Kamis, 17 November 2016

NETHERLANDS NIEW GUINEA 1954


Setelah pasukan sekutu di bawah pimpinan Jendral Douglas McArthur berhasil mengalahkan tentara Jepang di tanah Papua, maka pada tanggal 22 April 1944 administrasi pemerintahan Netherlands Niew Guinea langsung diserahkan oleh sekutu kepada Kerajaan Belanda. Pusat pemerintahanpun dipindahkan dari Manokwari ke Hollandia (Jayapura). Waktu itu bagian lain dari Netherlands East Indies masih berada di bawah kekuasaan tentara Jepang.  



Pemerintah Netherlands Niew Guinea menerbitkan uang kertas khusus yang berlaku di daerah tersebut dan terdiri dari 2 seri :

1. Seri tahun 1950 

Seri yang terdiri dari pecahan 1, 2-1/2, 5, 10, 25, 100 dan 500 Gulden ini akan dibahas pada kesempatan lain.

2. Seri tahun 1954
Seperti seri sebelumnya, seri 1954 juga terdiri dari 7 pecahan.
Semua seri 1954 memiliki tanggal penerbitan yang sama yaitu 8 Desember 1954. Nomor seri terdiri dari 2 huruf dan 6 angka dan bertanda air (watermark) serupa yaitu berupa spiral berbentuk kotak (square spiral  pattern) yang tersebar diseluruh permukaan kertas.












Pecahan 1, 2-1/2 dan 5 Gulden
3 pecahan terkecil yaitu 1, 2-1/2 dan 5 Gulden bergambar sama yaitu burung Cendrawasih di bagian kiri dan Ratu Juliana di bagian kanan. Sisi belakang bergambar vignete yang menyerupai ukiran khas Papua. Ukuran ketiga pecahan ini juga serupa yaitu 130 x 60 mm.
Nomor seri : 
1 Gulden dimulai dengan huruf A, B dan C
2 1/2 Gulden dimulai dengan huruf E
5 Gulden dimulai dengan huruf H

 



Pecahan 10 dan 25 Gulden
2 pecahan berikutnya yaitu 10 dan 25 Gulden bergambar burung Dara Mahkota dan Ratu Juliana. Bagian belakang bergambar burung Hantu yang sedang melebarkan sayap. Ukuran kedua pecahan ini lebih besar yaitu 150 x 70 mm.
10 Gulden memiliki prefix yang dimulai dengan huruf K sedangkan 25 Gulden dimulai dengan huruf L








Pecahan 100 dan 500 Gulden
2 pecahan terbesar yaitu 100 dan 500 Gulden bergambar burung Kasuari dan Ratu Juliana, bagian belakang serupa dengan pecahan 10 dan 25 Gulden. Ukuran uang juga sama yaitu 150 x 70 mm.
Pecahan 100 Gulden memiliki prefix yang dimulai dengan huruf M. Sedangkan untuk pecahan 500 Gulden dimulai dengan huruf N.





VARIASI
Selain versi beredar yang sangat sulit ditemukan (terutama untuk 3 pecahan terbesar), seri ini juga dapat ditemukan dalam versi SPECIMEN. Semua pecahan versi ini memiliki stempel SPECIMEN berwarna merah yang melintang dikedua sisi dan memiliki nomor seri yang sama yaitu XZ 012345 - XZ 067890. Mari kita lihat bentuknya.


PECAHAN 1 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 2 1/2 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 5 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 10 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 25 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 100 GULDEN SPECIMEN


PECAHAN 500 GULDEN SPECIMEN



Setelah Netherlands Niew Guinea menjadi bagian dari Republik Indonesia pada tanggal 1 Mei 1963 maka seri NNG 1954 digantikan dengan pecahan Irian Barat Rupiah dengan kurs 1 Netherlands Niew Guinea Gulden (NNGG) sama dengan 12,43 Irian Barat Rupiah. Nama propinsi ini juga berubah menjadi Irian Barat, lalu pada tahun 1973 berubah lagi menjadi Irian Jaya dan sekarang sesuai dengan UU 21 tahun 2001 tentang Otonomi Daerah diubah menjadi 2 propinsi yaitu Propinsi Papua Barat dengan ibukota Monokwari dan Propinsi Papua dengan ibukota Jayapura.  



Harga
Harga seri ini dari waktu ke waktu mengalami kenaikan yang cukup pesat, terutama pecahan besarnya.  Mari kita lihat contoh yang diambil dari hasil lelang Java Auction sejak tahun 2006.

2006







2007


2008









2011



2012
Sebuah website di Belanda menjual uang-uang NNG secara langsung dengan harga cukup fantastis :


Perhatikan gambar di atas, adakah yang mengetahui arti dari Cat.Nr. 311 atau 312? Benar sekali kalau angka2 tersebut adalah nomor uang pecahan 25 dan 100 Gulden pada katalog, pertanyaannya katalog apa yang digunakan oleh website Belanda tersebut?


Kesimpulan :
1. Seri ini sangat sulit ditemukan dalam kondisi baik, terutama pecahan besarnya
2. Dari waktu ke waktu seri ini menjadi semakin sulit ditemukan dan bernilai tinggi, apalagi untuk pecahan besarnya.
3. Saran untuk mengumpulkan: Pecahan kecil boleh dalam bentuk issued, tetapi pecahan besar (25, 100 dan 500 Gulden) mengingat tingkat kesulitan dan harga yang sangat tinggi maka ada baiknya memilih bentuk SPECIMEN. Atau boleh juga dalam bentuk SPECIMEN semuanya.
4. Tingkat kesulitan :
Pecahan 500 Gulden issued merupakan kunci dari pecahan ini. Sangat langka dan dalam waktu 10 tahun terakhir hanya sekali muncul di lelang internasional. Harganyapun luar biasa tinggi, berkali-kali lipat di atas harga wayang 100 Gulden.
Pecahan 100 Gulden dan 25 Gulden issued juga sangat sulit ditemukan, harga bisa dilihat di atas berkisar di beberapa juta sampai dengan beberapa puluh juta Rupiah.
Pecahan 10 dan 5 Gulden issued cukup sering ditemukan dan bernilai tidak terlalu tinggi kecuali untuk kondisi prima. Terakhir dan termudah ditemukan adalah pecahan 1 dan 2 1/2 Gulden issued.
Variasi SPECIMEN untuk pecahan besar (25, 100 dan 500 Gulden) bernilai lebih murah dibandingkan versi beredarnya sehingga bisa merupakan pilihan alternatif. 




Jakarta 15 April 2012
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pak Rizal S. Tanpa sumbangsih beliau artikel ini tidak akan terwujud. 

Sumber :
1. KUKI
2. Pick
3. Wikipedia
4. Katalog lelang Java Auction
5. Website lelang LKCA
6. Koleksi teman-teman para kolektor  
Kritik dan saran hubungi arifindr@gmail.com




1 komentar:

sunarto mengatakan...

uang kuno tersebut termasuk uang daerah ya..