Rabu, 25 Januari 2017

85. Gambar pada uang kertas (2)

Kembali lagi kita melihat gambar-gambar yang terdapat pada uang kertas negara kita. 


2 - 1/2 Rupiah seri suku bangsa tahun 1954 dan 1956


Uang yang sisi depannya berwarna merah ini bergambar seorang laki-laki yang dengan sekali lihat pada wajahnya dapat kita perkirakan berasal dari Flores, Nusa tengara Timur. Ciri khas penduduk Flores ini bisa terjadi karena dulu pulau Flores bersama dengan Timor Timur merupakan koloni Portugis sehingga terjadi percampuran genetik antara suku Melayu, Melanesia dan Portugis. Bahkan kata Flores sendiri dalam bahasa Portugis berarti "bunga" dalam bentuk jamak. Mungkin sewaktu Portugis pertama kali mendarat disana mereka menemukan daratan yang sangat indah dan dipenuhi berbagai macam bunga.
   
Gambar pada uang kertas ini rupanya diambil oleh seorang fotografer Belanda bernama A. Ley yang sedang mengadakan perjalanan ke daerah tersebut. Foto dapat ditemukan di dalam buku Tanah Air Kita  susunan NA Douwes Dekker.


Perhatikan baik-baik gambar pada buku, bandingkan dengan yang ada pada uang kertas. Sungguh mirip bukan? Bukan hanya senyum dan kerut-kerut wajahnya saja bahkan sarungnya yang bergaris-garis dan tali kalungnya juga ikut ditampilkan. Tidak dapat kita tolak lagi bahwa foto pada buku ini merupakan sumber inspirasi utama bagi si pelukis uang. 

Sekarang mari kita baca keterangan yang terdapat pada foto tersebut:

"Orang Flores jang chas mukanja seperti ini, menjampaikan selamat datang kepada kami. Ketika mengadakan perdjalanan mengembara keseluruh pulau2 Sunda-Ketjil, maka Flores kami pakai sebagai pangkalan - agar bersamaan dengan perputaran djarum2 lontjeng - untuk mengundjungi pulau2 disekitar Laut Sawu dan achirnja berlajar kearah Barat, ke Bali."

Dengan senyumnya yang khas dan ramah orang Flores menyambut dan menyampaikan selamat datang kepada para tamu. Tidak heran tempat tersebut dijadikan pangkalan untuk melakukan perjalanan berikutnya.  


Bagian belakang uang

Bagian belakang uang ini bergambar Garuda Pancasila di sisi tengah dan diapit angka atau nominal uang di sisi kanan kirinya serta text undang-undang di bagian bawah. Menurut buku Sejarah Bank Indonesia gambar pada sisi belakang uang ini diambil dari uang kertas Suriname yang beredar pada masa yang sama. Betulkah demikian, mari kita lihat kemiripannya.


Silahkan teman-teman bandingkan keduanya, apakah mirip?
Lambang negara di bagian tengah dan text undang2 di bawahnya. Bedanya uang Suriname memiliki tanda air di sisi kanannya sedangkan uang kita tidak ada sehingga bagian tersebut diganti dengan nominal. Karena seri ini merupakan uang kertas pertama yang dirancang oleh NV Pertjetakan Kebajoran yang tentunya masih sangat minim pengalaman, maka tidak heran para pelukis dan perancang uang mencari-cari  ide dari uang kertas negara lain. 
Tetapi kenapa pilihannya Suriname?
Mungkin karena disainnya simpel dan mudah dijadikan contoh, selain itu Suriname masih merupakan kerabat dekat Indonesia yang sama-sama dijajah Belanda, ditambah lagi dengan banyaknya penduduk Jawa yang berada disana. 

Bukan cuma sekali itu saja uang kita memiliki kemiripan dengan Suriname, diantaranya adalah uang di bawah ini :


Seri gedung 1919-1921, perhatikan kemiripannya dengan uang Suriname. Keduanya sama-sama bergambar gedung di bagian tengah dengan nominal di kiri kanan dan di keempat sudut. Walaupun beredar tidak pada saat yang bersamaan (DJB seri gedung diedarkan 20 tahun lebih awal) tetapi keduanya dicetak oleh perusahaan yang sama yaitu American Banknote Company (ABNC). Rupanya ABNC tidak mau ambil pusing untuk merancang uang baru, ambil saja dari contoh yang sudah ada. Toh kedua negara tersebut sama-sama jajahan Belanda, jadi boleh dong kalau ada kemiripannya. Untungnya karena uang kita diedarkan duluan maka boleh dibilang Suriname yang meniru tetapi sebaliknya pada seri suku bangsa, uang kita yang meniru Suriname.


Selain dengan Suriname ternyata uang kita di jaman Belanda ada yang sangat mirip dengan uang dari negara Amerika Latin lainnya, yaitu Brazil. 
Tidak percaya? Silahkan lihat saja.

Apakah mirip?
Uang Coen Mercurius kita ternyata ada tiruannya yaitu uang Brazil, tetapi yang mana meniru yang mana kita tidak akan pernah tahu karena keduanya diedarkan pada masa yang bersamaan.
Menarik bukan?



Pembahasan kita lanjutkan dilain waktu dengan mengambil gambar uang yang lain. Apakah teman-teman dapat menebak gambar pada uang pecahan dan tahun berapakah yang diambil dari foto di bawah ini? 

2 komentar:

bant mengatakan...

Gan, kalo melebur koin di Indonesia legal gak???

Horop Gedrik mengatakan...

(1) Gambar candi sama kancil di sebelah kiri itu = gambar pada bagian belakang uang 5 rupiah 1957 seri hewan, saya kira selama ini gambar di uang tsb adalah gambar dari salah satu candi dieng, eh ternyata candi prambanan

(2) Gambar kedua = gambar bagian belakang uang 10000 emisi 1992 hehehe