Wednesday, January 25, 2017

65. Wayang 5 Gulden (bagian 2)

Siapakah karakter wayang yang ditampilkan pada pecahan 5 Gulden ini?

Perancang uang seri wayang adalah CA Lion Cachet. Beliau seorang seniman terkenal asal Belanda yang juga merancang uang-uang Gulden Nederlansche Bank. Dalam merancang dan menggambar uang kertas, Lion Cachet pasti telah meneliti dan memilih tokoh wayang tertentu yang pantas ditampilkan. Tokoh wayang tersebut dipastikan bukan rekayasa dan harus dikenal oleh mayoritas masyarakat pengguna yaitu masyarakat Jawa. 

Dalam beberapa kesempatan saya sempat berbincang-bincang dengan kurator museum Bank Indonesia, pak Gatot serta orang-orang tua dari daerah Jawa yang pernah mengalami beredarnya uang ini. Dengan spontan dan yakin mereka menyebut nama seorang tokoh yang digambarkan dengan sangat mirip dan sangat baik oleh Lion Cachet. Siapakah tokoh yang dimaksud?

Menurut David Irvine (2005: 139), wayang secara garis besar dapat dibedakan menurut ukuran, bentuk, warna, dan busana yang dipakainya. Untuk perbedaan lebih lanjut dapat dilihat dari bentuk karakteristik muka, aksesoris yang dipakai, dan bentuk tangan. Hal-hal tersebut dapat menjamin bahwa tiap karakter memiliki ciri khas yang dapat dikenali dan membuatnya berbeda dengan karakter wayang lainnya.


Karakter tokoh wayang harus dilihat dari ciri-ciri yang ditampilkan :
1. Memakai sanggul menyerupai ekor kadal
2. Sanggul memakai perhiasan garuda yang menghadap kebelakang
3. Berkulit kehitaman
4. Wajah sedikit mendongak dengan mata jaitan (agak sipit seperti benang jahit) menandakan tokoh yang baik, berlawanan dengan mata telengan yang bulat besar (mirip kelereng) seperti pada tokoh ksatria atau raksasa
5. Memakai kalung putera atau kalung berbentuk bulan sabit

Berdasarkan ciri-ciri tersebut maka dapat dipastikan kalau tokoh wayang tersebut adalah : RADEN SAMBA

Gambaran wayang kulit Raden Samba

Foto asli wayang orang tahun 1930an yang menggambarkan Raden Samba 
Mirip bukan? 

Raden Samba atau yang sering disebut sebagai Wisnubrata adalah seorang tokoh yang digambarkan memiliki watak yang galak, pandai bicara, bersuara nyaring, cerdik, sombong, agak pengecut dan selalu enaknya sendiri. Raden Samba merupakan anak kesayangan Prabu Kresna (Raja Dwarawati) dengan permaisuri Dewi Jembawati dan sewaktu lahir Raden Samba berwujud kera karena ternyata kakeknya Resi Jembawan adalah seekor kera. Karena itu tidak heran kalau Samba berkulit kehitaman dengan wajah sedikit monyong (walaupun demikian dia digambarkan memiliki wajah yang sangat tampan). Dia juga memiliki banyak saudara dan salah seorang adiknya ada yang kulitnya berbulu dan berekor warisan kakeknya yaitu Gunadewa.

Raden Samba tidak memiliki kesaktian, mirip seperti pecahan yang diwakilinya yang 'hanya' 5 Gulden alias biasa-biasa saja. Tetapi dia sangat pandai berbicara sehingga memikat banyak wanita, mirip juga dengan pecahan yang diwakilinya yang banyak digunakan dan dicari kebanyakan orang (ingat pecahan 5 Gulden waktu itu nilainya cukup besar bagi orang biasa, apalagi berupa kertas yang lebih mudah disimpan daripada logam sen yang berat). 

Menurut cerita Raden Samba adalah titisan Dewa Hyang Drema yang beristrikan Dewi Dremi. Mereka saling berjanji untuk berjumpa di dunia sebagai suami isteri. Dewa Hyang Drema menitis menjadi Raden Samba sedangkan Dewi Dremi menjadi Dewi Agnyanawati. Tetapi terjadi kekeliruan besar, Dewi Agnyanawati salah pilih jodoh, entah mengapa dia mengikuti Raden Bomanaraksura sebagai suaminya.

Selanjutnya entah bagaimana kedua sejoli tersebut saling bertemu, sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat maka Raden Samba ingin sekali mempersunting Dewi Agnyanawati tetapi tidak mungkin terjadi karena si dewi telah dipersunting duluan oleh Raden Boma. Samba nekad, dia berselingkuh dengan si dewi tetapi sayangnya kurang pintar, mereka ketahuan. Maka Samba ditangkap dan tubuhnya dicincang sampai hancur oleh tentara Raden Boma.

Tidak bisa menerima kalau putra kesayangannya dicincang oleh Boma maka Prabu Kresna, ayahanda Samba yang sangat sakti berhasil menghidupkan kembali sang anak dan terjadilah pertempuran terhebat yang melebihi perang dunia kedua. Apalagi si Boma memiliki kekuatan super Pancasonabumi, dimana akan hidup kembali bila jasadnya menyentuh bumi.

Setelah perang hebat yang memakan jutaan jiwa akhirnya Prabu Kresna berhasil membunuh Boma dengan memasang jaring di tubuhnya sehingga jasad Boma tidak menyentuh bumi lagi dan tewas untuk selama-lamanya. Raden Sambapun bisa hidup berdampingan kembali dengan pujaan hatinya sang Dewi Agnyanawati.

Dari cerita di atas tampak bahwa Samba adalah tokoh biasa yang karena ketampanannya serta keahliannya berbicara disukai banyak wanita, tetapi walaupun tidak memiliki kesaktian jangan berani-beraninya menghina apalagi membunuh dia karena dibelakangnya terdapat kekuatan super sang ayah yang bila perlu bisa menghidupkan kembali sang anak. Terbukti dengan munculnya wajah sang ayah pada pecahan yang lebih besar. 
Demikian ceritanya dan mengapa Lion Cachet memilih tokoh ini sebagai wakil dari pecahan 5 Gulden sangat mungkin karena pecahan ini menyerupai karakter si Samba:

Pecahan 5 Gulden adalah pecahan kecil yang biasa-biasa saja, tidak ada kesaktian tetapi disukai banyak orang. Walaupun hanya pecahan kecil, jangan dianggap remeh karena dibelakangnya ada beking sang ayah (dalam hal ini mungkin De Javasche Bank atau pecahan-pecahan yang lebih besar) yang memiliki kesaktian luar biasa yang siap membela dan bertempur  dengan siapa saja yang mengganggu ketentraman sang putra. 

Bagaimana menurut teman-teman? 
Ternyata betapa besar makna yang dikandung pecahan ini. Bukan hanya gambarnya saja yang indah tetapi pemilihan tokohnyapun tidak sembarangan. Walaupun hanya pecahan terkecil tetapi benar-benar merupakan sebuah mahakarya, dapat dibayangkan bagaimana dengan pecahan besarnya.
Karena itu tidak heran uang ini menjadi primadona dan sangat digemari oleh setiap kolektor lokal maupun mancanegara. 
Bravo Lion Cachet, bravo numismatik Indonesia.

Jakarta 21 April 2013
Terima kasih kepada pak Gatot serta berbagai narasumber lainnya. 
Juga terima kasih kepada para teman yang telah berpartisipasi dan mengirimkan ratusan email tentang siapa tokoh wayang pada uang pecahan 5 Gulden ini.
Bila ada komentar atau pendapat, silahkan kirim melalui email arifindr@gmail.com 

2 comments:

temukan cara said...

Artikel tentang uang kuno yang sangat bagus... salam numismatik...

tafsiyatun rohanah said...

Terima kasih atas artikelnya. Saya baru tahu dan baru pertama kali membaca ttg ini.Krn anak kami bernama Abi Tatwamarta Siwamba, dengan panggilan Samba. Sejak kecil bahkan seringkali dipanggil Raden Samba. Anehnya, penggambaran sifatnya mirip sekali. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih.