Selasa, 24 Januari 2017

56. 1000 Rupiah seri bunga 1959

Seorang teman dari Palembang yang sangat teliti bertanya :
Mengapa pada pecahan Rp1000 seri bunga (1959) variasi 1, 2 dan 3  huruf  terdapat warna yang sedikit berbeda dibandingkan variasi keempat (2 huruf di atas 1 huruf)?

Sebagaimana kita ketahui, pada Katalog Uang Kertas Indonesia pecahan ini memiliki variasi sebagai berikut
a. TDLR, 1 huruf 4 angka
b. TDLR, 2 huruf 4 angka
c. TDLR, 3 huruf 4 angka
d. Tanpa TDLR, 2 huruf di atas 1 huruf (I), 5 angka

Pada katalog World Paper Money edisi 12, pecahan ini dibedakan atas :
a. Imprint TDLR at bottom center on face
b. Without imprint

Bila kita menggabungkan kedua katalog, maka uang ini dapat dibagi atas 2 bagian besar yaitu
1. TDLR yang dapat dibagi lagi menjadi 3 subvarian:
    a. 1 huruf 4 angka
    b. 2 huruf 4 angka
    c. 3 huruf 4 angka
2. Tanpa TDLR, 5 angka

Pertanyaannya adalah:
Apakah perbedaan kedua varian ini (TDLR dan tanpa TDLR) hanya terlihat pada bentuk nomor serinya saja? Mari kita lihat bersama :


Kedua variasi pecahan Rp1000 (1959) yang  berkondisi UNC kita bandingkan bersama, yang atas adalah varian  TDLR, sedangkan yang sebelah bawah varian tanpa TDLR yang kemungkinan besar merupakan cetakan Percetakan Kebajoran. Dikatakan demikian karena pada versi specimen varian TDLR hanya terdapat tulisan SPECIMEN sedangkan pada varian tanpa TDLR selain tulisan SPECIMEN juga terdapat tulisan TIDAK BERLAKU dan TJONTOH
Kedua tulisan tersebut jelas adalah bahasa Indonesia, sehingga sangat mungkin varian tanpa TDLR dicetak oleh Percetakan Kebajoran (lihat juga artikel 37. Rp2500 KOMODO) 

3 macam tulisan SPECIMEN, TIDAK BERLAKU  dan TJONTOH pada varian tanpa TDLR



Karena terdapat 2 macam variasi besar, yaitu TDLR dan tanpa TDLR yang kemungkinan besar dicetak oleh 2 percetakan yang berbeda, maka selain nomor serinya, sangat mungkin terdapat perbedaan-perbedaan lainnya. Mari kita lihat bersama :


WARNA
Bila kedua varian tersebut kita bandingkan bersama, maka akan terlihat adanya sedikit perbedaan warna :





Varian TDLR (atas) memiliki warna yang sedikit 'lebih gelap' dibandingkan varian tanpa TDLR (bawah). Perbedaan warna ini juga dapat ditemukan pada seri Sukarno, perhatikan gambar di bawah



Seri Sukarno TDLR (atas) dan PK (bawah) selain memiliki perbedaan nomor seri, tanda air dan letak benang pengaman juga memiliki sedikit perbedaan warna. 

Warna uang pada cetakan TDLR terlihat lebih kontras, lebih tajam dan memiliki gradasi warna yang lebih jelas, perhatikan perbedaan-perbedaan tersebut pada margin bagian bawah serta pada keseluruhan bagian uang.
Perbedaan gradasi warna pada margin bawah uang



LAMPU UV
Sekarang kita perhatikan bila kedua varian (TDLR dan tanpa TDLR) dilihat di bawah lampu UV. Apakah keduanya juga memiliki perbedaan? Mari kita lihat bersama.


Ternyata kedua variasi memberikan pendaran warna yang sangat berbeda. Varian TDLR (atas) memberikan pendaran warna lebih gelap dengan bunga di bagian tengah yang lebih 'menyala' dibandingkan varian tanpa TDLR (bawah). Sebaliknya varian tanpa TDLR memiliki pendaran benang pengaman yang lebih terang. 
Bagaimana bila semua variasi kita bandingkan bersama-sama di bawah lampu UV?

Semua varian TDLR (1,2 dan 3 huruf) memberikan pendaran warna yang seimbang sedangkan varian tanpa TDLR  (paling bawah) terlihat berbeda yaitu sedikit lebih pucat. 


 Pendaran warna bunga yang lebih 'menyala' pada varian TDLR (atas)



KESIMPULAN :

Bravo kepada teman kolektor kita yang memiliki mata elang. Dengan teliti dia dapat melihat perbedaan warna pada kedua varian. Mata seperti teman kita ini yang seharusnya dimiliki oleh setiap kolektor.  

Dan setelah diperhatikan serta diteliti lebih lanjut kita dapat melihat pada gambar-gambar di atas bahwa varian TDLR memang berbeda bila dibandingkan dengan varian tanpa TDLR. Perbedaan bukan hanya pada penomorannya saja tetapi hampir pada keseluruhan warna uang dan menjadi semakin mencolok bila dilihat dengan lampu UV. Perbedaan-perbedaan tersebut mungkin disebabkan oleh jenis tinta atau jenis kertas yang berlainan, mungkin juga kedua-duanya.

Semua perbedaan ini lebih menyakinkan kita bahwa kedua varian tersebut dicetak oleh 2 percetakan yang berbeda. Tetapi tanpa keterangan resmi dari pihak yang berwenang, kita tetap tidak bisa mengetahui secara pasti apakah Percetakan Kebajoran yang mencetak varian tanpa TDLR

Pertanyaan selanjutnya :
Apakah Rp2500 komodo yang memiliki variasi yang mirip dengan Rp1000 bunga juga memiliki perbedaan-perbedaan tersebut? Saya berharap teman-teman mau menelitinya sendiri.




Jakarta 6 Mei 2012
Kritik dan saran hubungi arifindr@gmail.com

Sumber :
1. Katalog Uang Kertas Indonesia edisi 2010
2. Standard Catalog of World Paper Money edisi 12
3. Koleksi teman-teman para kolektor


1 komentar:

temukan cara mengatakan...

Ternyata di waktu itu sudah ada percetakan uang kuno, yang baik ya