Kamis, 30 Juli 2009

Memulai Koleksi Uang Kuno


2 lembar proof beda warna seri pekerja 100 rupiah merah
tercetak bolak balik tanpa tahun berbeda tanda tangan dengan versi beredarnya
bernomor seri XXX 012345-056789 dengan margin/tepi lebar
sangat langka dan tidak pernah terlihat sekalipun dipasaran

,
Memulai koleksi uang kuno

Setiap orang mempunyai hobby yang berbeda, ada yang senang menonton film, ada yang senang memancing, ada juga yang senang mengumpulkan buku komik, dan lain sebagainya. Salah satu hobby yang cukup langka adalah mengumpulkan uang kuno, yang dalam bahasa kerennya disebut NUMISMATIK. Hobby yang satu ini termasuk unik karena kesukaran dalam memperoleh informasi maupun "barangnya" itu sendiri. Selain itu hobby jenis ini sangat menuntut kesabaran, ketelitian dan tentu keuangan yang mencukupi.


Untuk menjadi seorang kolektor yang baik, banyak sekali hal-hal yang perlu dipelajari. Pertama, seorang kolektor harus mempunyai minat dan kemauan untuk belajar. Banyak literatur dan perkumpulan yang dapat dijadikan acuan, seperti:


1. Katalog Uang Kertas Indonesia cetakan 1996, 2005 ataupun 2010
2. Katalog Uang Logam Indonesia
3. Standard Catalog of World Paper money (Krause)
4. Catalogue of paper money (Johan Mevius)
5. Catalog lelang dari berbagai balai lelang baik internasional maupun lokal
6. Majalah/literatur terbitan Asosiasi Numismatik Indonesia
7. Informasi dari internet seperti blog ini atau lain sebagainya

Dari sumber2 informasi tersebut di atas kita dapat mempelajari banyak hal tentang uang kuno seperti:

(1) Jenis atau seri, contoh: seri Sukarno 1960, seri Bunga Burung 1959, seri Pekerja 1958 dan sebagainya.
(2) Harga dari masing2 uang tersebut, yang sangat dipengaruhi oleh kualitasnya, semakin baik kualitas suatu uang tentu semakin mahal harganya, demikian juga sebaliknya. Karena itu sangatlah penting bagi para kolektor untuk mempelajari kualitas suatu uang. Terdapat istilah2 khusus tentang kualitas suatu uang, seperti Uncirculated, Extremely Fine, Very Fine, Fine, Very Good, Fair dan lain-lain.








Supaya tidak menimbulkan perbedaan pendapat tentang kualitas suatu uang kertas maka kalangan numismatik membutuhkan suatu standarisasi, yang disebut grading.

The international Bank Note Society (IBNS) menerapkan suatu standarisasi grading yang terdiri dari :


1. UNC atau Uncirculated : yaitu keadaan sempurna dengan semua sudut tajam, tidak ada cacat sedikitpun, bersih, dan permukaan kertas masih berkilau. Sebagai ilustrasi adalah selembar uang kertas yang diambil dari segepok uang baru yang masih tersegel.


Uncirculated (UNC)


2. AU atau Almost Uncirculated : keadaan uang yang hampir sama dengan di atas tetapi ada minor mishandling seperti lipatan pada sudut, atau lipatan halus pada bagian tengah, tetapi tidak boleh keduanya, selain itu kondisi uang harus bersih dan berkilau seperti aslinya, semua sudut harus tajam.














NICA 500 gulden kondisi Almost uncirculated (AU)


3. EF/XF atau Extremely Fine : kertas dalam keadaan baik, crisp atau kaku, masih memiliki kilau pada permukaan, dan memiliki maksimum 3 lipatan tipis atau satu lipatan tajam, sudut sedikit membundar.


Coen 500 gulden kondisi Extremely Fine (EF/XF)


4. VF atau Very Fine : uang kertas telah dipakai namun masih tetap crisp, ada sedikit kotor dan beberapa lipatan vertikal dan horisontal namun tidak sobek.


Wayang 200 gulden kondisi Very Fine (VF)


5. F atau Fine : uang telah sering terpakai dengan beberapa lipatan dan tidak crisp lagi, tidak terlalu kotor, mungkin ada sedikit sobek pada bagian margin tetapi tidak masuk ke gambar, warna masih jelas.


Gedung 30 gulden kondisi Fine (F)


6. VG atau Very Good : uang telah terpakai berkali-kali namun kertas masih utuh, terdapat sobekan pada sudut sehingga tidak tajam lagi, ada sobekan yang masuk hingga ke gambar, mungkin ada bekas karat, dan pada bekas lipatan mungkin ada lubang /sobekan kecil, kertas layu tetapi tidak ada bagian yang hilang karena sobek.


Coen 200 kondisi Very Good (VG)




7. G atau Good : uang telah lama dipakai, warna telah memudar, bekas lipatan yang berkali-kali telah menyebabkan lubang atau sobekan pada bagian pinggir, mungkin ada bekas karat, kotoran atau grafiti, ada bagian yang hilang karena sobek.


ORI 10 rupiah baru kondisi Good (G)


8. Fair : seluruh kertas layu dan kotor akibat pemakaian yang berat, uang telah rusak, terdapat sobekan besar dan ada bagian besar yang hilang.

9. P atau Poor : uang telah rusak berat akibat sobekan, karat, bagian yang hilang, grafiti ataupun lubang yang besar, mungkin ada bekas tambalan atau bekas potongan (trimming) pada bagian tepi untuk menutupi bagian yang rusak. Uang yang masuk kategori ini tidak layak dikoleksi kecuali hanya sebagai pengisi sementara atau memang termasuk uang yang sangat langka.




Ada kalanya kualitas suatu uang kertas ada di antara 2 kategori, dalam kasus ini sebagian kolektor memakai istilah PLUS (+), MINUS (-) atau penambahan huruf a kecil (ABOUT), contohnya:


1. VF+ (Very Fine Plus), berarti grade berada di antara VF dengan EF tetapi lebih cenderung ke VF


2. VF++ (Very Fine Plus Plus) berarti gradenya berada di antara VF dengan EF tetapi lebih cenderung ke EF


3. aEF (About Extremely Fine), berarti gradenya hampir atau kira-kira berada di EF


4. UNC- (Uncirculated Minus), berarti hampir UNC dengan hanya sedikit sekali kekurangan



Semua cacat yang terdapat pada uang kertas juga harus disebutkan agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti:

1. Coretan atau grafiti
2. Bekas selotip, lem atau karat
3. Lubang staples atau pin hole
4. Trimming atau bagian tepi yang di potong
5. Pressing atau disetrika
6. Cleaning, washing atau dicuci dengan menggunakan cairan pembersih
7. Repair atau perbaikan berupa tambalan atau lainnya

Adanya kondisi2 tersebut akan menyebabkan grading uang kertas tersebut menjadi turun sedikitnya satu tingkat.


.
Sekalipun telah ada standarisasi, perbedaaan grading antara para kolektor seringkali terjadi, masalah ini dapat timbul akibat beberapa faktor misalnya pengalaman, pencahayaan dan suasana yang berbeda. Grading sepantasnya dilakukan oleh orang ketiga yang berpengalaman dan tidak terlibat dalam transaksi.


.
Beberapa macam istilah grading dalam berbagai bahasa




















.

Kritik dan saran hubungi : arifindr@gmail.com

Rabu, 29 Juli 2009

1933-1939 (seri wayang)

Seri wayang merupakan seri paling favorit dan paling diburu oleh para kolektor. Bentuknya yang indah, nominalnya yang lengkap dan kesulitannya yang sangat besar menyebabkan seri ini mengalami kenaikan harga yang sangat luar biasa. Tidak heran banyak kolektor baik pemula maupun senior yang seringkali mengalami kesulitan untuk melengkapi seri ini.

Seri wayang terdiri dari 8 pecahan dan 14 variasi. Pecahan kecil (5, 10 dan 25 gulden) masing2 memiliki 3 variasi tanda tangan. Sedangkan pecahan besar hanya satu variasi.



Pecahan 5 gulden


Satu-satunya pecahan yang hanya bergambar satu orang penari Jawa, pecahan lainnya bergambar dua orang penari. Mempunyai watermark mirip seri Coen, yaitu tulisan JB yang tersebar di seluruh kertas. Pecahan terkecil ini adalah pecahan yang paling mudah didapatkan. Harga untuk kondisi fine cuma beberapa puluh ribu rupiah saja, tetapi untuk kondisi UNC saat ini sudah sekitar Rp.400-500 ribu perlembarnya.
.

Wayang 5 gulden



Variasi tanda tangan yang ada:

1. Praasterink (1934-1937), tersulit ditemukan

2. JC Waveren (1937-1939)

3. Smits (1939)



Wayang 5 gulden dengan 3 variasi tanda tangan




Pecahan 10 gulden



Pecahan ini juga relatif masih mudah ditemukan. Mempunyai watermark ombak vertikal, Harga perlembar untuk kondisi fine sekitar beberapa puluh ribu rupiah saja, tetapi untuk kondisi UNC sudah cukup sulit ditemukan.


Wayang 10 gulden



Pecahan ini juga terdiri dari 3 variasi tanda tangan:

1. Praasterink (1933-1934)

2. JC Waveren (1937-1938)

3. Smits (1939)



Wayang 10 gulden dengan 3 variasi tanda tangan




Pecahan 25 gulden

Bentuknya sudah lebih besar dari kedua pecahan sebelumnya, bergambar sepasang penari wayang. Uang dengan watermark bergaris zig-zag ini berharga sekitar 250 ribu rupiah perlembar untuk kondisi fine, sedangkan untuk kondisi UNC sudah di atas Rp. 1,5 juta. Apalagi untuk variasi tanda tangan yang sulit (Smits).



Wayang 25 gulden



Variasi yang ada :

1. Praasterink

2. JC Waveren

3. Smits, merupakan variasi tersulit sekaligus termahal



Wayang 25 gulden dengan 3 variasi tanda tangan





Pecahan 50 gulden

Mulai pecahan ini, bentuk uang sudah sangat besar dan cukup sulit ditemukan dalam segala kondisi. Memiliki watermark patung Hindu dan variasi tanda tangan hanya ada satu saja yaitu JC Waveren. Pecahan 50 gulden merupakan pecahan terakhir yang masih mungkin terjangkau oleh kebanyakan kolektor, harga untuk kondisi fine sekitar 1 juta rupiah sedangkan untuk kondisi EF sekitar 3 juta rupiah. Untuk kondisi UNC, saya tidak dapat memperkirakannya.


Wayang 50 gulden


Pecahan 100 gulden

Kebanyakan kolektor apalagi para pemula, sangat mungkin sudah tidak bisa memliki pecahan ini lagi. Selain cukup sulit, pecahan ini selalu mengalami kenaikan harga yang sangat pesat. Sekitar tahun 2001 harga uang ini untuk kondisi VF masih sekitar 4 juta, tetapi saat ini sudah mendekati 8 juta rupiah perlembarnya. Apalagi untuk kondisi yang lebih baik lagi. Pecahan 50, 100, 200, 500 dan 1000 gulden seringkali disebut sebagai wayang besar dan semuanya mempunyai tanda air yang sama yaitu patung Hindu.



Wayang 100 gulden



Pecahan 200 gulden


Pecahan ini jelas sangat-sangat sulit ditemukan dan bernilai sangat tinggi. Perkiraan harga untuk kondisi VF sekitar belasan juta rupiah.



Wayang 200 gulden



Pecahan 500 gulden


Pecahan ini lebih sulit lagi ditemukan, dalam 5 tahun terakhir hanya sekitar 3 lembar saja yang pernah terlihat di pasaran. Harga untuk kondisi VF mungkin sudah melebihi angka 20 juta rupiah.


Wayang 500 gulden




Pecahan 1000 gulden


Merupakan pecahan terbesar sekaligus tersulit ditemukan. Sangat dicari oleh para kolektor, dan hampir tidak pernah terlihat di pasaran. Harga perlembar tidak dapat ditentukan karena barang yang mau dijual tidak tersedia. Jangan heran hanya segelintir kolektor kelas kakap saja yang memilikinya.


Wayang 1000 gulden





Bentuk-bentuk lain


Selain versi beredarnya, seri wayang juga terdapat dalam bentuk lain yang sangat langka. Bentuk-bentuk tersebut antara lain:



1. Bentuk SPECIMEN bernomor seri AA 12345 - 67890


Terdapat dari pecahan 5 sampai 1000 gulden dengan tulisan SPECIMEN yang melintang, tanpa tanda tangan, tanggal fiktif dan perforasi angka 34-5-68. Harga seri ini sekitar Rp. 65-70 juta per set lengkap. Untuk gambar lengkapnya silahkan lihat KUKI nomor 135A s/d 142A


Wayang 1000 gulden SPECIMEN versi AA





2. Bentuk SPECIMEN bernomor seri jalan



Sayang sekali saya belum berhasil mendapatkan gambarnya, seri ini sangat sulit ditemukan dan bentuk stempel SPECIMEN nya berbeda dengan variasi sebelumnya. Harga lebih tinggi sedikit bila dibandingkan dengan bentuk pertama.



3. Bentuk Proof (1)


Bentuk yang cukup aneh, bertanggal 3-10-33 tetapi mempunyai nomor seri YR 12345 - 67890, tidak bertanda tangan dan hanya dijumpai dalam bentuk pecahan 10 gulden. Para kolektor masih memperdebatkan bentuk ini, sebagian berpendapat bahwa uang ini merupakan uang yang petama kali dicetak sebelum diedarkan, terlihat dari tanggalnya yang sangat awal. Apapun hasilnya, jenis uang yang satu ini sangat langka dan tidak pernah terlihat dipasaran.


Wayang 10 gulden proof YR



4. Bentuk Proof (2)


Bentuk ini mempunyai nomor seri AA 12345-67890, mirip dengan bentuk SPECIMEN, tetapi tanpa tulisan SPECIMEN. Watermark mirip dengan bentuk yang beredar. Seri ini tidak pernah terlihat dipasaran, bahkan tidak terdapat di dalam katalog manapun.

Wayang 100 gulden proof AA



5. Bentuk Proof (3)


Satu lagi bentuk yang sangat-sangat langka, tanpa nomor seri, tanpa tanggal, tanpa tanda tangan. Benar-benar kosong. Sepertinya bentuk yang siap untuk dicetak. Tidak pernah terlihat di pasaran dan bernilai jual sangat tinggi.



Wayang 200 gulden proof 'blank'


6. Bentuk proof (4)



Bentuk terakhir ini sangat-sangat langka dan tidak pernah terlihat dipasaran dalam bentuk set lengkap. Bernomor seri WW 12345 dan 67890. Sebagian pecahan memiliki watermark yang berbeda dengan versi yang beredar. Saya coba tampilkan bentuk-bentuk langka tersebut.



Pecahan 5 gulden



Tampak 2 variasi warna pecahan 5 gulden, bentuk ini terbuat dari kertas yang agak tebal dan tidak mempunyai tanda air. Tidak tercantum dalam katalog apapun. Variasi yang pertama tercetak hanya pada satu sisi sedangkan variasi kedua tercetak bolak balik.


Wayang 5 gulden proof seri WW dengan 2 variasi warna





Pecahan 10 gulden



Selain mempunyai warna yang berbeda dengan versi yang beredar, juga berbeda di bagian belakangnya yaitu di bagian text undang-undang. Perhatikan perbedaannya. Variasi ini tidak tercantum di dalam katalog.


Wayang 10 gulden proof seri WW




Perhatikan perbedaan letak text undang2 antara versi proof (atas) dengan versi beredarnya (bawah)


Pecahan 25 gulden


Ditampilkan 2 contoh variasi warna yang berbeda dengan versi beredarnya. Tidak bertanda air, mempunyai gambar yang sedikit berbeda dengan versi beredar dan juga tidak pernah terlihat di katalog manapun.


Wayang 25 gulden proof seri WW dengan 2 variasi warna





Perhatikan perbedaan dengan versi yang beredar (bawah) bagian manakah yang berbeda?




Pecahan 50 gulden
.



Mempunyai warna, watermark dan tanda tangan yang berbeda, tercantum di KUKI nomor 138B. Sangat langka dan bernilai tinggi.
.


Wayang 50 gulden proof seri WW beda warna




4 macam variasi warna yang berbeda, yang manakah versi yang beredar?



Pecahan 100 gulden

.


Seperti pecahan 50 gulden, pecahan 100 gulden ini juga berbeda dalam warna, watermark maupun tanda tangannya. Tercantum di katalog nomor 139B. Harga jual terakhir berkisar di angka 30 juta rupiah.
.

Wayang 100 gulden proof seri WW beda warna



Perhatikan teks undang2 yang berbeda antara versi proof (atas) dengan versi beredar (bawah)

.
Pecahan 200 gulden
.
Memiliki warna dan tanda tangan yang berbeda dengan versi yang beredar. Tetapi watermark sama yaitu patung Hindu. Tercantum di katalog pada nomor 140B.


Wayang 200 gulden proof seri WW
.



Pecahan 500 gulden
.

Juga memiliki warna yang berbeda dengan versi beredarnya, tercantum di katalog nomor 141B. Harga jual tidak diketahui.



Wayang 500 gulden proof seri WW

.



Pecahan 1000 gulden
.

Demikian juga dengan pecahan terbesar yaitu 1000 gulden memiliki warna yang berbeda dengan versi beredarnya. Tercantum di KUKI nomor 142B.
.


Wayang 1000 gulden proof seri WW

.
.


Selain versi2 di atas sangat mungkin terdapat versi2 lainnya yang sangat langka dan tidak pernah beredar di pasaran. Bila ada diantara para pembaca yang memiliki versi2 lainnya, silahkan hubungi saya di arifindr@gmail.com

1940 - 1942

SERI MUNBILJET 1940

Seri ini hanya terdiri dari dua pecahan yaitu 1 gulden dan 2,5 gulden.
Harga perlembar dalam kondisi UNC tidak terlalu mahal yaitu berkisar di Rp. 200.000,- s/d Rp. 300.000,- .Walaupun relatif murah sangat sulit mencari uang ini dalam kondisi sempurna.



Pecahan 1 gulden 1940



Pecahan 2,5 gulden 1940


Versi lain:

Selain bentuk beredarnya, seri munbiljet ini juga dapat ditemukan versi-versi lainnya yang tentu saja bernilai sangat tinggi. Versi-versi tersebut diantaranya adalah:



Pecahan 1 gulden bertanggal 1 November 1939 (Proof), perhatikan gambar bagian belakang yang berbeda dengan versi beredarnya.


Pecahan 1 gulden bertanggal 10 November 1937 (Proof), yang mempunyai warna dan gambar yang sangat berbeda dengan versi beredarnya. Versi ini sangat langka dan terjual dengan harga sekitar Rp. 9,5 juta di lelang tahun 2008

Dua contoh variasi pecahan 1 gulden SPECIMEN, yang di atas mempunyai nomor seri CG dan bertanggal 15 juni 1940 sedangkan yang bawah mempunyai perforasi dan bertanggal 1 November 1939.


Contoh missprint dari pecahan 1 gulden 1940. Nomor seri hanya ada pada sisi kanan.


Versi proof pada pecahan 2,5 gulden 1940




Trial colour pada pecahan 2,5 gulden 1940, perhatikan perbedaan warna dari ketiganya. Warna versi yang beredar adalah yang paling atas (coklat) sedangkan yang lainnya tidak beredar.


Perbandingan versi proof (atas) dengan versi yang beredar (bawah)
Perhatikan perbedaan warnanya.

Semua versi proof maupun SPECIMEN dari seri ini sangat langka dan sukar ditemukan. Harga perlembarnya saat ini sudah berada dikisaran 5 juta rupiah.


Pecahan 5 Gulden SPECIMEN 1942
.
De Javasche Bank pada tahun 1942 berencana mengedarkan pecahan 5 gulden tetapi ternyata tidak jadi diedarkan, sehingga pecahan ini terdapat hanya dalam bentuk SPECIMEN yang bernomor seri KO 003016 dan perforasi bertulisan BETAALD.
Uang ini cukup sulit ditemukan di pasaran dan harga perlembar dalam kondisi UNC saat ini berkisar di Rp. 1.800.000,- s/d Rp. 2.000.000,-

Pecahan 5 gulden 1942 SPECIMEN
.
.
Kesimpulan :
1. Seri munbiljet 1940 hanya terdiri dari dua pecahan dan relatif mudah didapatkan
2. Terdapat pecahan 5 gulden 1942 dalam bentuk SPECIMEN bernomor seri KO 003016
3. Terdapat banyak sekali versi2 lainnya dari seri munbiljet, diantaranya:
Bentuk SPECIMEN
Bentuk Proof
Bentuk Colour trial
Mungkin saja terdapat bentuk-bentuk lainnya yang belum diketemukan
.
.
.
.
Kritik dan saran hubungi : arifindr@gmail.com