Rabu, 06 Juli 2016

PMG


Saya memiliki selembar pecahan 2500 Rupiah komodo varian SPECIMEN yang telah di grading oleh PMG dan mendapatkan nilai 64 


Apakah arti nilai 64 tersebut ?
Untuk jelasnya mari kita buka website www.pmgnotes.com

 64 Choice Uncirculated 
The centering is off on one or two sides. Some handling may be evident but 
there must be no folds in the design.
Artinya kurang lebih demikian:
Gambar/margin pada satu atau kedua sisi tidak terlalu tepat di tengah, ada sedikit mishandling tetapi tidak boleh ada tekukan. 
Nilai 60 sampai dengan 70 termasuk kelompok uncirculated (UNC) yang artinya tidak boleh ada tekukan sama sekali. Nilai 60 untuk uang UNC yang ada sedikit cacat seperti stain kecil, atau tropis. Sedangkan nilai tertinggi 70 diberikan untuk uang yang sempurna tanpa cacat sama sekali walaupun telah diperiksa dengan pembesaran 5 kali lipat.

Selain angka, PMG juga memberikan catatan tambahan lain yaitu :

EPQ :
An Exceptional Paper Quality (EPQ) note is, in the opinion of PMG graders, completely original. EPQ notes will not have been physically, chemically, or materially processed to give the appearance of a higher grade. Notes exhibiting normal wear-and-tear for their grade are eligible. All notes graded Very Fine 25 and higher will be evaluated for the EPQ designation. Notes must qualify for the EPQ designation to grade Gem Uncirculated 65 and higher. For additional details,
Yang artinya kurang lebih demikian : 
Gelar EPQ diberikan berdasarkan opini para ahli grading (grader) PMG bahwa uang tersebut benar2 orisinal, tidak tampak tanda-tanda pernah diproses baik secara fisik, kimia ataupun material. Semua uang yang bernilai 25 keatas akan dievaluasi EPQ nya dan yang bernilai 65 keatas harus mendapatkan gelar EPQ.
Singkatnya gelar EPQ hanya diberikan bila uang tersebut benar2 orisinal tanpa pernah diproses dalam bentuk apapun.


Contoh uang yang diberikan gelar EPQ oleh PMG


NET
A “Net” graded note is one that exhibits mishandling or problems that are more significant than one would expect for the assigned numeric grade. Notes with moderate-to-extensive circulation are expected to exhibit some problems and PMG will not assign a “Net” grade unless these issues are severe. If a note is “Net” graded, the problem will be listed. Common problems that may result in a “Net” grade include a large tear or tears into the design, PVC damage, a missing corner, an amateur repair and extensive staining or annotations. The grade guarantee does not apply to Notes given a “Net” grade by PMG. Notes with “Net” grades are guaranteed to be genuine only.

Yang artinya kurang lebih demikian :
Tanda NET diberikan pada uang asli bila terdapat problem yang cukup mengganggu penampilan seperti robekan yang besar, ada bagian yang hilang, repair non profesional, stain (karat), atau anotasi (coretan). Problem yang ada pada uang tersebut dicantumkan pada sisi bagian belakang.  


Wayang 100 Gulden dengan nilai 20 NET, perhatikan sisi belakangnya terdapat penjelasan apa arti NETnya yaitu Repaired 

Nilai 50 sd 58 diberikan untuk uang yang berkondisi About UNC atau AU.
Nilai 50 untuk uang yang memiliki 2 lipatan patah atau satu lipatan halus vertikal
dan satu horisontal.
Sedangkan nilai 58 untuk uang yang hanya memiliki 1 lipatan vertikal di tengah.



Nilai 45 untuk uang berkondisi Extremely Fine (EF) dengan maksimal
2-3 lipatan keras, satu diantaranya mungkin horisontal.
Sedangkan nilai 40 untuk uang berkonsisi Extremely Fine (EF) dengan 3 atau lebih
lipatan keras, satu diantaranya mungkin horisontal.



Nilai 20 sd 35 untuk uang berkondisi Very Fine (VF),
12-15 untuk yang Fine (F),
8 dan 10 untuk Very Good (VG).
 Nilai 4 dan 6 untuk kondisi Good.


Jadi semakin tinggi nilai PMG, semakin sempurna uangnya.
Apalagi bila ada gelar EPQ yang menandakan kalau uang tersebut orisinal alias
belum pernah dipermak dalam bentuk apapun.

Harga
Uang yang telah di grading oleh PMG secara umum akan meningkat harga jualnya karena uang tersebut menjadi lebih bergengsi dan lebih berbobot dengan grade yang lebih pasti, bukan grade abal abalan dimana UNC sering diplesetkan oleh penjual menjadi U Can See. Juga menjadikan uang lebih aman karena dilindungi casing yang tebal dan elegan.
Apalagi bila nilainya tinggi, maka akan menaikkan harga jual secara drastis. Beda satu poin bisa berakibat perbedaan harga yang signifikans.

Kelemahan 
1. Biaya yang dibutuhkan tidak murah 
Rata2 berkisar Rp500 ribu sampai dengan 2 jutaan perlembarnya tergantung tipe uangnya 
2. Waktu yang lama
Waktu yang dibutuhkan dikisaran 1-2 bulan dari pengiriman sampai penerimaan.
3. Resiko kehilangan selama pengiriman sehingga membutuhkan jasa asuransi
4. Uang yang telah di PMG memiliki casing yang tebal dan lebih besar sehingga menyulitkan penyimpanan. Dibutuhkan album khusus yang bisa memuatnya.


Contoh album PMG yang dijual seharga 600-750 ribu perbuah

5. Tidak semua uang yang telah di grading PMG bisa menjadi mahal, banyak faktor yang mesti diperhitungkan. Jenis uangnya, nilainya dan yang terpenting adalah total populasi uang tersebut. Untuk itu mari kita kembali ke contoh uang komodo specimen di atas. 


Uang ini mendapatkan nilai 64 polos yang artinya Gem UNC tanpa gelar EPQ. Harga untuk mem PMG kan uang tipe ini dikisaran 1 jutaan. Sedangkan untuk harga uang sejenis yang tidak di PMG berada dikisaran 8 jutaan. Sehingga secara kasar nilai uang tersebut seharusnya berada dikisaran 9-10 jutaan. Lalu berapakah harganya setelah di PMG dengan nilai 64 ??

Jangan terburu nafsu dengan uang yang telah di PMG. Tidak semua uang yang telah di PMG otomatis akan bertambah nilainya secara drastis, banyak faktor yang harus diperhatikan dan salah satunya yang terpenting adalah jumlah populasi uang tersebut yang telah di PMG.

Untuk mengetahui populasinya kita bisa melihatnya melalui situs www.pmgnotes.com di bagian resources dan population report. Tentu saja anda harus log ini terlebih dahulu. Caranya mudah kok, tinggal daftar email dan password, selesai. Disana tercantum dengan jelas berapa banyak uang yang telah di PMG beserta nilai-nilainya.
Untuk contoh uang di atas mari kita lihart bersama hasil population reportnya. 


Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa ada 21 lembar uang sejenis yang telah di grading oleh PMG. Dan hasilnya adalah 14 lembar memperoleh nilai 64, 4 lembar 66 EPQ dan 2 lembar dengan nilai 67 EPQ. Ada satu yang lebih rendah yaitu 55.


Lalu apa artinya angka2 tersebut?
Artinya adalah : Bahwa uang ini tidak termasuk langka-langka banget karena ada sebanyak 21 lembar yang telah di grading (belum termasuk yang tidak digrading yang jumlahnya bisa jauuh lebih banyak). Lalu nilai 64 yang diberikan oleh PMG ternyata bukan nilai terbaik, tetapi adalah nilai rata-rata. Dimana hanya ada satu yang lebih jelek, tetapi masih ada 6 yang lebih bagus. 
Dengan mengetahui populasi uang ini maka kita bisa membuat perkiraan apakah uang ini patut atau tidak dibeli. Dan seandainyapun patut dibeli, sebaiknya dengan harga berapa mengingat ternyata ada banyak uang sejenis yang telah di PMG.  

Jadi dengan artikel ini, saya ingin mengingatkan kepada para pembaca terutama untuk para pemula, janganlah tergiur dengan lebel nilai tinggi dari PMG. Lihat dulu populasinya, pelajari harganya, bandingkan dengan item sejenis yang tidak di PMG, baru tentukan apakah patut untuk dibeli.

Dalam kasus uang specimen komodo ini, bila harga non PMG sekitar 8 jutaan dan setelah di PMG mendapatkan nilai 64 meningkat harganya menjadi 9-10 juta dimana untuk ongkosnya saja sudah dikisaran 1 jutaan maka masih bisa kita golongkan wajar. Ditambah pertimbangan bahwa jumlah populasinya yang cukup banyak dan nilainya yang termasuk rata-rata. Tetapi bila harga jualnya menjadi katakan 15-20 juta rupiah berarti sudah diluar kewajaran. Kecuali bila nilainya tertinggi atau jumlahnya yang sangat sedikit di population report. 

Beberapa jenis uang memiliki populasi yang luar biasa banyak dengan rata2 nilainya bagus semua. 
Kita lihat contohnya : 


5 Rupiah orangutan 1957, berapa populasi PMG nya? Mari kita lihat bersama :

Ternyata ada sebanyak 491 lembar yang telah di PMG. Dengan nilai rata2 66-67 EPQ. Hanya beberapa lembar saja yang mendapatkan nilai lebih rendah.
Dengan demikian patutkah bila uang yang UNC tanpa PMG hanya dihargai 400 ribuan selembar dan setelah dilabel PMG 66 EPQ berubah harganya menjadi 1,5 atau 2 jutaan lebih? Apalagi mengingat populasinya yang luar biasa banyak, nilai rata-ratanya yang tinggi dan biaya PMG untuk uang ini cuma dikisaran beberapa ratus ribu rupiah saja.




Contoh lain :
10.000 Rupiah 1975 barong : populasi 103. Nilai 64 ke atas ada 65 lembar dengan terbanyak nilai 66 EPQ yaitu 28 lembar. Kalau anda punya selembar uang ini dengan nilai PMG 66 EPQ apalagi dibeli dengan harga belasan juta, patutkah anda berbangga? Ingat masih ada 27 lembar lain yang sama bagusnya dengan milik anda. 

100 Rupiah 1968 Sudirman : populasi 606 lembar!! Rata2 nilai terbanyak 65 EPQ sebanyak 205 lembar dan 66 EPQ sebanyak 157 lembar. Bahkan yang 67 EPQ saja ada 88 lembar. Jadi patutkah anda memperebutkan uang dengan nilai 67 EPQ ini sampai lupa daratan?

500 Rupiah 1958 si pemecah kelapa. Populasi 525 lembar, dengan terbanyak nilai 66 EPQ sebanyak 264 lembar. 65 EPQ sebanyak 175 lembar dan 67 EPQ ada 54 lembar. Ada beberapa kolektor yang senang dan bangga dengan mengumpulkan uang ini walau ditebus dengan harga tinggi. Dimana kebanggaannya kalau ternyata ada ratusan lembar lain yang sama bagusnya dengan milik anda. Yang senang dan bangga adalah para penjual yang berhasil menjual dengan harga super tinggi kepada anda.  

25 Gulden wayang tanda tangan b (Waveren) ada 144 lembar dengan terbanyak mendapatkan nilai 58 EPQ sebanyak 41 lembar. Belum termasuk dengan varian tanda tangan a (Praasterink) dan c (Smits) yang jumlahnya maisng2 ratusan juga.




Sebaliknya ada juga jenis yang sangat langka dimana populasinya cuma ada satu saja, contohnya :



Wayang 1000 Gulden dengan nilai PMG 40 (EF) NET (minor rust)
Populasi : Hanya satu satunya dan tentu saja terbaik dikelasnya. Uang jenis inilah yang seharusnya diperjuangkan dengan mati2an. Langka dan bergengsi. 


Beberapa contoh uang yang telah di PMG dan mendapatkan nilai tertinggi dikelasnya

Seri wayang dengan nilai PMG tertinggi


Wayang 100 Gulden SPECIMEN dengan nilai 67 PMG, tertinggi dikelasnya


NICA 50 Gulden PMG 69 EPQ
Merupakan uang Netherlands Indies yang tertinggi nilai PMG nya


Sebaiknya uang-uang yang berpopulasi sangat sedikit atau dengan nilai PMG tertinggi dikelasnya yang patut diperjuangkan. Bukan yang berpopulasi banyak atau dengan nilai rata-rata.


Sudah sepatutnya para kolektor lebih memakai akal rationya,  
jangan hanya memakai gengsi PMG saja. 






Jakarta 6 Juli 2016
Kritik dan saran hubungi arifindr@gmail.com


  








Selasa, 31 Mei 2016

Tahun cetak 2016 telah beredar
Segera disimpan sebelum terlambat


Pecahan 20000 juga sudah ada, tetapi saya belum mendapatkan barangnya


Jumat, 13 Mei 2016

10000 Rupiah emisi 1975

Kadang gambar pada uang kertas bertujuan untuk memperingati suatu peristiwa penting. Kita lihat beberapa contohnya :

Pecahan 10000 Rupiah emisi 1998
Uang yang bergambar Tjut Njak Dhien ini mungkin diterbitkan untuk memperingati 100 tahun pahlawan asal Aceh tersebut 



Sedangkan dalam bentuk perangko diterbitkan satu set yang bergambar Tjut Njak Dhien dan rumahnya di kawasan Aceh, masing-masing dengan nominal 1500 Rupiah. Perhatikan kalau gambar dan warna keduanya dibuat sangat mirip. Untuk para kolektor yang mengerti tentu akan menyatukan uang serta perangko tersebut dalam satu halaman album. 




Pecahan 2000 Rupiah emisi 2009
Pemilihan gambar Pangeran Antasari pada uang ini mungkin sebagai peringatan 200 tahun kelahirannya (1809). 


Pecahan 500 Rupiah emisi 1977
Gambar gedung Bank Indonesia di sisi belakang sangat mungkin untuk peringatan 25 tahun berdirinya Bank Indonesia. Sedangkan sisi depannya yang bergambar seorang wanita dengan bunga anggrek akan dijelaskan pada kesempatan lain.

Gambar gedung BI di sisi belakang uang tentu bertepatan dengan ulang tahun BI ke 25 tahun.
Peristiwa ulang tahun BI juga terekan pada watermark uang ini.


Pecahan 10000 Rupiah emisi 1975


Uang yang dikenal sebagai 10 ribu barong ini bergambar relief candi Borobudur di bagian depannya, Tentu saja penggambaran ini ada maksudnya. Kira-kira apa ya?

Untuk mengetahuinya kita harus mencari arsip peristiwa apa yang terjadi pada era uang tersebut diedarkan. Dan ternyata pada era 1975 terdapat satu peristiwa penting yang berhubungan pada candi Borobudur, yaitu pemugaran besar-besaran.

UNESCO sebagai salah satu badan PBB yang menaungi pendidikan dan kebudayaan dunia menganggarkan sejumlah besar dana  untuk merenovasi candi Borobudur. 
Renovasi ini bukan asal asalan, tetapi merupakan suatu proyek besar yang berlangsung selama 7 tahun yaitu dari 1975 sd 1982

Apa saja yang dilakukan pada pemugaran tersebut? 
Pondasi diperkukuh dan semua 1.460 panel relief dibersihkan. Pemugaran ini dilakukan dengan membongkar seluruh lima teras bujur sangkar dan memperbaiki sistem drainase dengan menanamkan saluran air ke dalam candi. Lapisan saringan dan kedap air ditambahkan. Proyek kolosal ini melibatkan 600 orang ahli dari berbagai dunia dan menghabiskan biaya total sebesar 6,9 juta dollar AS. 

Borobudur dipugar oleh UNESCO karena termasuk dalam kriteria budaya sbb: 
1. "mewakili mahakarya kreativitas manusia yang genius", 
2. "menampilkan pertukaran penting dalam nilai-nilai manusiawi dalam rentang waktu tertentu di dalam suatu wilayah budaya di dunia, dalam pembangunan arsitektur dan teknologi, seni yang monumental, perencanaan tata kota dan rancangan lansekap", 
3. "secara langsung dan jelas dihubungkan dengan suatu peristiwa atau tradisi yang hidup, dengan gagasan atau dengan kepercayaan, dengan karya seni artistik dan karya sastra yang memiliki makna universal yang luar biasa".

Begitu hebatnya candi ini sehingga setelah renovasi, UNESCO memasukkan Borobudur ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1991, peristiwa penting ini juga diabadikan pada gambar bagian belakang uang pecahan 10 ribu tahun 1992. Jadi peristiwa pemugaran candi Borobudur diabadikan pada pecahan 10 ribu 1975 sedangkan peristiwa dimasukkannya ke dalam Situs Warisan Dunia digambarkan pada pecahan 10 ribu 1992. 

Gambar candi Borobudur di bagian belakang uang tentu berhubungan dengan dimasukkannya ke dalam Situs Warisan Dunia oleh UNESCO
   

Sekarang kita tahu kalau makna dari gambar pecahan 10.000 emisi 1975 yang ingin merekam peristiwa penting yang terjadi pada saat uang tersebut diterbitkan yaitu dimulainya renovasi besar besaran candi Borobudur.
Selesaikah ?
Belum selesai. Karena kita belum membahas maksna relief yang dijadikan gambar pada pecahan tersebut.

Relief yang dijadikan dasar gambar pada uang ini diambil dari   panel Lalitavistara (kehidupan Sang Budha) yang menggambarkan perjalanan pulang Ratu Maya, ibu Sidharta Gautama yang ingin melahirkan sang Budha di Taman Lumbini.


Untuk mengerti artinya, kita harus mengetahui secara singkat perjalanan hidup Pangeran Sidharta Gautama yang terdapat pada panel pahatan relief candi Borobudur.


Rangkaian 120 panel relief di bagian atas dinding galeri pertama merupakan pahatan riwayat hidup Buddha paling lengkap di monumen mana pun di dunia. Riwayat hidup Buddha ini didasarkan pada naskah Lalitavistara.
Pendahuluan Sebelum Kelahiran Buddha (Panel 1-15)
Bakal Buddha yakni Bodhisattwa Setaketu tinggal di Surga Tusita (Kecukupan Hati) yang mengambang di awan istana Dewa Indra di puncak Gunung Sumeru. Bodhisattwa Setaketu hidup dalam istana yang dipenuhi wewangian bunga dan musik tak terhingga alat musik yang dimainkan para dewa yang memujanya.
Bakal Buddha mengumumkan kepada para dewa bahwa ia telah memutuskan terlahir ulang di Bumi. Para dewa bersukacita dan mengiringinya turun ke rahim Ratu Mahamaya dari Kerajaan Sakya dalam wujud gajah putih bercula enam. Ratu Mahamaya saat itu, tengah menjalani pertapaan pemurnian, ia bermimpi didatangi gajah putih yang memasuki rahimnya. Ratu lalu memanggil Raja Suddhodana untuk mencari tahu makna mimpinya.
Kehidupan Awal Pangeran Gautama (Panel 16-45)
Ketika ratu sampai ke tepi hutan, mendadak tubuhnya sangat kaku. Beberapa dewa memberitahu bahwa ratu tengah mengandung Bakal Buddha. Para brahmana pun meramalkan bahwa anak yang dikandung akan menjadi raja semesta atau Bakal Buddha.
Selama dalam kandungan, terjadi banyak keajaiban: Ratu Maya menyembuhkan rakyat yang sakit, Datangnya rombongan anak singa dan gajah turun dari Himalaya, para dewa muda muncul di hadapan raja dan duduk di pangkuannya. Ratu Maya meminta izin kepada raja untuk pergi melahirkan di rumah orangtuanya. Namun, saat melintasi Taman Lumbini, Ratu Maya melahirkan dengan posisi berdiri, berpegangan pada dahan pohon sala. Bayi Gautama yang baru lahir berjalan tujuh langkah yang ditandai pada relief dengan tujuh teratai.
Seminggu setelah kelahiran bayi Gautama, Ratu Maya mangkat dan terlahir menjadi dewi. Saudarinya bernama Mahaprajapati Gautami menjadi ibu asuhnya.


Jadi panel yang diambil untuk gambar pada uang kertas ini yang menceritakan tentang perjalanan pulang Ratu Maya untuk melahirkan sang Budha sangat mungkin memiliki arti bahwa candi Borobudur yang digambarkan sebagai sang Budha akan segera dilahirkan kembali melalui pemugaran besar besaran. Selain itu mungkin ada makna tersembunyi dari rezim penguasa karena tidak lama lagi tepatnya tahun 1977 akan diadakan pemilu pertama yang diikuti hanya oleh 3 partai (pemilu sebelumnya diikuti banyak partai), dan tentu saja diharapkan akan dilahirkan satu pemenang mutlak laksana titisan dewa.  
Apakah hal tersebut yang ingin diceritakan oleh si pelukis uang? Ataukah ada hal2 lainnya? Kita tidak pernah tau. Yang pasti ada banyak tipe essay dari uang ini yang menggambarkan panel2 candi Borobudur yang berbeda, tetapi semuanya ditolak. Salah satunya sebenarnya jauh lebih bagus yaitu menggambarkan perahu tradisional yang rasanya sangat cocok untuk dijadikan gambar pada uang kertas negara kepulauan Indonesia.

Salah satu panel pada candi Borobudur yang menggambarkan perahu tradisional, 
Terlukis dengan indah pada selembar essay yang ditolak. 
Mengapa gambar yang sebenarnya lebih tepat dan lebih indah karena menggambarkan kehebatan nenek moyang kita ini tidak disetujui dan digantikan dengan 
gambar perjalanan Ratu Maya untuk melahirkan sang Budha? 


Jelas sekali pemilihan gambar pada uang kertas bukan sekedar harus indah tetapi juga harus memiliki makna yang mendalam, Makna yang hanya diketahui oleh si pelukis dan penguasa saat itu.


Bagian belakang uang

Bagian belakang uang ini bergambar sesosok wajah yang menyeramkan yang digambarkan sebagai Barong. Mari kita bahas.

Gambar "barong" tersebut sebenarnya adalah patung dari Batara Kala yang terdapat pada candi Jago, yaitu candi Budha yang terletak disekitar Malang, jawa Timur. 


Candi Jago, perhatikan patung yang terletak di atas pintu masuknya


Patung kepala Batara Kala di atas pintu masuk candi Jago



Batara Kala


Batara Kala :
Kālá (Devanagari: कल) adalah putera Dewa Siwa. Dewa Kala adalah dewa penguasa waktu (kata kala berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya waktu). Dewa Kala sering disimbolkan sebagai raksasa yang berwajah menyeramkan, hampir tidak menyerupai seorang Dewa. Dalam filsafat Jawa Kuno, Kala merupakan simbol bahwa siapa pun tidak dapat melawan hukum karma. Apabila sudah waktunya seseorang meninggalkan dunia fana, maka pada saat itu pula Kala akan datang menjemputnya. Jika ada yang bersikeras ingin hidup lama dengan kemauan sendiri, maka ia akan dibinasakan oleh Kala. Maka dari itu, wajah Kala sangat menakutkan, bersifat memaksa semua orang. 

Mengapa wajah raksasa seram nan kejam ini malah dimasukkan ke dalam gambar uang? Apakah hanya karena unsur kebudayaannya saja? Atau ada makna lain yang ingin disampaikan oleh rezim penguasa saat itu?
Wajah seram Batara Kala sering ditemukan juga pada topeng yang dikenakan pada tari tarian kebudayaan Bali yang kita kenal sebagai tari barong. Wajah menyeramkan dari sang barong diceritakan mampu mengusir para mahluk halus pengganggu, sehingga masyarakat dapat hidup dengan damai. Mungkin pesan ini yang ingin disampaikan oleh si pelukis, jangan main-main dengan penguasa yang dianalogikan sebagai Batara Kala yang mampu mengusir bahkan membunuh para pengganggu. 
Apakah teman-teman setuju? Silahkan berandai andai.

Topeng Barong pada tarian Bali


Selain terekam pada uang kertas, peristiwa pemugaran candi Borobudur juga diabadikan dalam bentuk perangko dan medali peringatan Peruri


Perangko peringatan perayaan pemugaran candi Borobudur, diterbitkan 1983




Medali peringatan  Borobudur sebagai salah satu dari 10 keajaiban dunia



Jakarta 13 Mei 2016
Kritik dan saran hubungi arifindr@gmail.com

Sabtu, 23 Januari 2016


DICARI UANG KERTAS KUNO, HUBUNGI : 08159988188

Uang kertas DICARI

DICARI uang-uang kertas jaman penjajahan Belanda seri JAVASCHE BANK
Bila ada diantara pembaca yang memiliki uang2 tersebut di bawah ini dan berniat untuk menjualnya, silahkan hubungi saya di email arifindr@gmail.com atau telp di 0815 9988188.


Semua pecahan seri Javasche Bank sampai dengan tahun 1920 seperti:



Seri Creatie 1815

Seri Creatie 1815 merupakan surat kredit pemerintah Belanda, terdiri dari pecahan 1, 5, 10, 25, 50, 100, 300, 600 dan 1000 gulden. Dicari dalam kondisi baik dan asli. Seri ini banyak sekali dipalsukan, terutama untuk pecahan 1 dan 1000 gulden.


Seri Recepis (1846)
Seri Recepis atau disebut juga Recepis Perak (1846) terdiri dari pecahan 1, 5, 10, 25, 100, 500 gulden. Dicari dalam kondisi baik dan asli.



Seri Bingkai I (1864-1903)
Seri yang sangat sulit ditemukan, bernilai tinggi dan terdiri dari pecahan 5, 10, 25, 50, 100, 200, 300, 500 dan 1000 gulden. Dicari dalam segala kondisi.




Seri Bingkai II (1873-1924)
Terdiri dari pecahan 10, 25 dan 50 gulden, Ada dalam bentuk specimen dan ada juga yang bernomor jalan. Dicari dalam bentuk nomor jalan.




Seri Coen Mercurius (1897-1924)
Bentuknya besar dan memiliki tepi yang tidak rata, bergambar JP Coen di kanan dan patung Mercurius di kiri, terdiri dari pecahan 100, 200, 300, 500 dan 1000 gulden. Juga terdapat dalam bentuk beredar dan specimen. Dicari dalam bentuk baik dan utuh.



Seri Coen I (1901-1924)
Hanya terdiri dari pecahan 5 gulden, tetapi memiliki setidaknya 10 variasi tanda tangan.
 Terdapat dalam bentuk specimen atau nomor jalan. Dicari dalam bentuk baik.



Seri Munbiljet Wilhelmina (1919-1920)
Diterbitkan dalam rangka perkawinan ratu Wilhelmina, terdiri dari pecahan 1 dan 2,5 gulden. 
Dicari dalam bentuk minimal extra fine.



Seri Gedung (1919-1921)
Bergambar gedung Javasche bank, terdiri dari pecahan 20, 30 dan 40 gulden. Ada dalam bentuk proof, specimen maupun nomor berjalan. Dicari dalam bentuk nomor jalan. Tetapi jenis ini terdapat banyak bentuk palsunya.



Seri Munbiljet II (1920)
Terdiri dari pecahan 1/2, 1 dan 2,5 gulden. Pecahan 1/2 dan 1 gulden cukup mudah ditemukan, tetapi pecahan 2,5 sedikit sulit didapatkan terutama yang berkondisi baik. Dicari dalam bentuk minimal extra fine.


Seri JP Coen II (1925-1931)
Pecahan 5, 10, 25, 50 dan 100 gulden dicari dalam kondisi minimal EF
Pecahan 200, 500 dan 1000 gulden dicari dalam kondisi baik dan utuh.
Pecahan 300 gulden dicari dalam segala kondisi asalkan utuh.


Seri Wayang 1938-1939
Pecahan 5, 10, 25 gulden dicari dalam kondisi UNC
Pecahan 50 dan 100 gulden dicari dalam kondisi minimal very fine
Pecahan 200, 500 dan 1000 gulden dalam segala kondisi asalkan utuh.



Seri NICA 1943
Pecahan 25, 50 dan 100 gulden dicari dalam kondisi UNC
Pecahan 500 gulden dicari dalam kondisi baik dan utuh.





Selain uang2 di atas, bila anda memiliki uang2 jaman penjajahan Belanda atau uang2 Indonesia lainnya yang ingin di jual baik satuan maupun borongan, silahkan hubungi saya di email arifindr@gmail.com atau telp: 0815 9988188


Terima kasih