Rabu, 25 Januari 2017

87. Gambar belakang uang NICA

Gambar belakang seri NICA

Terbiasa dengan gambar uang ini? Tidakkah kita ingin tau lebih lanjut apa dan makna dari gambar uang yang kita anggap biasa ini?


Pada sisi belakang seri NICA 1943 terdapat 3 gambar yang mewakili angkatan perang Belanda yaitu sebuah pesawat terbang, seorang tentara dan sebuah kapal perang. Kita bahas satu persatu yuk.

Pesawat terbang (aircraft)

Gambar pertama adalah sebuah pesawat tempur, jenisnya adalah Brewster F2A Buffalo buatan Amerika. Pesawat ini digunakan oleh angkatan laut Amerika, Finlandia, Inggris, Belgia dan Netherlands East Indies.. Persenjataannya sebuah senapan mesin M2 Browning 12,7 mm dengan 200 peluru dan  AN Browning 7,62 mm yang berisi 600 peluru.  Karena dipakai untuk jarak jauh maka ada tangki bahan bakar tambahan pada badannya mengakibatkan sosoknya menjadi bongsor dan gendut, sehingga pesawat ini mendapat julukan 'buffalo'
Pemerintah Netherlands East Indies memesan 144 pesawat ini dan hanya 71 yang berhasil tiba dengan selamat, kemudian digunakan untuk mempertahankan Singapore dan Jawa dari serangan tentara Jepang. Sayangnya pesawat bongsor ini kalah lincah bila dibandingkan dengan pesawat Jepang Mitsubishi Zero sehingga banyak yang berhasil ditembak jatuh.

Pada tanggal 19 Februari 1942 di atas Semplak, Jawa Barat, 8 pesawat ini bertemu dengan iring-iringan 35 pesawat pembom Jepang yang dikawal sekitar 20 pesawat Zero. Pertempuran hebat pun terjadi, 11 pesawat Jepang berhasil dijatuhkan dengan korban 4 pesawat Brewster. Sebagai balasasan pada tanggal 7 Maret 1942 Jepang menyerbu pangkalan udara Belanda, menghancurkan 30 pesawat Brewster dan membunuh banyak pilot Belanda. Beberapa sisanya melarikan diri ke Australia.

Brewster F2A Buffalo unit 2 VLG-V tempat August Deibel bertugas
Perhatikan lambang KNIL (segitiga orange terbalik) di bagian ekor pesawat

Dua pilot Belanda yang terkenal pada pertempuran Semplak tersebut adalah   Jacob van Helsdingen dan August Deibel, Masing-masing menjatuhkan 3 pesawat musuh sehingga mendapatkan penghargaan Millitary William Order, sebuah penghargaan tertua dan  tertinggi dari kerajaan Belanda yang diberikan untuk tentara yang memiliki keberanian luar biasa sewaktu bertempur. 
Sayangnya Jacob van Helsdingen meninggal tidak lama kemudian yaitu pada pertempuran di Lembang 7 Maret 1942 sedangkan  August Deibel pada 1951, sehingga gambar sang pilot yang berdiri gagah disamping pesawat Brewster pada uang NICA kemungkinan besar adalah August Deibel. 

Tentara

Pada bagian tengah uang tampak sesosok tentara yang berdiri menyamping, ciri utama dari tentara tersebut adalah topinya yang menekuk di salah satu sisi, topi demikian, dinamakan bamboo hat khas dipakai oleh tentara KNIL.

Topi bambu atau bamboehoed, khas tentara KNIL

KNIL adalah singkatan dari Koninklijk Nederlandsch Indische Leger atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Dibentuk setelah perang Diponegoro usai tahun 1830 yang para anggotanya terdiri dari tentara sewaan, tentara Belanda yang desertir dan rakyat pribumi. Dengan iming-iming gaji yang besar (300 Gulden perbulan atau sekitar 1 tahun gaji buruh), KNIL berhasil merekut puluhan ribu tentara. Tugas utamanya adalah mengamankan aset dan menjaga perdamaian di Hindia Belanda. Tentara KNIL berhasil memadamkan beberapa pemberontakan seperti perang Padri (1821-1845) dengan tokohnya Tuanku Imam Bonjol dan perang Aceh (1873-1904) yang terkenal dengan tokohnya Teuku Umar. Panglima Polem dan Teuku Cik Ditiro.
Brosur propaganda perekutan KNIL

Selama perang dunia kedua berkecamuk, KNIL berdiri sendiri tanpa berhubungan lagi dengan pemerintah pusat Belanda karena waktu itu Belanda telah diduduki oleh NAZI Jerman. Akibatnya KNIL menjadi tidak terorganisir dan selama berperang dengan Jepang banyak anggota KNIL yang melarikan diri ke Australia. Mereka menyusun kekuatan untuk menegakkan kembali kekuasaan Belanda di Indonesia. Salah satu anggota KNIL yang terkenal sadis dan brutal adalah Captain Raymond Westerling  yang mendirikan Angkatan Perang Ratu Adil dan mengeksekusi ribuan penduduk. 
Dengan diakuinya kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 27 Desember 1949 maka pada tahun 1950 KNIL dibubarkan dan para personilnya ada yang ikut melebur ke dalam TNI tetapi ada juga yang pergi ke Belanda dan tinggal disana sampai beranak cucu.

Lambang KNIL

Tentara KNIL yang dijadikan model pada gambar uang  


Tentara KNIL, perhatikan topinya yang khas


Kapal perang (warship)

Dengan pecahnya perang dunia kedua pada Mei 1940, Pemerintah Belanda membangun secara besar besaran kapal perang modern. Tetapi hanya segelintir yang bisa diselamatkan sewaktu NAZI Jerman menyerang Belanda dan memaksa Belanda untuk menyerah. Dengan sisa-sisa kapal perang yang selamat ditambah rekondisi kapal perang kuno di Inggris, Pemerintah Belanda memainkan peran yang cukup berarti sewaktu melawan Jepang pada perang Asia Pasifik. Kapal perang Belanda bermarkas di Inggris, Sri Lanka dan Australia Barat. 

Ada berbagai jenis tipe kapal perang seperti kapal induk, kapal perusak (destroyer), kapal penjelajah (cruiser), kapal selam, fregat dan lain sebagainya. Salah satu tipe yang dibahas disini adalah tipe penjelajah (cruiser). Disebut demikian karena kapal jenis ini mampu berada di lautan untuk waktu yang sangat lama, Bersenjata lengkap, berkecepatan tinggi dan mampu mengatasi/menghindari serangan dari berbagai kapal musuh.

Pemerintah kerajaan Belanda memiliki berbagai tipe kapal penjelajah, salah satu yang paling terkenal adalah JAVA dan SUMATRA. Dinamakan demikian karena kedua kapal ini memang dipergunakan untuk memperkuat armada tempur di daerah jajahannya yaitu Netherlands Indies.  
  

Gambar pada uang NICA ini adalah kapal penjelajah JAVA yang memiliki berat 6670 ton dan bisa memuat 526 anak buah kapal. Kapal ini memiliki persenjataan cukup hebat yaitu 8 meriam 40 mm,  8 senapan mesin anti pesawat terbang, ranjau anti kapal selam dan bisa memuat 2 pesawat Fokker  C-11W yang bisa mendarat di air, lengkap dengan tiang pengangkutnya (crane). Dengan muatan penuh kapal penjelajah JAVA bisa mengarungi lautan sejauh 5000 mil dengan kecepatan 12 knot (sekitar 8000 km dengan kecepatan 22 km/jam). Sebuah kapal perang yang cukup menyeramkan dan menjadi tulang punggung kekuatan Belanda di Netherlands Indies.

Fokker C11W sewaktu diangkat dengan crane 


Ratu Wilhelmina dan Juliana berfoto bersama para krew JAVA di Amsterdam 1925

Sebenarnya kapal perang JAVA termasuk kapal kuno yang dibuat pada tahun 1916 dan diluncurkan 9 Agustus 1921.Lalu direkondisi tahun 1937 dengan penambahan meriam dan alat-alat lainnya. Setelah selesai kemudian dikirim untuk mempertahankan Netherlands Indies dari serbuan Jepang. Setelah beberapa tugas yang berbahaya, diantaranya menghadang konvoi Jepang di Palembang, penyerbuan ke Bali, penyerbuan ke Singapore dan lain sebagianya, Pada tanggal 27 Februari 1942 di laut Jawa, kapal ini dihadang konvoi Jepang yang berkekuatan dahsyat terdiri dari 2 penjelajah berat, 2 penjelajah ringan dan 14 kapal perusak. JAVA terkena terpedo tepat di gudang amunisinya sehingga meledak dan mematikan sistem kelistrikannya. Akibatnya para krew tidak bisa menurunkan sekoci dan menggunakan barang seadanya untuk menyelamatkan diri. Sekitar 15 menit kemudian kapal ini tenggelam membawa serta 512 anak buahnya berikut sang kapten Ph.B.M. van Straelen.

Pada tanggal 1 Desember 2002, sebuah expedisi Belanda menemukan reruntuhan kapal ini dikedalaman 69 meter.




Demikian nasib kapal penjelajah JAVA yang gambarnya terdapat pada uang kertas seri NICA. Kapal berkekuatan besar ini dijadikan simbol kekuatan Belanda di negara jajahannya sehingga tidak heran ditampilkan pada uang tersebut. Ingat seri NICA dipakai oleh Belanda untuk menguasai Indonesia kembali. 


Kesimpulan:
Gambar pada bagian belakang uang kertas seri NICA terdiri dari angkatan perang Hindia Belanda yang diwakili oleh :
Pesawat terbang Brewster F2A Buffalo dengan sang pilot (kemungkinan August Deibel) yang berdiri gagah disampingnya. Lalu di bagian tengah tempak seorang anggota KNIL yang membawa perlengkapan dan persenjataan lengkap serta sebuah kapal perang jenis cruiser bernama JAVA.

Bersamaan dengan gambar bagian depannya, Ratu Wilhelmina dan lambang kerajaan Belanda, Tidak dapat dipungkiri lagi kalau uang seri NICA ini adalah uang perang, yang memang dipersiapkan untuk merebut kembali Indonesia melalui kekuatan senjata. 

Bagaimana? Apakah kisah ini bisa mengugah keingintauan teman-teman sekalian akan makna yang terkandung dari gambar pada selembar uang kertas?




Jakarta 17 Juli 2015
Sumber utama www.netherlandsnavy.nl







1 komentar:

Faesal mengatakan...

Keren pak arifin, menambah wawasan saya tentang kekuatan militer belanda sewaktu menjajah indonesia. Sebab dibuku pelajaran sejarah hanya itu itu saja sejarah yg diceritakan.