitar Rp. 20.000,- UNC.


Pecahan 10 sen 1947



PECAHAN 25 sen

Corak flora berwarna coklat di bagian depan dan hijau di bagian belakang. Harga sama dengan pecahan 10 sen sekitar Rp. 20.000,- perlembar UNC


Pecahan 25 sen 1947

Kedua pecahan ini relatif murah dan mudah didapatkan, sehingga tidak ada kesulitan bagi para pemula untuk mengoleksinya dalam kondisi UNC.
Versi unissued
Selain versi beredarnya, ternyata juga terdapat versi unissued nya (tidak beredar) dan terdiri dari 4 pecahan uniface (satu sisi saja, sisi belakangnya kosong) yang diperkirakan dibuat pada tahun 1946-1947. Pecahan tersebut adalah 1 sen, 5 sen, 10 sen dan 25 sen


Versi unissued ini tidak tercantum di dalam katalog manapun, sangat-sangat langka sehingga mempunyai harga jual yang sangat tinggi. Harga terakhir sekitar Rp. 40 juta per set!! Sangat jarang kolektor yang memiliki seri ini secara lengkap.

Pecahan 1,5,10 dan 25 sen unissued 1946/1947, gambar diambil atas izin Rob Huisman http://www.uang-kertas.com/



Kritik dan saran hubungi : arifindr@gmail.com
Sumber:
KUKU, Pick
www.uang-kertas.com

2 komentar:

Matthew mengatakan...

This money was first issued by the NICA (Dutch) in 1947, with the 5 sen and 10 sen coins made from silver, it didn't make sense in the wartime inflationary environment to be issuing silver coins. The Indonesians continued to print these notes until they had enough 5 sen and 10 sen coins (which were made of aluminium) from 1950 until 1952.

So this money could either come from the Netherland Indies OR the Indonesian government - there is no way to tell on any individual note.

On the other hand the uniface specimens you show should definitely fit only into a Netherland Indies or combined Netherland Indies and Indonesian collection.

Matthew mengatakan...

the 1 sen, 5 sen, 10 sen and 25 sen are fakes or possibly fantasies:

link