Rabu, 25 Januari 2017

92. Uang Sayur (1)

UANG SAYUR 
Jaman Belanda dan Jepang

Bagi yang pernah berhubungan dengan para penjual uang kuno pasti pernah mendengar istilah 'uang sayur'. Istilah ini sangat umum dan sering sekali diucapkan. 
"Selamat siang pak, apakah ada barang bagus?" Tanya si kolektor kepada seorang penjual
'Wah, tidak ada pak. Hanya uang sayur saja" Jawab si penjual.

Sebenarnya apa sih yang mereka maksudkan dengan 'uang sayur' ?

Sebagian besar penjual mengartikan uang sayur sebagai uang kuno yang biasa-biasa saja, yang mudah didapat, sering ditemukan, dan bernilai murah. Biasanya merupakan pecahan kecil atau yang berkondisi jelek. Walaupun tidak ada batasan yang baku, tetapi sepertinya ada kesepakatan tidak tertulis untuk memasukkan uang-uang tertentu kedalam kelompok ini.

Untuk itu mari kita lihat beberapa contoh uang-uang jaman Belanda dan Jepang apa saja yang secara umum bisa digolongkan sebagai uang sayur.  

1. Japansche Regeering 1, 5 dan 10 cent


Alasan mengapa uang ini dimasukkan ke dalam kelompok uang sayur karena sangat mudah ditemukan bahkan dalam bentuk gepokan  berisi 100 lembar. Harga perlembar untuk kondisi UNC cuma sekitar Rp5-10 ribuan saja. Tidak ada kolektor yang kesulitan mengumpulkan uang ini. Bahkan karena sedemikian banyaknya sampai ada kolektor yang menyimpan dalam bentuk gepokan atau mengurutkan nomor serinya dari S1, S2, S3 sampai tamat.   

2. Varian biasa pecahan JIM lainnya, De Japansche Regeering 1/2, 1, 5 dan 10 Gulden


Varian biasa seri JIM ini sangat banyak dan sangat mudah ditemukan. Karena itu tidak heran bernilai rendah, hanya beberapa puluh ribu saja perlembar UNC nya sehingga seringkali dimasukan ke dalam kelompok uang sayur.

3. Kondisi biasa seri Dai Nippon Teikoku Seihu pecahan 10 dan 100 Roepiah


Walaupun kondisi UNC nya mulai sukar ditemukan tetapi pecahan 10 Roepiah bergambar Gatot Kaca dan 100 Roepiah Garuda Wisnu Kencana berkondisi biasa sangat umum dan banyak sekali didapat. Rasanya setiap penjual uangkuno kaki limapun pasti memiliki uang-uang ini. Harga perlembar dikisaran 10-50 ribu Rupiah.

4. Kondisi jelek seri Pemerintah Dai Nippon pecahan 100 Roepiah


Pecahan ini yang berkondisi jelek sangat banyak dan sangat mudah ditemukan. Ditambah lagi varian palsunya yang sejibun. Hargapun  menjadi sangat rendah. Perhatikan gambar di atas, tiga yang kanan adalah palsu. 
Sebaliknya, jangan anggap enteng uang asli yang berkondisi UNC, selain sangat sulit juga sangat mahal.

5. Kondisi jelek seri NICA pecahan 1 Gulden/Roepiah 1943
  

Pecahan ini sangat banyak dan mudah sekali ditemukan, Apalagi yang berkondisi jelek. Yang UNC saja harganya cuma sekitar 200 ribuan, bisa anda bayangkan berapa harga yang berkondisi acak-acakan seperti pada gambar di atas? 

6. Kondisi jelek seri 1940, 1943, 1946, 1947 dan 1948
Walaupun bernilai sedikit lebih tinggi, tetapi banyak penjual yang memasukan pecahan2 ini ke dalam kelompok uang sayur, contohnya seri NICA 50 cent, 2-1/2, 5 dan 10 Gulden berkondisi jelek, harga perlembar tidak lebih dari beberapa puluh ribu saja.
Termasuk pula dalam kelompok ini uang berkondisi jelek dari pecahan 5 dan 10 Gulden seri  Federal 1946, seri munbiljet 1 dan 2-1/2 Gulden 1940, 10 dan 25 sen 1947 dan seri Federal 1948. 



Beberapa tahun yang lalu pecahan 5 dan 10 Gulden seri wayang serta 25 Gulden seri Coen juga dimasukkan dalam kelompok uang sayur. Bahkan pecahan 25 Gulden wayang dan 100 Coen juga tergolong umum ditemukan. Waktu itu harga perlembar tidak lebih dari beberapa puluh ribu saja. Saya masih ingat dipasaran pernah beredar lebih dari 800 lembar pecahan 25 Gulden wayang kondisi fine-very fine dengan harga sekitar 150-250 ribu perlembar.
Tetapi dengan berlalunya waktu uang-uang ini mulai langka dan naik derajadnya, meninggalkan seri-seri lainnya. Karena itu seiring dengan waktu, kelompok uang sayur akan berubah. Sebagian pergi melesat, dan sebagian lagi masih tetap menyandang predikat tersebut. 

Dulu uang-uang ini (sampai awal tahun 2000an) tergolong uang sayur, 
wayang 5 dan 10 Gulden hanya bernilai puluhan ribu Rupiah saja, 
Yang UNC masih bisa didapatkan dengan harga 250 ribuan  perlembar.
Coen 25 dan 100 Fine/VF hanya dikisaran 50-100 ribuan. 
Coen 100 UNC masih diperjualbelikan diharga 1 juta/lembar

7. Uang kertas separuh, korban gunting Sarifuddin

Uang separuh pecahan kecil Seri Coen, wayang, NICA dan federal
termasuk uang sayur, harga perlembar seikitar 5-10 ribuan 


Pengertian uang sayur tentu berbeda antara setiap kolektor dan setiap penjual. Penjual besar menganggap wayang 25 berkondisi Fine sebagai uang sayur, tetapi penjual kaki lima mungkin tidak akan menganggap demikian. Kolektor juga sama saja, Pengertian uang sayur untuk yang satu belum tentu sama untuk yang lain. Secara umum dapat dikatakan kelompok uang sayur adalah uang yang sering ditemukan, mudah didapat, dan bernilai rendah. Disetarakan atau dianalogikan dengan harga sayur di pasar yang mudah ditemukan dan murah. Seperti telah dijelaskan di atas, untuk uang jaman Belanda tidak banyak yang termasuk dalam kelompok ini, Umumnya pecahan kecil berkondisi jelek. Untuk uang jaman Jepang terbalik karena walaupun mulus, hampir semuanya termasuk uang sayur. Bagaimana dengan uang Rupiah Indonesia? Apakah banyak yang termasuk kelompok uang sayur? Penjelasannya lain kali saja ya....
(bersambung)



Tidak ada komentar: