Rabu, 25 Januari 2017

88. Teliti

Saya yakin teman-teman pasti memiliki kedua lembar uang ini :




Seorang teman dengan teliti menyebutkan bahwa kedua uang tersebut memiliki tanda air yang letaknya tidak lazim yaitu di sisi kiri. Perhatikan letak tanda air pada uang kertas Bank Indonesia lainnya yang rata-rata terletak di sisi tengah atau kanan.

Dan uniknya, kedua uang tersebut memiliki tanda air pahlawan wanita. Apakah memang diatur demikian? Rupanya tidak juga. Banyak uang-uang bertanda air pahlawan wanita ternyata terletak di sisi kanan.

Sekarang kita perhatikan keterangan yang tertulis di KUKI edisi terakhir :







Kedua uang tersebut menurut KUKI memiliki tanda air yang sama yaitu pahlawan wanita Dewi Sartika.

Pertanyaannya adalah : 
Apakah benar keduanya memiliki tanda air serupa?

Setelah diterawang ternyata kedua uang tersebut memiliki tanda air sebagai berikut :

Pecahan 5000 Rupiah 1975 'nelayan' bertanda air pahlawan wanita yang berasal dari Aceh dan diakui sebagai pahlawan nasional pada tahun 1964 yaitu Cut Nyak Dhien



Sedangkan pecahan 5000 Rupiah 1980 si 'pengasah intan' baru benar bertanda air pahlawan wanita dibidang pendidikan yang berasal dari tanah Sunda yaitu Dewi Sartika. Beliau diakui sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1966.




Rupanya Katalog Uang Kertas Indonesia  keliru menampilkan data, bahkan katalog terbaru Oeang Noesantara juga ikut-ikutan salah menyebutnya. Kedua pecahan memiliki tanda air yang sangat berbeda.





Mengumpulkan uang kuno bukan hanya membeli lalu disimpan.
Perhatikanlah, telitilah dan resapilah gambar dan makna yang terdapat didalamnya.

Pertanyaan :
Sadarkah teman-teman sekalian kalau letak watermark pada uang kertas kita berubah sejalan dengan waktu?

Jaman Belanda :
Letak watermark menyebar pada seluruh bagian kertas seperti pada seri JP Coen dan federal atau pada bagian tengah seperti pada seri bingkai, Mercurius dan wayang.

Jaman kemerdekaan :
Pada permulaan, watermark masih banyak yang terletak di bagian tengah, seperti pada seri kebudayaan, pecahan kecil seri binatang dan seri bunga. 
Kemudian letak watermark berubah menjadi ke sisi kanan seperti pada seri pekerja, Sukarno, Sudirman dan seterusnya sampai saat ini. 


Hanya ada 3 lembar saja yang letakknya pada sisi kiri yaitu
1. Pecahan 5000 emisi 1975 'penjala ikan'
2. Pecahan 10000 emisi 1975 ' barong'
3. Pecahan 5000 emisi 1980 'pengasah intan'















2 komentar:

RB mengatakan...

Pak, kalo uang Rp 5000 yang sekarang itu watermark gambar siapa ya?
Di katalog dibilang Cut Nyak Dien (di PMG juga), tapi di website BI dibilang Cut Nyak Meutia.

fauzan syauqi mengatakan...

sekarang emisi 2016 watermark di kiri semua