Senin, 23 Januari 2017

5. Penipuan

Pada tanggal 6 Desember 2009 saya mendapatkan email yang berisi :

Selamat sore ana Rahmat mau menawarkan uang kuno jk trtrk hub ana kembali; 081958004XXX
Rahmat Abdullah jadulah77@yahoo.com
Terdapat dua gambar yang dikirimkan bersamaan dengan emailnya.




Gambar pertama

.
.


Gambar kedua
.
.

Siapa yang tidak tertarik melihat tawaran uang-uang tersebut?
Tampak ada Coen 10, 100, 200 dan 1000. Juga ada wayang 200 dan 1000. Belum lagi komodo dan wayang 50 nya. Pokoknya sepintas sangat menantang untuk ditindaklanjuti.

Tetapi setelah saya amati dengan cermat, terlihat beberapa kejanggalan:
.
.

1. Coen 200

Coba perhatikan baik2, bentuknya, bukankah uang ini yang saya jadikan contoh di halaman pertama website www.uang-kuno.com ? Bagaimana uang milik saya bisa ada sama dia?



Saya perbesar nomor serinya, huruf RZ di depan sengaja diubah menjadi BZ (tidak ada Coen 200 bernomor seri BZ, nomor seri Coen mempunyai pola aturan tertentu dan akan dijelaskan kemudian).



.
.


Bandingkan dengan gambar aslinya.
.



.
.

2. Wayang 200
Seperti juga dengan kejadian di atas, ternyata gambar diambil dari website www.uang-kuno.com
.
Perhatikan nomor serinya SW 010451.



.
.

Bandingkan dengan aslinya yang masih ada di tangan saya, nomor seri SV 01045 (SV diubah menjadi SW) dan ditambahkan angka satu dibelakangnya.



.
.

Bila diperhatikan lebih lanjut tampak pula adanya sisi berwarna putih di bagian atas kiri gambar, mungkin sisa kertas HVS yang belum terpotong sempurna (lihat gambar bawah)



.
.

3. Coen 100
Tampak nomor seri yang ditambahkan angka satu di bagian belakangnya, dilakukan dengan cara amat kasar.

.
.
4. Uang2 lainnya
Silahkan teman2 perhatikan dengan teliti masing2 uang tersebut! Semuanya memiliki kejanggalan.
.
.

Dari bukti2 tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa semua gambar yang ditampilkan oleh bapak Rahmat Abdullah adalah gambar yang dicetak di atas kertas biasa, alias PALSU.
.
Kemudian, saya menelpon ybs dan menanyakan dimana dan darimana dia bisa mendapatkan uang2 tersebut, katanya dia tinggal di daerah Lampung dan uang2 tersebut merupakan peninggalan kakeknya. Tampak dari alas koran yang dipergunakan pada kedua gambar terdapat kata Palembang dan telpon berkode area 0711 (kode kota Palembang).
.
Saya tidak mau lagi berurusan panjang lebar dengan dia, yang ingin saya katakan kepada teman-teman semua adalah : SELALU BERHATI-HATI DENGAN SEGALA BENTUK TAWARAN, JANGAN MUDAH TERPANCING DENGAN BARANG YANG DITAWARKAN APALAGI YANG BERHARGA MURAH.
.
Banyak sekali para penipu yang berkeliaran di luar yang memanfaatkan keserakahan, kerakusan, dan ketidaktahuan kita. Contoh ini adalah satu dari sekian banyak cara yang digunakan oleh para penipu, banyak sekali contoh2 lainnya yang pada saatnya nanti akan saya tampilkan secara jelas satu persatu.
.
.
Kepada bapak-bapak yang mengaku bernama Rahmat Abdullah yang berasal dari Lampung atau Palembang atau dari manapun yang berkeinginan untuk menipu, cepat atau lambat kedok kalian akan terbuka. Dan bersama dengan ini saya sengaja mempublikasikan nomor telpon dan email bapak, supaya bapak sadar bahwa cara yang bapak lakukan adalah cara yang tidak benar.
.
.
Bila ada diantara teman2 yang menerima tawaran serupa, silahkan diceritakan pengalamannya agar kita semua menjadi lebih mawas diri dan selalu berhati-hati.
.
.
Salam numismatik
arifindr@gmail.com


11 komentar:

andi mengatakan...

SUNGGUH YANG BERBUAT CURANG ITU SANGAT KEJAM KASIHAN ANAK BANGSA YG INGIN MELESTARIKAN WARISAN LELUHURNYA

Numisindo mengatakan...

Kreatif....hi hi hi

sultan mengatakan...

iya kreatif jadi pemalsu uang...jahat banget tuh..orang

JUDOKA KUNGFU INDONESIA mengatakan...

tangkap saja kalau memang
Rahmat Abdullah <jadulah77@yahoo.com PENIPU.
Inilah perusak negara yang mau menjual bangsa ini, karena dia tidak lagi menghargai jerih payah bangsanya, rakyatnya yang mau bertahan melestarikan, dan koleksi. Hari gini......Menipu.....Tinggal Di HUTAN AJA BUNG

lany mengatakan...

parah juga tuch orang,,,
ga ada krjaan lain apa????

Specta mengatakan...

Saya punya 100 emisi 1992 serie Perahu Phinisi. semua tidak ada benang pengamannya...apa betul begitu gan?? Tetapi anehnya, ada 1 lembar yang ada benang pengamannya, dengan tulisan Perahu layar, bukan Perahu Phinisi.
Mohon pencerahan Agan2...terima kasih.

sunarto mengatakan...

Sebagai seorang kolektor uang kuno kita harus selalu waspada terhadap penipuan....

porong up date mengatakan...

Apakah uang logam juga bisa dipalsukan??? Atau pernah ditemukan uang logam palsu??? Makasih...

gerry siput mengatakan...

setahu saya uang 100 th 92 yang asli tidak ada benang pengamannya gan, klu memang ad bisa dipastikan itu palsu

Ramlan mengatakan...

mau tanya ke agan yang faham. Bagaimana membedakan uang asli atau palsu terutma uang kuno daerah seperti uang banten, lampung, pRRI dll.
Saya tidak punya sebagai bahan perbandingannya.
terima kasih

M Arya AA mengatakan...

Saya mw jual uang kertas pecahan Rp.100 tahun 1992 pembuatan 1999. Kira' laku berapa yah.. Ada jg koleksi uang jadul indonesia info hub. 081222500056