Senin, 19 November 2012

1968 (seri Sudirman)

Seri Sudirman

Terdiri dari pecahan 1, 21/2, 5, 10, 25, 50, 100, 500, 1000, 5000 dan 10000 rupiah
Merupakan seri yang memiliki pecahan terbanyak (11 lembar)

.
Pecahan 1 dan 2,5 rupiah
.
Relatif mudah ditemukan dan tidak bernilai tinggi, sekitar Rp.5000 perlembar UNC



.
.
Pecahan 5 rupiah 1968
.
Juga bernilai cukup murah, sekitar Rp. 10.000,- perlembar UNC.





Pecahan 10 rupiah
.
Bernilai sekitar 15.000 rupiah perlembar UNC




Pecahan 25 rupiah
.Harga perlembar sekitar Rp.25 ribuan UNC

Pecahan 50 rupiah
.
Bernilai sekitar Rp.30.000 perlembar UNC




Pecahan 100 rupiah

Relatif mudah ditemukan dan bernilai sekitar Rp.30 ribu UNC



Pecahan 500 rupiah

Bernilai sekitar Rp. 50 ribuan perlembar UNC




Pecahan 1000 rupiah

Sudah mulai sukar ditemukan, bernilai sekitar Rp. 100 ribuan UNC



Pecahan 5000 rupiah

Terdiri dari dua variasi nomor seri yaitu 2 huruf yang lebih langka dan berwarna agak lebih pucat dan variasi 3 huruf yang berwarna lebih gelap. Harga variasi 2 huruf sekitar Rp. 700 ribuan UNC sedangkan variasi 3 huruf sekitar Ro. 600 ribuan UNC.

Perhatikan variasi 2 huruf yang lebih pucat


Pecahan 10000 rupiah

Seperti juga pecahan 5000, terdiri dari 2 variasi nomor seri yaitu 2 huruf dan 3 huruf. Variasi 2 huruf lebih sukar ditemukan dan berwarna juga lebih pucat. Harga UNC sekitar 500-600 ribuan

Warna variasi 2 huruf yang lebih pucat


Kesimpulan seri Sudirman:
1. Terdiri dari pecahan terbanyak
2. Pecahan kecil 1 s/d 1000 rupiah relatif mudah ditemukan dan tidak terlalu mahal
3. Pecahan 5000 dan 10000 mempunyai 2 variasi nomor seri
4. Seri terakhir yang diterbitkan oleh BI, setelah seri ini uang kertas Indonesia selanjutnya tidak pernah diteribitkan dalam bentuk lengkap satu seri.
.
.
.
Kritik dan saran hubungi: arifindr@gmail.com

6 komentar:

anonymous mengatakan...

Seri Sudirman 1 rupiah, 2 1/2 rupiah, 5 rupiah, 10 rupiah, 25 rupiah, 50 rupiah, 100 rupiah, 500 rupiah, 1000 rupiah, 5000 rupiah, dan 10.000 rupiah itu masa berlakunya sampai tahun berapa ya pak? Kenapa setelah itu Indonesia tidak mencetak uang kertas dengan nominal kecil seperti 1 rupiah hingga 50 rupiah? apakah saat itu indonesia mengalami krisis keuangan?

sunarto mengatakan...

uang kuno 25 rupiah 1968 itu gambar belakangnya jembatan ampera ya..???

sunarto mengatakan...

kalau yang 50 Rupiah sudirman itu gambar belakangnya apa ya..?

heriy mengatakan...

100 Rupiah sudirman itu gambar belakangnya apa pak..?

heriy mengatakan...

saya punya 1000 rupiah 1968

anonymous mengatakan...

saya tertarik dengan uang kuno 1000 rupiah 1968