Selasa, 20 November 2012

1961 - 1964

Selama periode tahun 1961 s/d 1964 dicetak banyak sekali jenis uang kertas yang terdiri dari berbagai pecahan dari terkecil sampai terbesar. Hampir semua pecahan yang berasal dari periode ini mempunyai nilai jual yang rendah kecuali satu dua jenis yang mempunyai harga agak lumayan.



Seri sandang pangan 1961
Terdiri dari pecahan satu dan dua setengah rupiah.
Mempunyai gambar dan corak yang sama dengan terbitan 1960, sangat mudah ditemukan dan bernilai jual sekitar Rp. 500 s/d Rp.5000 perlembar.






Seri pekerja tangan 1963
Terdiri dari pecahan 10 rupiah, bergambar pemahat kayu yang mirip dengan emisi 1958. Berharga jual sekitar Rp. 1000 s/d Rp. 5000 perlembarnya.



Seri sukarelawan 1964
Terdiri dari pecahan 1, 5, 10, 25 dan 50 sen
Sangat mudah ditemukan dan mempunyai nilai jual terendah dari semua uang kertas Indonesia. Berharga jual sekitar Rp. 100 s/d Rp. 500 perlembarnya.





Seri pekerja tangan 1964


Terdiri dari pecahan 25, 50, 100 merah, 100 biru, 10000 merah, 10000 hijau dan 10000 rupiah garuda.


Pecahan 25 rupiah
Sangat mirip dengan emisi tahun 1958 tetapi berbeda tanda tangan dan tampak lambang burung garuda di sebelah kanan. Berharga jual sekitar Rp. 5000 perlembar UNC.
.



Pecahan 50 rupiah
Juga mempunyai corak yang mirip dengan emisi 1958 kecuali adanya gambar burung garuda di sisi kanan dan tanda tangan yang berbeda. Harga jual sekitar Rp. 5000 perlembar.





Pecahan 100 rupiah merah
Sangat mirip dengan emisi tahun 1958, tetapi pada emisi 1964 mempunyai tiga varisi nomor seri. Yaitu P.T. Pertjetakan Kebajoran tipe bold type, new gothic dan serief. Harga ketiga variasi sama yaitu sekitar Rp. 10.000 perlembar UNC.




Pecahan 100 rupiah biru

Mempunyai gambar yang sama dengan yang berwarna merah tetapi tidak memiliki tanda air. Berharga jual sekitar Rp. 50.000 perlembar UNC.




Pecahan 10.000 rupiah merah

Semua pecahan 10.000 rupiah mempunyai corak dan bentuk yang sama tetapi memiliki warna dan tanda air yang berbeda.
Pecahan 10.000 rupiah merah ini memiliki tanda air kepala banteng dan berharga jual sekitar Rp.20.000 s/d Rp. 400.000 rupiah perlembar. Kondisi UNC nya cukup sulit ditemukan.





Pecahan 10.000 rupiah hijau


Bergambar mirip dengan yang berwarna merah tetapi bernilai jual jauh lebih rendah. Harga berkisar dari Rp.10.000 untuk kondisi fine s/d Rp. 100.000 perlembar untuk kondisi UNC.




Pecahan 10.000 rupiah garuda

Disebut demikian karena terlihat lambang negara kita burung garuda yang dicetak di sisi kanan.
Terdiri dari dua variasi tanda air: Pertama, barisan garuda di bagian tengah dan yang kedua adalah barisan garuda di sisi kanan dan kiri uang. Mirip seperti pecahan 5000 rupiah coklat tahun 1958. Keduanya berharga jual sekitar Rp.25.000 s/d Rp. 250.000 perlembar. Bila UNC harga bisa mencapai 400 ribu perlembar.


Sukarno 1964
Selain pecahan-pecahan yang disebut di atas, beredar secara luas di masyarakat sejumlah bentuk pecahan bergambar Sukarno. Ada yang memiliki nominal 100 rupiah, 1000 rupiah, 5000 rupiah ataupun 10.000 rupiah. Bentuk, warna dan ukurannyapun bermacam-macam, memiliki watermark, benang pengaman serta tulisan-tulisan tertentu dan bila diletakkan di telapak tangan dapat menggulung sendiri. Pecahan-pecahan ini bukanlah pecahan yang resmi dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah, beredar luas sampai ke pelosok tanah air dan dengan mudah ditemukan di seluruh kaki lima di Indonesia. Banyak sekali pemilik pecahan ini yang menganggapnya memiliki kekuatan mistis, dan ditawarkan dengan harga 'super tinggi' bahkan ada yang hanya bersedia bila ditukar dengan mobil. Padahal pecahan ini diperdagangkan di kaki lima hanya dengan harga sekitar 10-20 ribuan rupiah saja perlembarnya. Untuk gambar dan penjelasan lengkapnya silahkan lihat di bagian 1960 (Seri Sukarno).
.
.
Kesimpulan seri 1961-1964

1. Terdiri dari pecahan terkecil (sen) s/d terbesar (10.000 rupiah)
2. Mudah didapat, bernilai rendah dan tidak terdapat banyak variasi.
3. Termahal adalah pecahan 10.000 merah, disusul oleh 10.000 garuda.
4. Sebenarnya terdapat juga seri Sukarno yang diterbitkan pada periode ini yaitu:
Seri Sukarno Borneo 1961 yang terdiri dari pecahan satu dan dua setengah rupiah
Seri Sukarno 1964 terdiri dari pecahan satu dan dua setengah rupiah
Seri Sukarno Irian Barat 1960-1961
Seri Sukarno Riau 1960-1961
Masing-masing telah dibahas, silahkan dibaca.

.
.
.



Kritik dan saran hubungi: arifindr@gmail.com

7 komentar:

Danu mengatakan...

saya sebenernya bukan kolektor uang kuno.. tapi lewat posting ini jadi lumayan banyak tau.. thanks

Dante mengatakan...

sepertinya untuk seri sukarno thn 1964 pecahan Rp. 1 dan 2 1/2 ada beberapa percetakan ya Pak, bolehkah dibahas tentang seri Soekarno II tersebut? trims...

021 mengatakan...

oohhhh..... saya memang suka koleksi.... tapi masalah harga jual tergantung peminat..... saya beli uang sukarelawan lumayan mahal.... karena sy melihat bukan dari bentuk atau apapun tapi dari nilai sejarah bangsa ini yang mahal.... thks...

anonymous mengatakan...

Pak mau tanya siapa pelukis uang 1 rupiah dan 2 1/2 rupiah seri sandag pangan 1960 dan 1961?
Trus, kenapa pecahan 10 rupiah 1963, 25 rupiah 1964, 50 rupiah 1964, 100 rupiah 1964 gambarnya mirip dengan yang dikeluarkan pada tahun 1958? apakah ketika itu BI tidak ada pandangan untuk membuat gambar yang berbeda?
Siapa Tokoh pada seri sukarelawan dari pecahan, 1 sen, 5 sen, 10 sen, 25 sen dan 50 sen?

anonymous mengatakan...

iDi artikel diatas 1 Rupiah 1964 kog tidak dicantumkan??o

heriy mengatakan...

100 rupiah 1964 mirip sekali dengan uang kuno Rp 100 tahun 1958

Dee Jay Wiswa mengatakan...

masi ada kurang gan kyknya
saya ada 25 rupiah berlogo disampingnya gambar kerbau
kalau dsinikn gambar garuda pancasilathoi