Sabtu, 17 November 2012

1975 - 1979

Setelah seri Sudirman 1968, Bank Indonesia tidak pernah menerbitkan uang secara berseri lengkap dari pecahan kecil sampai pecahan besar. Tiap-tiap pecahan diterbitkan pada tahun yang berbeda sehingga memiliki pola dan gambar yang berbeda pula.

Emisi 1975
Terdiri dari tiga pecahan yaitu 1000, 5000 dan 10000 Rupiah

Pecahan 1000 rupiah
Bergambar pangeran Diponegoro, mirip dengan seri Diponegoro 1971 yang tidak jadi diterbitkan, tetapi berbeda ukuran dan watermark.
Bernilai jual sekitar Rp. 10.000,- (fine) s/d Rp. 100.000,- (UNC)

Diponegoro 1000 Rupiah (1975) bertanda air Gajah Mada

Pecahan 5000 rupiah
Bergambar penjala ikan/nelayan, berharga sekitar Rp. 500.000,- (UNC)

Nelayan 5000 Rupiah 1975


Pecahan 10000 rupiah
Mempunyai motif dan gambar yang sangat menarik berupa relief candi Borobudur di bagian depan dan barong di bagian belakang sehingga sangat digemari oleh kolektor mancanegara. Sangat sulit menemukan yang berkondisi sempurna, harga jual cukup tinggi berkisar di angka Rp.2.000.000,- perlembar UNC


Barong 10000 Rupiah 1975


Emisi 1977
Terdiri dari pecahan 100 dan 500 Rupiah

Pecahan 100 rupiah
Bergambar badak jawa, bernilai sekitar Rp.20.000,- perlembar UNC

Badak 100 Rupiah 1977

Pecahan 500 Rupiah
Bergambar wanita dengan bunga anggrek, relatif mudah ditemukan sehingga hanya berharga sekitar Rp.30 ribu perlembar UNC.

Bunga anggrek 500 rupiah 1977


Emisi 1979
Hanya terdiri dari satu pecahan yaitu 10.000 rupiah gamelan.
Bernilai jual sekitar Rp.200 ribu perlembar UNC.


Gamelan 10000 rupiah (1979)

Selama periode tahun 1970 an, Bank Indonesia mengeluarkan 6 macam pecahan yang terdiri dari : 1000 Diponegoro, 5000 nelayan, 10000 barong, 100 badak, 500 anggrek dan 10000 gamelan. Dari ke 6 macam uang kertas ini yang paling sulit ditemukan dan tentu saja bernilai paling tinggi adalah pecahan 10000 barong.

5 komentar:

anonymous mengatakan...

- Kenapa harga 10.000 barong tahun 1975 mahal? apakah karena digunakan sebagai sampul buku katalog uang kuno Indonesia 2005 atau karena emang dicetak dalam jumlah sedikit? mohon penjelasannya?

- kenapa di tahun 1971 uang 1000 diponegoro tidak jadi di edarkan dipasaran? kog malah 1000 diponegoro baru di edarkan di tahun 1975 dengan perubahan tanda air? mohon penjelasannya

- Ternyata jika saya perhatikan antara pecahan 100 rupiah Diponegoro dengan 100 rupiah 1977(badak), antara 500 rupiah Diponegoro dengan 500 rupiah 1977(wanita dan bunga anggerk) dan antara 5000 rupiah Diponegoro dengan 5000 rupiah 1975(nelayan) mempunyai kemiripan motifnya.

heriy mengatakan...

uang lama 100 Rupiah badak sangat menarik........

anonymous mengatakan...

I like 1000 rupiah 1975

sunarto mengatakan...

I like 10.000 Rupiah 1979

Unknown mengatakan...

I like barong rp. 10000