Rabu, 25 Januari 2017

93. Uang Sayur (2)

UANG SAYUR (2)
Jaman kemerdekaan

Dalam dunia numismatik kita dikenal istilah 'uang sayur'.
Istilah ini boleh jadi menunjukkan kerendahan hati si pedagang yang mengartikan kalau uang dagangannya hanya berkaliber biasa-biasa saja. Walaupun tidak ada kepastian jenis uang apa saja yang termasuk 'uang sayur'. Tetapi sepertinya ada kesepakatan tidak tertulis dari para penjual dan para kolektor untuk memasukkan uang2 tertentu kedalam kelompok ini. Mari kita lihat uang-uang apa saja yang kira-kira dianggap sebagai uang sayur. Tentu saja anggapan ini tidak mutlak, kelompok uang sayur bisa berbeda antar para penjual dan para kolektor.

1. Uang ORI seri I dan II 1946-1947 (kondisi jelek)


Seri ORI I dan II serta beberapa pecahan ORI III yang berkondisi jelek sangat banyak sekali ditemukan, karena itu tidak heran kalau uang ini dimasukkan kelompok uang sayur. Harga untuk kondisi demikian mungkin cuma sekitar 5-10 ribuan saja perlembarnya.


Penawaran dari daerah, setumpuk uang ORI lusuh.
Mau dihargai berapa ya?

2. Seri RIS 1950 (kondisi biasa)

Pecahan 5 dan 10 Rupiah 1950 kondisi biasa 
mudah ditemukan dan bernilai rendah

3. Seri Pemandangan alam 1951 dan 1953 (semua kondisi)


Seri ini sangat banyak dan mudah ditemukan. Walaupun berkondisi UNC nilai jualnya hanya dikisaran beberapa puluh ribu rupiah saja.

4. Seri Kebudayaan 1952 (kondisi jelek)

Kecuali pecahan 5 (var 1 huruf), 50 dan 1000 Rupiah yang cukup sulit ditemukan, Pecahan lainnya relatif mudah dicari, apalagi yang berkondisi jelek. Tidak heran sebagian penjual memasukkan seri ini kedalam kelompok uang sayur. Tetapi jangan coba2 dengan yang berkondisi UNC dan asli terutama pecahan 100 Rupiah, selain sangat sulit dicari juga bernilai tinggi.

5. Seri Suku bangsa 1954 dan 1956 (semua kondisi)

Seri ini termasuk uang sayur sejati, sangat banyak, sangat mudah ditemukan dan sangat murah.
Bisa ditemukan dalam bentuk gepok (100 lembar) dan brut (1000 lembar). Harga perlembar hanya dikisaran beberapa ribu rupiah saja. Walau demikian uang ini sangat dicari untuk dijadikan mahar.

6. Seri binatang pecahan 50 dan 100 Rupiah (kondisi jelek)

Dari semua pecahan seri ini, pecahan 50 dan 100 Rupiah yang terbanyak ditemukan  kondisi jeleknya. Karena murah, bisa dijadikan pengisi sementara sambil mengumpulkan uang untuk mencari yang UNC nya.

Bagimana dengan pecahan 5 Rupiah si orangutan?
Kondisi jelek uang ini ternyata lebih sulit ditemukan daripada kondisi UNC nya, sehingga sebagian kolektor ada yang berpendapat kalau pecahan ini tidak pernah diedarkan. 
Tetapi pada kenyataannya tidaklah demikian. Hampir semua uang yang UNC memiliki prefix ABV dan ZAL Sedang prefix lain (sebagian besar varian 2 huruf) kebanyakan sudah tidak UNC yang berarti sudah pernah beredar. Artinya uang ini memang sempat beredar tetapi kemudian ditemukan gepokan dalam jumlah besar prefix ABV dan ZAL yang berkondisi UNC sehingga tampak seolah-olah  uang ini tidak pernah beredar.  

Pecahan 5 Rupiah orangutan used, kebanyakan varian 1 dan 2 huruf
Sedangkan untuk varian 3 huruf ABV dan ZAL hampir semuanya UNC
Bukti kalau uang ini memang sempat beredar

7. Seri pekerja 1958 (kondisi jelek)

Semua pecahan kecil seri 1958 (5,10,25,50,100 Rupiah) termasuk uang sayur sejati. Kondisi UNCnya sangat banyak dan sangat mudah ditemukan bahkan dalam bentuk gepokan urut nomor. Untuk pecahan 500 dan diatasnya sudah agak sulit ditemukan apalagi yang berkondisi prima sehingga sebagian besar penjual setuju untuk mengeluarkannya dari kelompok uang sayur.

8. Seri bunga 1959 Pecahan 5-100 Rupiah (varian biasa)

Varian biasa (3 huruf) seri bunga kecuali pecahan 500, sangat banyak dan mudah ditemukan. Bahkan yang UNC dan gepokan juga masih bisa ditemukan. Tidak heran predikat uang sayur masih terus disandang oleh seri ini.

Sebagian gambar uang dalam bentuk gepokan
Bisa anda bayangkan berapa banyaknya uang ini?

9. Seri sandang pangan 1960 dan 1961 (semua kondisi)

Seri ini termasuk uang sayur sejati. jumlahnya luar biasa banyak bahkan masih banyak ditemukan dalam bentuk gepokan utuh. Harga perlembar cuma dikisaran 5-15 ribu Rupiah saja.


Contoh gepokan seri sandang pangan
Tampaknya predikat uang sayur sejati akan masih lama disandangnya

10. Seri Sukarno 1960 (pecahan 5-100 varian biasa, kondisi jelek)

Karena permintaan yang tinggi, secara pelan seri ini mulai meninggalkan predikat 'uang sayur'
Yang tersisa hanya varian biasa yang berkondisi jelek 


11. Seri Sukarno 1964 (varian biasa yang tanpa PN)

Walau sudah mulai sulit, seri ini masih bisa ditemukan dalam jumlah banyak. 
Bisa jadi beberapa tahun lagi seri ini akan keluar dari julukan 'uang sayur'

12. Seri sukarelawan 1964 (semua pecahan)

Seri ini terkenal dengan julukan 'uang sayur sejati'
Sangat banyak dan sangat murah. 
Bahkan kolektor pemulapun tidak ada yang kesulitan untuk mendapatkan seri ini


13. Seri pekerja 1963-1964 (pecahan 10-100)

Seri ini juga sangat mudah ditemukan, yang UNC hanya bernilai beberapa puluh ribu Rupiah saja.
Tiga jenis pecahan terbesarnya (Rp.10000) mulai sulit ditemukan, apalagi jenis yang merah

14. Seri Sudirman 1968 (tidak termasuk pecahan 1000, 5000 dan 10000 Rupiah)

Pecahan kecil (1 sd 500 Rupiah) seri ini sangat banyak dan mudah ditemukan. 
Harga perlembar yang UNC hanya dikisaran 5 ribu (pecahan 1 dan 2,5) sampai dengan 
 100 ribu perlembar (pecahan 100 dan 500 Rupiah)

15. Seri tahun 1975 sampai 1999
Termasuk di dalamnya pecahan 1000 dan 5000 Rupiah 1975 (kondisi jelek), 100 dan 500 Rupiah emisi tahun 1977, 10000 gamelan, 1000 Sutomo, 5000 pengasah intan, 500 bunga bangkai, 100 burung dara, 10000 Kartini 1985, 5000 Teuku Umar, 1000 Sisingamangaraja, 500 rusa 1988, semua seri tahun 1992, 1998 dan 1999. Rasanya tidak ada seorang kolektorpun yang kesulitan mengoleksi seri2 ini.
Seri tahun 1975-199, hanya 10000 Barong 1975 yang bernilai tinggi. 
Sisanya relatif mudah ditemukan



Kesimpulan : 

Istilah 'uang sayur' ditujukan untuk uang-uang yang umum ditemukan dan bernilai rendah. Walaupun demikian sebagai kolektor kita tidak boleh meremehkan uang-uang ini. Karena tanpa uang sayur koleksi kita tidak akan lengkap. Coba anda bayangkan kalau semua uang kuno kita termasuk langka dan sulit ditemukan, penjual tentu akan kehabisan barang, stok sedikit dan harga menjadi mahal sehingga kolektor baru akan sulit tumbuh.

Walaupun menyandang predikat uang sayur, justru jenis uang inilah yang berperan besar dalam bisnis dan perkembangan uang kuno di negara kita. Dengan harga yang murah dan stok melimpah, penjual kaki lima bermunculan sehingga merangsang tumbuhnya kolektor baru. 
Bisnis uang kunopun bergairah.
Bravo uang sayur !!  

Setumpuk uang sayur yang justru menggairahkan bisnis uang kuno di tanah air kita
Tanpa uang sayur bisnis uang kuno akan lesu dan pertumbuhan kolektor baru akan berkurang


Para penjual sangat kreatif, mereka mencari cara agar uang sayur bisa naik derajadnya. Salah satu cara adalah dengan meng-gradingnya.

 Dengan kemasan mewah, score yang tinggi dengan EPQ, ditambah lagi embel-embel replacement 
Uang ini sudah jauh meninggalkan predikat uang sayur.




=======================================================

Jakarta 8 Februari 2016
Kritik dan saran hubungi arifindr@gmail.com







  

  

Tidak ada komentar: