Rabu, 21 November 2012

1960 (seri Sukarno)


Terdiri dari pecahan 5, 10, 25, 50, 100, 500 dan 1000 Rupiah




Merupakan seri yang sangat diminati oleh para kolektor mancanegara, mungkin karena kharisma bapak Proklamator kita atau mungkin juga karena memiliki corak penari yang menarik. Pecahan 5, 10 dan 100 Rhanya dicetak oleh Pertjetakan Kebajoran sehingga tidak memiliki variasi nomor seri, hanya variasi watermark. Tetapi untuk pecahan2 lainnya selain dicetak oleh Pertjetakan Kebajoran juga dicetak oleh Thomas De La Rue, sehingga memiliki variasi nomor seri dan watermark yang sangat banyak. Yang terbanyak variasinya adalah pecahan 500 Rupiah (6 variasi) sedangkan pecahan 25, 50 dan 1000 Rupiah masing-masing terdiri dari 4 variasi.

Semua pecahan seri Sukarno mempunyai gambar depan yang serupa sedangkan di bagian belakang bergambar penari. Pecahan 5, 25 dan 50 Rupiah bergambar seorang penari wanita, sedangkan pecahan lainnya bergambar 2 orang penari.

Selain seri Sukarno yang bertahun 1960, juga terdapat seri Sukarno lainnya yaitu seri sukarno Borneo bertahun 1961, seri Sukarno II bertahun 1964, seri Sukarno Irian Barat 1960-1961 dan seri Sukarno Kepulauan Riau 1960-1961. Semuanya akan dibahas satu persatu.

Pecahan 5 Rupiah


Sukarno 25 Rupiah 1960, perhatikan perbedaan letak benang pengaman

Mempunyai dua variasi tanda air yaitu gambar Sukarno (bagian atas) dan gambar banteng. Keduanya relatif mudah ditemukan dan berharga tidak terlalu mahal, sekitar Rp.50 ribu untuk kondisi UNC. Variasi tanda air Sukarno mempunyai benang pengaman di sisi kanan dekat dengan watermarknya sedangkan variasi banteng mempunyai benang pengaman di sisi kiri berseberangan dengan tanda airnya. Harga kedua variasi kurang lebih sama. Tidak ada kesulitan untuk memperoleh pecahan ini dalam bentuk yang UNC.


Pecahan 10 Rupiah


Pecahan 10 Rupiah 1960

Berwarna coklat muda dengan 2 penari wanita di bagian belakangnya. Sebenarnya hanya mempunyai satu macam tanda air yaitu bergambar wajah Sukarno. Tetapi setelah diteliti lebih lanjut ternyata terdapat dua macam wajah, yaitu yang 'lebih kurus' dan yang 'lebih gemuk' . Perhatikan gambar.



Tanda air Sukarno 'kurus' dan 'gemuk'

Pecahan 10 Rupiah relatif mudah ditemukan bahkan dalam bentuk UNC nya sekalipun. Harga pecahan ini di pasaran berkisar Rp.100.000 perlembar UNC.


Pecahan 25 Rupiah
.
Pecahan berwarna hijau muda ini dicetak oleh dua percetakan yaitu Thomas de La Rue (TDLR) yang mempunyai tanda air wajah Sukarno dan Pertjetakan Kebajoran (PK) yang begambar kepala banteng. Untuk tanda air Sukarno (TDLR) terdapat 3 variasi nomor seri, yaitu satu huruf, dua huruf dan 3 huruf. Semuanya diikuti oleh 5 angka. Sedangkan yang dicetak oleh PK hanya memiliki satu variasi nomor seri yaitu 3 huruf 6 angka. Tentu saja variasi satu huruf berharga jual lebih tinggi sekitar 3 kali lipat dibandingkan variasi lainnya karena lebih sukar ditemukan. Harga UNC variasi biasa selain satu huruf sekitar Rp. 250.000.

Tiga variasi teratas adalah terbitan TDLR dan yang paling bawah dicetak oleh PK. Perhatikan tipe huruf dan angkanya yang berbeda.


Pecahan 50 Rupiah

Berwarna biru tua, dicetak oleh Thomas De La Rue dan Pertjetakan Kebajoran.

Pecahan 50 Rupiah 1960

Pecahan yang dicetak oleh TDL mempunyai tanda air Sukarno dengan tiga variasi nomor seri, yaitu 1 huruf, 2 huruf dan 3 huruf. Semuanya diikuti oleh 5 angka. Variasi satu huruf jauh lebih sulit ditemukan dibandingkan variasi lainnya, sehingga berharga jual sekitar 3 kali lipat variasi 2 atau 3 huruf. Harga UNC variasi 2 atau 3 huruf adalah sama yaitu sekitar Rp. 250.000 sampai Rp.300.000/lembar

Sedangkan pecahan yang dicetak oleh PK mempunyai tanda air kepala banteng, hanya mempunyai satu variasi nomor seri yaitu 3 huruf 6 angka. Harga jualnya juga sama yaitu sekitar Rp. 200.000 sampai dengan Rp.250.000/lembar UNC.


Tiga lembar teratas dicetak oleh TDL dan yang terbawah oleh PK.


Pecahan 100 Rupiah
Berwarna merah kecoklatan, dan dicetak hanya oleh Pertjetakan Kebajoran. Tidak mempunyai variasi tanda air ataupun nomor seri. Harga UNC sekitar Rp.500.000,- perlembar.


Pecahan 100 Rupiah 1960

Sebenarnya pada pecahan 100 rupiah ini juga terdapat 2 variasi tanda air yaitu Sukarno yang 'kurus' dan yang 'gemuk' , mirip dengan pecahan 10 rupiah. Tetapi banyak kolektor yang tidak mempermasalahkan hal ini dan menganggap perbedaan tanda air sebagai hal yang biasa-biasa saja.


Pecahan 500 Rupiah

Merupakan pecahan yang paling banyak memiliki variasi. tiga variasi pertama dicetak oleh TDLR, terdiri dari variasi satu huruf, dua huruf dan tiga huruf, diikuti 4 angka. Semuanya mempunyai tanda air Sukarno. Tiga variasi berikutnya dicetak oleh PK dan masing2 memiliki tanda air yang berbeda yaitu Sukarno, Banteng dan Garuda. Ketiga variasi ini terdiri dari 3 huruf dan enam angka. Jadi total pecahan 500 rupiah ini mempunyai 6 variasi:

1. TDL 1 huruf, mempunyai tingkat kesulitan terbesar. Tentu memiliki nilai jual tertinggi
2. TDL 2 huruf
3. TDL 3 huruf


Pecahan 500 Rupiah 1960 TDLR variasi 1, 2 dan 3 huruf

4. PK dengan tanda air Sukarno
5. PK dengan tanda air Banteng, keempat variasi terakhir ini (variasi nomor 2, 3, 4 dan 5) mempunyai kisaran harga UNC Rp. 2 s/d 3 juta perlembar

Pecahan 500 Rupiah 1960 PK


6. PK dengan tanda air Garuda, variasi ini memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi, harga sedikit di bawah TDLR 1 huruf yaitu berkisar 2-3 kali variasi2 biasa.



Karena memiliki 6 variasi dimana 2 variasi diantaranya memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi, maka tidak heran banyak kolektor yang tidak memiliki semua variasi secara lengkap. kedua variasi yang tersulit adalah variasi TDLR 1 huruf dan PK Garuda.


Pecahan 1000 Rupiah

Merupakan pecahan yang paling banyak dipalsukan, yang asli berwarna hijau terang dicetak oleh Thomas De La Rue dengan tanda air Sukarno dan Pertjetakan Kebajoran dengan tanda air kepala Banteng.
Uang yang dicetak oleh TDLR mempunyai 3 variasi nomor seri yaitu 1 huruf, 2 huruf dan 3 huruf, diikuti oleh 4 angka. Variasi 1 huruf sangat-sangat sulit ditemukan, dan merupakan variasi tersulit dari pecahan ini. Sedangkan variasi 2 dan 3 huruf relatif mudah ditemukan. Harga variasi 2 dan 3 huruf sekitar Rp. 200.000 untuk kondisi fine dan Rp.3.000.000,- perlembar untuk kondisi UNC.


Sukarno 1000 Rupiah 1960 (TDLR) variasi 1, 2 dan 3 huruf

Sedangkan yang didetak oleh PK hanya terdiri dari satu variasi saja yaitu 3 huruf yang diikuti oleh 6 angka. Harga kondisi UNC sedikit dibawah TDLR yaitu sekitar Rp. 2.500.000 perlembar untuk kondisi UNC.


Sukarno 1000 Rupiah 1960 (PK), bandingkan tipe huruf nomor serinya


Pecahan 2500 dan 5000 Rupiah

Sebenarnya masih terdapat pecahan-pecahan yang lebih besar dari 1000 rupiah, tetapi pecahan2 ini tidak jadi diedarkan dan hanya terdapat dalam bentuk SPECIMEN.


Pecahan 2500 Rupiah 1960 SPECIMEN



Pecahan 5000 Rupiah 1960 SPECIMEN, variasi 1



Pecahan 5000 Rupiah 1960 SPECIMEN, variasi 2


Bentuk-bentuk lain
Selain uang yang beredar terdapat juga bentuk yang tidak lazim ditemukan, yaitu bentuk PROOF dan bentuk SPECIMEN bernomor seri 0000. Gambar di bawah ini mewakili bentuk2 tersebut.



Sukarno 500 Rupiah 1960 PROOF, warna berbeda dibandingkan bentuk yang beredarnya



Sukarno 25 Rupiah 1960 SPECIMEN, bernomor seri A 00000


Sukarno 100 Rupiah proof, perhatikan perbedaan warna pada bagian muka



Sukarno 500 Rupiah 1960 SPECIMEN, bernomor seri A 0000


Sukarno 1000 Rupiah 1960 SPECIMEN, bernomor seri A 0000


Uang Sukarno yang dipalsukan

Mungkin karena kharisma bapak Sukarno yang sangat dikagumi, dipasaran banyak sekali beredar uang2 Sukarno yang dipalsukan. Ciri2 uang tersebut antara lain adalah:

1. Terbuat dari kertas yang halus dan mudah melengkung bila diletakkan di telapak tangan.
2. Mempunyai gambar yang buram dan tidak jelas
3. Mempunyai nilai nominal yang beragam 1000, 2500, 5000 dan 10000 Rupiah
4. Mempunyai gambar dan warna yang berbeda2 (bisa hijau, merah, biru, ungu, dll)
5. Biasanya bertahun 1964 walaupun ada juga yang bertahun 1957, 58, 60 dll
6. Di bagian bawah seringkali tercetak FRANCE atau SWISS
7. Terdapat tanda air Sukarno atau banteng yang jelas terlihat walau tidak diterawang
8. Mempunyai nomor seri yang antik, misalnya BKR 170845
9. Dan banyak lagi lain-lainnya.




Sebagian contoh dari uang Sukarno palsu. Masih banyak lagi bentuk2 lainnya. Uang ini diperjualbelikan secara luas di seluruh tanah air sehingga tidak mengherankan bila dengan mudah ditemukan di pelosok-pelosok desa sekalipun.
Bagi yang tidak mengerti akan menganggap uang ini sebagai barang 'asli' dan mempunyai nilai yang sangat-sangat tinggi, bahkan dianggap sakral karena dapat melengkung atau menggulung sendiri bila diletakkan di telapak tangan. Semua ini bisa terjadi karena kertas yang dipergunakan bukanlah kertas uang sehingga mudah memuai bila terkena suhu panas yang berasal dari tangan kita. Uang2 Sukarno palsu ini sangat mudah ditemukan di kaki lima di seluruh Indonesia, tidak memiliki nilai koleksi dan harga resmi perlembar hanya sekitar Rp. 10.000,-


Seri Sukarno Borneo

Terdiri dari pecahan 1 dan 2,5 Rupiah, direncanakan untuk diedarkan di North Borneo (Sabah dan Serawak).
Seri Sukarno Borneo 1961

Seri ini tidak mempunyai variasi dan biasanya mempunyai prefix AEU untuk pecahan satu rupiah dan BAB untuk pecahan dua setengah rupiah. Seri ini relatif mudah ditemukan dan berharga sekitar Rp.400.000 - Rp.600.000 per set dalam kondisi UNC.
.


Kritik dan saran hubungi: arifindr@gmail.com

27 komentar:

nazwa mengatakan...

wahhhhhhhhhh.....
tambah ilmu nih, apalagi ulasan ttng uang palsux........
thanks pak.......

nazwa mengatakan...

wahhh........ saya tambah ilmu nih, apalagi ulasan ttng uang palsux. thanks pak...

a@nk Unique mengatakan...

Weh...weh..weh...bukan ijazah palsu aza yg beredar, uang lama juga banyak dipalsukan so ati2 ama yang palsu2, sekarang kan dah ada www.uang kuno.com jadi qta ga mudah di bohongin...Bravo...

rokids mengatakan...

pak makasih ya informasinya, soalnya di rumah enyang juga punya uang lama. jadi tahu deh kalo uangnya asli apa engga,.......

e2uprivatecash-indonesia mengatakan...

Maaf saya mau mengkoreksi Penjelasan bahwa UANG SUKARNO 1964 adalah PALSU merupakan tidak benar.
Dari segi matematis dan kenyataannya UANG SUKARNO 1964 BUKAN UANG PALSU. Uang SUKARNO 1964 merupakan sebagai alat pembayaran yang sah dan souvenir pada waktu itu. Karena pd thn tersebut terjadi pemotongan nilai uang RI dan tidak dilaporkan kepada BI. Kenapa saya bilang BUKAN UANG PALSU atau ASLI?
Penjelasan saya sebagai berikut :
1. Terdapat benang pengaman pada uang Sukarno, yang mana dalam hal produksi suatu kertas berharga tidak sembarang perusahaan kertas bisa membuat benang pengaman pada kertas berharga.
2. Adanya Tulisan Asma Allah, kun fayakun, nurisulaiman, surat al ikhlas dll dalam bahasa Arab (bahasa Al Qur’an) maka uang ini memiliki Khodam Ayat dari golongan Malaikat. Dengan menggunakan Money Detector(UV). Dimana untuk tahun 1964 teknologi UV masih sangat jarang ada.
3. Penerbit pencetakan uang bukan hanya FRANCE. Saya mempunyai seri lengkap dari uang SUKARNO 1964 500, 1000, 5000, 10000, antara lain PN Percetakan Kebajoran IMP, Limited Swiss, France, Thomas De La Rue & Company Limited.
4. Adanya nomor seri yang counter pada uang Sukarno 1964 merupakan bukti bahwa uang itu ASLI.

Jadi dari keterangan ADMIN yang mengatakan bahwa UANG SUKARNO 1964 adalah palsu merupakan KEBOHONGAN PUBLIK. Kalaupun itu palsu harus di jelaskan ciri2 & fakta2 secara logika uang palsu SUKARNO 1964 tsb.

e2uprivatecash-indonesia mengatakan...

MENGAPA UANG SOEKARNO DAPAT BERGERAK MELENGKUNG ATAU MENGGULUNG?
Secara metafisik dikarenakan Uang Soekarno telah diisi energi ETERIK. Yaitu energi yang bereaksi terhadap panas tubuh yang dipengaruhi oleh fisik dan psikis / kejiwaan seseorang. Reaksi ini berupa gerakan menjauhi panas tubuh melalui gerakan melengkung atau menggulung.

SIAPA YANG MENGISI ENERGI ETERIK?
Kelebihan ini tentu saja hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki pemahaman lebih mengenai ilmu fisik dan metafisik. Hanya orang pilih tandinglah yang dapat memasukkan energi ini ke dalam bahan kertas. Bahkan uniknya Energi ETERIK tidak dapat dipalsukan.

APA BUKAN KARENA BAHAN KERTASNYA SEHINGGA UANG DAPAT BERGERAK MELENGKUNG?
Bila Anda yakin karena bahannya, berikan contoh selembar bahan kertas yang dapat bergerak melengkung di telapak tangan seperti halnya Uang Soekarno.

APAKAH UANG INI ASLI ATAUKAH PALSU?
Secara garis besar, Uang Soekarno dapat dibedakan menjadi 2 (dua):
1. Uang Soekarno yang dijadikan sebagai alat pembayaran. Uang ini tidak memiliki tulisan Arab di dalamnya dan tidak dapat bergerak di telapak tangan. Uang ini dikeluarkan oleh BI.
2. Uang Soekarno Souvenir yang tidak dijadikan sebagai alat pembayaran yang syah. Uang Soekarno Souvenir inilah yang dari awal kita bicarakan. Uang ini asli sebagai uang souvenir. Uang ini tidak dapat dikatakan palsu karena tidak ada uang yang ditiru atau dipalsukan. Uang ini berdiri sendiri dan berbeda dengan uang-uang kertas lainnya.

SIAPAKAH YANG MENGELUARKAN UANG SOEKARNO SOUVENIR?
Uang Soekarno dikeluarkan oleh pihak swasta, bukan oleh Bank Indonesia sehingga tidak akan kita temukan penjelasan Uang Soekarno Souvenir pada situs-situs resmi BI karena BI hanya mengeluarkan Uang yang digunakan sebagai nilai tukar.

Tony Xavier Chen mengatakan...

Pak Arifin, ijin nge-link & copas tulisan Bapak mengenai Uang Soekarno Palsu ya.

@ Bapak/ Ibu e2uprivatecash-indonesia

Dari segi matematis dan kenyataannya UANG SUKARNO 1964 BUKAN UANG PALSU. Uang SUKARNO 1964 merupakan sebagai alat pembayaran yang sah dan souvenir pada waktu itu.

Uang Soekarno Souvenir yang tidak dijadikan sebagai alat pembayaran yang syah.
------------------------------------
Yang bener yang mana nih Pak/Bu?
Kok malah muter2..
In my humble opinion.. uang yang tidak tercatat / terdaftar di Bank Sentral bisa dikategorikan sebagai Uang Palsu / Uang Tiruan.

Nih gw copas dari salah satu RUU ( gw bukan org hukum, jd kurang ngerti hehe ) :
7. Uang Rupiah Tiruan adalah suatu benda yang ukuran, warna, gambar, dan/atau
desainnya menyerupai Uang Rupiah dibuat, dibentuk, dicetak, atau diedarkan tidak
digunakan sebagai alat pembayaran dengan merendahkan kehormatan uang sebagai
simbol negara.

Cm opini gw..klo ada salah2 kata mohon dimaafin :p

...............:ngacir:

dr. Arifin mengatakan...

Saya menghargai setiap pendapat termasuk yang mengatakan bahwa uang-uang Sukarno 1964 yang dapat melengkung adalah uang asli. Saya persilahkan bila anda berminat untuk mengoleksinya, adalah hak setiap orang untuk membeli atau mengumpulkan barang2 yang disukainya. Pandangan yang saya sampaikan di web ini adalah pandangan saya dan sebagian besar para numismatis. Mereka semua berpendapat bahwa uang2 Sukarno 1964 tersebut bukanlah termasuk uang yang dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Pendapat ini diperkuat oleh para pengarang buku Katalog Uang Kertas Indonesia edisi 1 (1996) maupun edisi 2 (2005). Para pengarang adalah kolektor terbesar yang melibatkan begitu banyak sumber termasuk diantaranya almarhum bapak Singgih SH (bekas jaksa Agung RI, silahkan klik http://id.wikipedia.org/wiki/Singgih) serta bapak Sugiana Handjaja yang telah berusia 80 tahunan dan telah makan asam garam dunia numismatis. Mereka tidak mungkin secara sengaja melupakan uang2 Sukarno 1964, sehingga tidak memasukkannya ke dalam buku katalog. Tentu saja ada alasan mengapa mereka tidak memasukkannya, dan salah satu alasannya adalah karena uang2 tersebut bukanlah uang yang dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

surya mengatakan...

salam pak Arif, prinsipnya saya setuju pendapat bapak. Saya pernh liat teman saya punya uang Soekarno seperti itu, malah dia punya yg gambar penarinya 1 samapai 15! dan 3 versi warna (saya juga punya 1 lembar) contoh bapak malah lebih lengkap. kan logika ya nggak mungkin suatu negara bikin satu emisi untuk satu nominal dengan versi sekian banyak (minimal 45 versi!). cuma ya itu palsu sih enggak, cuma uang itu tidak pernah dirancang, diproduksi atau diedarkan oleh institusi yang berwenang. kalo specimen ato proof kan dirancang oleh yg berwenang.soal bisa ngelipet, ya saya tidak mau berpolemik soal sebabnya, cuma yg pokok kan: uang itu bukan rancangan institusi berwenang....jadi pak Arifin benar. ya anggap aja itu souvenir... ato barang antik dan berkhasiat buat yg percaya

Mr Alex mengatakan...

wahh yang sukarno tahun 1964 kecuali yang 1 dan 2,5 rupiah bukan uang dan gak bisa dibilang uang hanya suvenir
menurut saya pribadi kalau ada yang lebih setuju tolong bantu saya masuk ke kaskus bagian uang kuno dan bantu beri penjelasan ke pedagang2 yang gak tau sejarah dan tetap menyebarkan uang palsu (suvenir)tersebut
kan kasian generasi baru yang mau mulai koleksi dengan awal yang salah persepsi tentang uang 1964 suvenir dan disesatkan menjadi uang dan dipercaya sebagai uang
bagaimana generasi selanjutnya kalo begitu terus teman2 yang bisa bantu jelaskan pleaseee bantu
maaf saya smu gak lulus jadi gak pake tanda baca

Mr Alex mengatakan...

wahhh makin banyak aja yaaa orang bodo yang menganggap uang yang bukan keluaran BI adalah asli kasian indonesia
nyesal saya lahir di indo

jadi mungkinkah ada institusi yang lebih berkuasa dari BI?????????

jadi uang kertas berbahan dasar kertas minyak adalah uang
kasihan banget mang negara bodoh dalah pelajaran sejarah waktu smp dan smu gak dicantumkan pelajaran sejarah uang kuno indonesia jg sedih liat kondisi indonesia yang begini penuh dengan salah persepsi
sungguh kasian yang menganggap uang kertas minyak adalah asli dari mana

frans mengatakan...

aku juga kebetulan punya 3 lbr,..bergambar dlm sukarno, & wali songo.dan kalo di sinari ultra violet tertera tulisan arba allah , & kun fayakun...unik ya..?
thanks

numindo mengatakan...

Sukarno 1964 adalah bogus(fantasi,tidak sah).Sebagai pengamat/kolektor sejak th.l960an akhir sebagai melihat banyak keanehan yg tidak memenuhi kriteria standar uang kertas sah.Coba argumentasikan kepada pihak berwenang(polisi,Peruri,BI dll)apakah dibenarkan ?Ini muncul tahun 1990an & berkelanjutan karena menguntungkan.Gunakan akal sehat untuk menganalisa sesuatu.AAS

Aan martial arts wooden only mengatakan...

mantapppp boss,so jgn ampe jadiin jimat tuh..musyrik,benar tdknya ane jg kagak tew,ane jg mundur aje dah gak jdi cari barg tsb...sdh mahal lg

lucky mengatakan...

saya juga punya uang seri soekarno pecahan Rp 1000 tahun 1964, ada tulisan arab dan limited swiss, bila diletakan ditelapak tangan bisa bergerak melengkung dan bila dibalik melengkungnya tetap ke atas, jadi menurut teman2 uang saya itu asli apa palsu ya?

Denny mengatakan...

Menurut pendapat saya sih...uang sukarno yg bisa melengkung itu bukan uang palsu karena itu bukan uang..kalau palsu pasti ada versi aslinya yg di palsukan. jadi itu hanya uang souvenir aja, di negara lain juga ada uang souvenir seperti uang dollar amerika juga ada versi souvenirnya. kalaupun bisa melengkung kalau ditelapak tangan itu bisa di jelaskan secara ilmiah, kalau dipercaya sebagai jimat yg bisa memberi berkah itu terserah orang yg mempercayainya. kalau saya tidak percaya dengan yg namanya jimat karena berkah dan rejeki yg bisa memberi hanya TUHAN

Ari Arsad mengatakan...

Banyak uang palsu beredar,jadi hati-hati untuk mengkoleksi uang lama.apabila ingin mengkoleksi ajak lah teman anda yang tau uang lama biar g dapat yang palsu..
gmn bosss...

sepri yanto mengatakan...

nice posting,,,keren

Kabela mengatakan...

memang pengalaman saya menyangkut uang sukarno tahun 1964 bahwa ketika saya mencari dalam katalog uang yang dikeluarkan oleh bank indonesia pada kenyataannya uang ini tidak pernah ada. Yang berarti uang ini tidak digunakan sebagai pembayaran yang sah saat itu

Anton Bono mengatakan...

Saya punya uang pecahan 1ooo tahun 1964, tertera dibawah limited swiss, nomor seri BK721265 berganbar wanita gendong 2 anak,,benang pengaman ada.. tapi gak tau deh itu yg asli atau sovenir,, gak tau juga mau diapakan,, jadi ya saya simpen aja di dompet,, he,

kimmel justy mengatakan...

Huft...g sah pke koleksi2an lg..bingung aq,serius,hahaha...punya uang Rp 5000 th 57,ehh,ternyata mnurut para ahlix itu adlh uang sovenir,dijual cmn lakux Rp 10000 doank,hahaha...hadeh!!sian diriku....

hary rahman mengatakan...

Itu cuman untuk perdukunan kalo uang pecahan 5000 tuh,alih2 untuk penggandaan uang.jgn sampe ketipu sob.byk yng sudah jd korbannya tuh.

anonymous mengatakan...

Kalau menurut pendapat saya, penjelasan dari DR. ARIFIN itu benar, sesuai apa yang ada pada buku katalog uang kuno indonesia bahwa di tahun 1960 itu Indonesia mengeluarkan uang kuno 5 rupiah, 10 rupiah, 25 rupiah, 50 rupiah, 100 rupiah, 500 rupiah dan 1000 rupiah kecuali uang daerah seperti kepulauan riau, irian barat dan borneo itu ada nominal 1 rupiah dan 2 1/2 rupiah. Nah ditahun 1964 Uang kuno yang bergambar soekarno itu hanya terdiri 1 rupiah dan 2 1/2 rupiah saja. Jadi tidak ada yang namanya 1000 rupiah soekarno 1964 yang resmi dikeluarakan BI, karena itu adalah uang souvenir/ cindramata.

sunarto mengatakan...

5 rupiah 1960 sangat baguss...

sunarto mengatakan...

25 rupiah 1960 gambar belakangnya itu penari apa ya...???

sunarto mengatakan...

50 rupiah 1960 itu gambar belakangnya tarian apa ya..?

GunTar mengatakan...

penarinya itu bisa kita sebut Cherrybelle dan uangnya bisa disebut Uang Sukarno Cherrybelle