Wednesday, January 25, 2017

77. Hitung-hitungan si Komo

Kali ini kita akan mengadakan sedikit hitung-hitungan tentang berapa banyaknya populasi 
pecahan 2500 Rupiah si komodo



Uang komodo memiliki beberapa keistimewaan :
1. Ukuran uang ini sangat besar yaitu 181 x 93 mm dan merupakan uang Rupiah terbesar, tidak ada yang bisa mengalahkannya kecuali sang kakak 5000 Rupiah banteng, tetapi karena banteng tidak jadi diedarkan maka tidak masuk hitungan.
2. Pecahannya cukup ganjil yaitu dua ribu lima ratus rupiah. Tidak ada pecahan lain yang memiliki nilai serupa kecuali Sukarno 2500 Rupiah yang juga tidak beredar sehingga lagi-lagi tidak masuk hitungan.
3. Gambar utamanya adalah komodo, seperti juga adik-adiknya si macan dan si gajah, gambar pada uang2 tersebut sangat khas dan tidak ada duanya sehingga bila menyebut uang ini anda cukup mengatakan uang kertas gambar komodo maka kita akan langsung mengerti.
4. Sistem penomorannya atau nomor serinya yang cukup merepotkan. Ada 3 varian yaitu : 
1 huruf 4 angka, 
2 huruf 4 angka dan 
2 huruf di atas huruf I dengan 5 angka.

Berdasarkan huruf dan angkanya mari kita coba-coba untuk menghitung berapa populasi si komodo ini.

Varian pertama 1 huruf 4 angka
Kita anggap saja semua huruf dari A sd Z terpakai maka akan terdapat 26 abjad x 4 angka (sekali lagi kita anggap saja semua angka terpakai yaitu dari 0001 sd 9999).
Rumusnya = 26 x 9999 = 259.974 lembar atau kita genapkan saja maksimal 260.000 lembar

Varian kedua 2 huruf 4 angka
Kalau sampai varian ketiga diterbitkan maka logikanya varian kedua ini hurufnya habis terpakai, yaitu dari AA sd ZZ. Mari kita coba hitung berapa populasinya :
AA sd AZ = 26, AA sd ZZ = 26, sedang masing2 terdiri dari 4 angka (9999)
Rumusnya = 26 x 26 x 9999 = 6.759.324 lembar atau genapkan saja maksimal 6.760.000 lembar

Varian ketiga 2 huruf di atas angka 1 (sebagian menganggap sebagai huruf I) 5 angka
Varian ini tidak mungkin dicetak sampai habis, sebagai contoh saya mengambil salah satu yang terbesar yang saya miliki yaitu GA/I. Tentu saja sangat mungkin teman-teman ada yang memiliki abjad yang lebih besar lagi.


Dari gambar di atas bisa kita lihat kalau angka pertama dari 0-9 terpakai semua

Kita hitung yuk berapa kira-kira populasi varian ketiga ini :
Anggap saja yang terbesar minimal adalah GA, berarti :
AA sd AZ = 26 abjad x 5 angka (99999) = kita genapkan saja menjadi 2.600.000 lembar
BA sd BZ = 2.600.000 lembar
CA sd CZ juga demikian, D, E dan F sama saja = 10.400.000 lembar
GA = 99999 atau kita genapkan saja 10.000 lembar maka total adalah : 15.610.000 lembar

Kalau huruf depannya lebih besar dari GA sudah pasti angkanya akan lebih besar lagi. Jadi hitung-hitungan varian ketiga ini adalah jumlah minimal.

Dari hitung-hitungan sederhana di atas, bila ditotal ketiga varian menjadi 22.630.000 lembar. Sekarang mari kita coba bandingkan populasi antara ketiga varian :

Varian pertama : kedua : ketiga adalah 
maksimal 260.000 : maksimal 6.760.000 : minimal 15.610.000 
1 : 26 : 60 (minimal)

Kesimpulan : varian pertama 60 kali lebih langka dibandingkan varian ketiga sedangkan varian kedua sekitar 2-3 kali lebih langka dibanding varian ketiga. Bahkan bila semua populasi varian pertama ditambah dengan varian kedua jumlahnya juga masih jauh lebih sedikit dibanding varian ketiga. Tidak heran harga varian pertama akan jauh lebih mahal dibanding varian ketiga.

Sekarang bagaimana kalau kita coba iseng membandingkan populasi si komodo dengan si macan dan si gajah.


Sebagaimana kita tahu macan dan gajah hanya terdiri dari 2 varian saja yaitu 1 huruf 4 angka dan 2 huruf 4 angka sehingga jumlah maksimalnya sama dengan hitung-hitungan kita di atas :
Varian 1 huruf maksimal 260.000 lembar
Varian 2 huruf maksimal 6.760.000 lembar, bila ditotal keduanya = 7.020.000 lembar

Jadi jumlah maksimal populasi macan dan gajah masing-masing adalah 7.020.000 lembar sedangkan jumlah minimal populasi komodo adalah 22.630.000

Macan : Gajah : Komodo 
7.020.000 : 7.020.000 : 22.630.000 
1 : 1 : 3,2 (minimal)

Jadi seandainya kita misalkan harga komodo varian ketiga berkondisi UNC Rp.5 juta maka secara kasar bisa kita hitung harga wajar untuk macan dan gajah varian 2 huruf yang berkondisi sama adalah minimal 3,2 kali lipatnya atau sekitar Rp.16 juta. Cukup masuk akal.
Bila macannya atau gajahnya varian satu huruf dan UNC pula maka harganya menurut hitungan tersebut seharusnya adalah 26 kali lipat lebih mahal atau sekitar Rp.416 juta (?? Rasanya agak kelewatan yah, siapa yang mau beli??) 

Kesimpulan :
Varian 1 komodo 60 kali lipat lebih langka dibandingkan populasi
Varian 1 macan atau gajah 26 kali lipat lebih langka dibanding populasi
Varian 1 komodo 2-3 kali lipat lebih langka dibanding varian 1 macan atau gajah
Jumlah perbandingan populasi antara macan : gajah : komodo adalah 1 : 1 : 3,2 (minimal)
Kesimpulan terakhir, hitung-hitungan dan harga perkiraan kita ini cuma di atas kertas saja. Keadaan sebenarnya tentu berbeda. Kita tidak akan pernah tahu jumlah pastinya, kita juga tidak akan pernah tahu berapa banyak yang tersisa. Tetapi sekarang setidaknya kita bisa menduga dan memperkirakan walau tidak mungkin 100% tepat, jumlah populasi dan tingkat kelangkaan masing-masing varian.

Bagaimana menurut pendapat teman-teman?  
Mohon masukkannya ya.......






1 comment:

Karsan Arrighi said...

bagaimana dengan pecahan 2.500 komodo specimen? mnurut saya komodo bsa sdikit spesial jika kita mlihat bahwa komodo adalah bnatang asli indonesia dan menjadi di icon dunia yaitu pulau komodo nya