Senin, 02 Maret 2015

TELAH BEREDAR
PECAHAN 2000 RUPIAH tahun cetak 2015

Tanda tangan masih sama dengan tahun cetak 2014


Minggu, 15 Februari 2015

Pada tanggal 14 Februari 2015 telah diluncurkan sebuah buku yang merupakan kajian terlengkap  dunia numismatik Indonesia yang berjudul Oeang Noesantara




Buku yang berisi 500 halaman lebih ini memuat ribuan gambar uang kertas dan logam yang pernah digunakan di tanah air kita. Mulai dari pemerintahan VOC tahun 1602, Pemerintahan Belanda, Jepang sampai yang terbaru NKRI, lengkap pula dengan uang daerah, uang pemberontakan, test note dan uang2 essay yang tidak pernah diterbitkan.
Dengan gambar yang jelas dan kertas yang lux, ditambah dengan segala informasi yang ditulis dengan gamblang oleh sang pakar numismatik pak UnO, maka buku ini bisa dijadikan referensi utama dan harus dimiliki para pecinta uang kuno Indonesia.

Mari kita lihat sebagian isi dari buku ini

Pembahasan tentang wayang proof, lengkap dengan gambar dan ilustrasi

Tentang keaslian stempel Mi hon pada uang Dai Nippon

Rahasia nomor seri uang ORI dibahas tuntas

Tidak lupa semua jenis uang ORIDA dibahas pada buku ini

Berbagai macam variasi specimen pada uang Indonesia

Berbagai macam tipe SPECIMEN serta pembahasannya

Berbagai jenis uang proof 

Variasi nomor seri dan SPECIMEN

Berbagai jenis uang essay yang tidak pernah terlihat dipasaran lengkap berikut harga terkini

Puluhan uang essay yang super langka

Berbagai jenis uang test note

Tidak lupa pula berbagai jenis uang logam dan uang logam peringatan Indonesia 


Buku yang luar biasa ini bisa segera anda dapatkan hanya dengan harga Rp475.000 belum termasuk ongkos kirim.



Sabtu, 17 Januari 2015

Wayang 50 Gulden (2)



Prefix
Sebagaimana telah dibahas pada artikel terdahulu, prefix seri wayang merupakan lanjutan seri sebelumnya yaitu seri JP Coen. Untuk pecahan 50 Gulden, prefix terakhir dari seri JP Coen yang bertanggal 31 Oktober 1930  adalah KS, prefix berikutnya KT sudah merupakan prefix pertama seri wayang.
Mari kita lihat tabel berikut :


KS merupakan prefix terakhir pecahan 50 Gulden seri JP Coen
KT merupakan prefix pertama pecahan 50 Gulden seri wayang
Prefix berlanjut terus dari KT sampai dengan KZ, dilanjutkan LA sampai dengan LZ kecuali LQ
Kemudian MA sampai dengan ML.
Total semua terdapat 44 prefix, 40 prefix pertama bertahun 1938 dan 4 prefix terakhir bertahun 1939 

40 prefix pertama dari KT sampai dengan MH terbit di bulan April, Mei dan Juni tahun 1938
Perhatikan ada satu tanggal yang kosong yaitu 26 Mei 1938. Tanggal ini kosong mungkin karena hari libur atau mungkin juga sengaja dikosongkan karena merupakan peralihan dari prefix L ke M.

4 prefix terakhir (MI, MJ, MK dan ML) terbit pada bulan April 1939 tepatnya pada tanggal 11, 12, 13 dan 14 April 1939. Melihat jumlahnya maka 50 Gulden seri wayang terbitan tahun 1939, 10 kali lebih langka dibandingkan 1938.


Nomor Seri
Uang ini memiliki 5 angka dan angka pertama selalu 0.
Karena itu untuk setiap huruf prefix terdapat maksimal 09999 lembar (genapkan saja 10 ribu lembar). Dengan total 44 prefix maka jumlah maksimal keseluruhan pecahan ini adalah sebanyak 440 ribu lembar, dimana 400 ribu lembar bertahun 1938 dan hanya 40 ribu lembar yang bertahun 1939. 

Jumlah ini 3 kali lipat lebih sedikit bila dibandingkan pecahan 50 Gulden seri JP Coen yang dicetak sekitar 137 prefix. Tidak heran bila harga uang ini bernilai jauh lebih mahal (untuk kondisi VF di tahun 2014 sekitar Rp5 juta berbanding dengan Rp1,5 juta untuk seri JP Coen). Tetapi jangan menganggap remeh seri JP Coen karena pecahan ini juga mempunyai tingkat kesulitan tersendiri, antara lain : terdapat 3 variasi tanda tangan yang berbeda tingkat kelangkaannya serta sangat sulitnya menemukan yang berkondisi prima. 

Ingat : Setiap pecahan memiliki tingkat kesulitan masing-masing.

Variasi
Walaupun cuma memiliki satu jenis tanda tangan, tetapi pecahan 50 Gulden seri wayang memiliki beberapa varian lainnya yang sangat langka :

1. Artist drawing
Masih berupa gambar atau sketsa yang ditempel pada karton
Jenis ini sangat langka dan mungkin hanya ada satu di dunia 

2. Proof dengan prefix WW
Sudah mirip dengan versi beredar tetapi beda watermark (ombak) dan tanda tangan
Terdapat beberapa varian warna yang berbeda. Luar biasa langka (RR)

3. Proof bagian belakang beda warna
Terdapat beberapa varian yang berbeda warna.
 Watermark dan text undang-undang berbeda dengan yang beredar

4. Proof prefix AA
Warna, watermark dan tanda tangan sudah sama dengan versi beredar.
Mirip dengan varian SPECIMEN tetapi tanpa stempel SPECIMEN sehingga kadang disebut sebagai SPECIMEN-PROOF

5. Specimen
Prefix AA dengan nomor seri AA012345-AA67890, tanpa tanda tangan.
Bertanggal fiktif 32 Juni 1968 dan perforasi 34 5 68

6. Specimen bernomor jalan
Baru-baru ini set lengkap 5-1000 Gulden specimen bernomor jalan yang telah di grading oleh PMG terjual diharga sekitar 1 milyar Rupiah. 

7. Versi beredar

Hanya ada satu jenis tanda tangan : JC van Waveren-B Wichers



Gambar tokoh
Uang yang sangat indah ini bergambar utama sepasang tokoh pewayangan. Di sisi kiri tampak sesosok laki-laki yang gagah berwibawa, matanya menatap tajam ke depan seakan tidak gentar dengan apapun. Sedangkan di sisi kanan terdapat seorang perempuan yang sangat cantik, hiasan dan pakaiannya yang walaupun tampak sederhana tidak bisa menutupi keanggunan khas milik seorang putri. Matanya juga menatap lembut ke depan siap untuk menghadapi segala masalah dengan bijak.    
Siapakah kedua sosok tersebut?

Alkisah pada kerajaan Astina terdapat seorang raja bernama Prabu Pandu Dewanata yang bernasib sial karena terkena kutukan sehingga impoten dan tidak bisa menggauli istri-istrinya Dewi Kunti dan Dewi Madrim. Untung saja salah satu istrinya yaitu Dewi Kunti memiliki ilmu yang bisa mendatangkan para dewa. Dengan seizin suaminya Dewi Kunti mendatangkan Dewa Batara Darma dan membuahkan seorang anak yang diberi nama Puntadewa. Melalui cara yang sama tetapi dengan dewa lain, Dewi Kunti kembali melahirkan Bima dan Arjuna. Lalu Dewi Kunti mengajarkan ilmunya kepada istri muda sang Prabu, Dewi Madrim, yang mendatangkan dewa lain yaitu Batara Aswan dan Batara Aswin, dari keduanya Dewi Madrim melahirkan anak kembar yang diberi nama Pinten (Nakula) dan Tansen (Sadewa). Kelima bersaudara tersebut (Puntadewa, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa) terkenal dengan sebutan Pandawa yang artinya anak-anak Pandu.

Puntadewa sebagai anak yang paling tua mewarisi sifat ayah biologisnya sang Batara Darma yang selalu mengutamakan kebenaran, keadilan dan kerendahan hati. Ia lebih menyenangi ilmu tata negara, sejarah dan hukum (wajar saja karena waktu itu belum ada jurusan ekonomi atau komputer). Tidak seperti sang adik, Bima dan Arjuna yang sangat menyukai ilmu perang, Puntadewa selalu menghindari perselisihan dan bersikap mengalah, tetapi sayang sewaktu para Pandawa masih kecil, sang ayah Prabu Pandu meninggal dunia dan kerajaannya dikudeta oleh kakaknya sehingga Pandawa terusir dan berkelana kemana-mana.

Setelah lama berkelana, suatu saat Pandawa sampai ke negeri bernama Kerajaan Cempala yang kebetulan sekali rajanya Prabu Drupada sedang mengadakan sayembara memilih menantu. Barangsiapa yang bisa mengalahkan Patih Gandamala yang super sakti dipersilahkan untuk menikahi anak sang Prabu yang cantik jelita bernama Dewi Drupadi. Puntadewa yang kesemsem dengan kecantikan sang putri sangat ingin mengikuti petandingan tersebut, tetapi apa daya dia cuma tau ilmu sejarah saja sehingga tidak mungkin untuk maju menantang sang Patih.

Bima sang adik yang juga super sakti, nekad melawan sang Patih dan setelah bertarung mati-matian akhirnya menang. Dewi Drupadi pun menjadi miliknya. Tetapi Bima tau kalau sang kakak sangat menginginkan sang Dewi sehingga rela menyerahkan Dewi Drupadi menjadi istri sang kakak. Sungguh suatu pengorbanan yang luar biasa.

Singkat cerita Puntadewa menikahi Dewi Drupadi dan kabar pernikahan mereka tersiar sampai ke kerajaan Astina yang sekarang diperintah oleh Prabu Drestraratra. Untuk mengindari permusuhan, sang Prabu meminta Pandawa untuk pulang dan diberikan hadiah lahan berupa hutan lebat yang luas milik raja jin bernama Yudhistira. Para Pandawa berhasil mengalahkan raja jin tersebut dan rohnya menyatu dengan Puntadewa sehingga nama Yudhistira juga dipakai sebagai nama lain Puntadewa. Setelah berhasil mengalahkan raja jin, dan membabat hutan tersebut, para Pandawa mendirikan kerajaan bernama Amarta.

Kedua sosok pemimpin Pandawa yaitu Puntadewa dan Dewi Drupadi merupakan sepasang kekasih yang saling mencintai, mereka bersama-sama dengan para Pandawa lainnya mengalahkan raja jin, Kedua sosok inilah yang ingin digambarkan oleh uang pecahan 50 Gulden. Walaupun tidak terlalu sakti tetapi dengan kerja sama dan kuatnya rasa persaudaraan dengan para adiknya, Puntadewa alias Yudhistira bersama-sama dengan istrinya Dewi Drupadi mampu merubah keadaan. Kebijaksanaan, kesetiaan, kekuatan dan persaudaraan mereka akhirnya dapat membuat hutan belukar yang penuh dengan jin berubah menjadi kerajaan Amarta yang luas, makmur, aman, dan sangat disegani.

Puntadewa alias Yudhistira dan Dewi Drupadi

Yudhistira dan Dewi Drupadi versi wayang orang




Walau cuma selembar kertas, tetapi terkandung makna yang sangat istimewa. 
Tidak heran seri ini menjadi primadona para kolektor. 
Bravo numismatik Indonesia


Jakarta 15 Januari 2015
Terima kasih kepada Pak Gatot, kurator Museum Bank Indonesia Jakarta

Sumber :
1. Koleksi para teman kolektor
2. Katalog lelang berbagai balai lelang
3. kletekpucakwangi.blogspot.com


Sabtu, 20 Desember 2014

Hasil lelang terbaru

Dengan memperhatikan harga penutupan berbagai lelang terkemuka di dunia maka kita bisa belajar banyak tentang harga terkini, termasuk juga dengan berbagai istilah, variasi dan kondisi uang.


500 Gulden 1943 seri NICA, PMG XF 45
Terjual $1700 atau sekitar 25 juta Rupiah pada lelang LKCA, Desember 2014
Salah satu grade terbaik yang pernah terlihat, apalagi nomor serinya termasuk kecil. 
Menurut catatan lelang uang ini cuma dicetak sebanyak 84 ribu lembar saja. 

500 Rupiah macan 1957, PMG 40 (EF)
Terjual $510 atau sekitar 7,5 juta Rupiah pada lelang LKCA Desember 2014
Sangat jauh di bawah harga estimasi $850-$1250

Dai Nippon 1000 Roepiah unissued, VF
Terjual $250 atau sekitar 3,5 juta Rupiah setelah fee (LKCA, Desember 2014)

25 lembar uang kertas dengan kondisi UNC
Terjual $60 atau sekitar 900 ribu Rupiah (LKCA, Desember 2014)

1 Gulden 1939 Proof dengan gambar belakang berbeda. UNC
Harga penutupan 320 Euro atau sekitar 6 jutaan Rupiah.
Lelang MPO menampilkan 5 lot yang serupa dan dengan harga penutupan 270-320 Euro



2,5 Gulden 1920 varian 2 huruf, Kondisi sekitar Good
Harga jual 55 Euro atau sekitar 1 juta Rupiah (MPO, November 2014)

2,5 Gulden 1920 varian 1 huruf dengan kondisi Fine
Terjual $175 atau sekitar 2,6 juta Rupiah (LKCA Desember 2014)

2,5 Gulden 1920 varian 1 huruf, VF
Terjual 440 Euro atau sekitar 8,2 juta Rupiah. Bandingkan dengan lot sebelumnya yang berkondisi Good (1 jutaan) dan Fine (2,6 juta). Grade naik 3 tingkat, harga naik 8 kali lipat.

1 Gulden 1919 Wilhelmina, Fine
Terjual $100 atau sekitar 1,5 juta Rupiah (LKCA, Desember 2014)

1 Gulden 1919 Wilhelmina, VF+
Terjual 190 Euro atau sekitar 3,5 juta setelah fee (MPO, November 2014)
Pilih yang Fine (1,5 juta) atau VF (3,5 juta)? Naik 1 grade harga naik 2 kali lipat.
Bukti bahwa harga sangat dipengaruhi oleh kualitas uang.

2,5 Gulden 1919 Wilhelmina, Fine+
Terjual 220 Euro atau sekitar 4 jutaan Rupiah (MPO, November 2014)

2,5 Gulden 1920 Wilhelmina, PMG Ch VF 35
Terjual $650 atau sekitar 9,75 juta Rupiah (LKCA, Desember 2014)
Bila belum di PMG mungkin harganya berkisar di 8 jutaan saja.
Fine (4 juta), VF (8 juta), EF (mungkin sekitar 15 juta)

Sepasang 500 dan 1000 Gulden seri federal 1946, Fine dan VG
Terjual 170 Euro atau sekitar 3 juta Rupiah (MPO, November 2014)

5 Gulden wayang SPECIMEN, UNC
Terjual 240 Euro atau sekitar 4,5 juta Rupiah (MPO, November 2014)

10 Gulden wayang SPECIMEN, UNC
Terjual 290 Euro atau sekitar 5,4 juta Rupiah (MPO, November 2014)

25 Gulden wayang SPECIMEN, UNC
Terjual 400 Euro atau sekitar 7,5 juta Rupiah setelah fee (MPO, November 2014)

3 lembar beda tanda tangan 25 Gulden wayang, Fine-VF
Terjual 100 Euro atau sekitar 1,8 juta (MPO, November 2014)

50 Gulden wayang 1938, Fine
Terjual sekitar 3 jutaan Rupiah (MPO, November 2014)

 
50 Gulden wayang 1938, VF
Terjual 290 Euro atau sekitar 5,4 juta setelah fee (MPO, November 2014)

50 Gulden wayang 1938, PMG XF 40
Terjual $475 atau sekitar 7 jutaan (LKCA, Desember 2014)
Dengan demikian dapat disimpulkan kalau pada akhir 2014 harga uang ini adalah
Fine (3 juta), VF (5 juta), EF (7 juta)

50 Gulden wayang SPECIMEN, UNC
Terjual 650 Euro atau sekitar 12 juta Rupiah (MPO, November 2014)

100 Gulden wayang 1938, Fine
Terjual 800 Euro atau sekitar 15 jutaan Rupiah (MPO, November 2014)

100 Gulden wayang 1938, PMG VF 25 NET (paper damage)
Terjual $750 (sekitar 11 jutaan) pada lelang LKCA Desember 2014
Harga jatuh karena ada embel-embel "paper damage" 
Karena itu sebaiknya uang yang di PMG adalah yang berkondisi baik.

200 Gulden wayang 1938, 2 robekan 3mm di margin bawah, Fine
Terjual 2800 Euro atau sekitar 52 jutaan Rupiah (MPO, November 2014)

3 lembar beda tanda tangan pecahan 50 Gulden JP Coen dg kondisi VG-Fine
Terjual 120 Euro atau sekitar 2,2 juta Rupiah (MPO, November 2014)

50 Gulden JP Coen tt Michielsen, EF
Terjual $200 atau sekitar 3 juta Rupiah pada lelang LKCA Desember 2014
Kalau anda pilih yang mana, 3 lembar lengkap tanda tangan (VG-Fine) atau selembar yang EF?

200 Gulden JP Coen, repaired tears in upper margin, Fine
Terjual 360 Euro atau sekitar 6,7 juta Rupiah (MPO, November 2014)

500 Gulden JP Coen tt van Rossem, kondisi Fine
Terjual 460 Euro atau sekitar 8,5 juta Rupiah setelah fee (MPO, November 2014)

500 Gulden JP Coen tt Praasterink, kondisi VF 25 NET (repaired, rust, tears)
Walaupun berkondisi jelek uang ini terjual diharga $1350 atau sekitar 20 jutaan Rupiah
Bukti bahwa variasi tanda tangan sangat mempengaruhi harga

1000 Gulden JP Coen, grafiti di bagian belakang, Fine
Terjual 400 Euro atau sekitar 7,5 juta Rupiah (MPO, November 2014)

1000 Gulden JP Coen 1926, PMG 35 (Ch VF)
Terjual $1050 atau sekitar 15,5 juta Rupiah pada lelang LKCA Desember 2014
Sekali lagi terbukti grade naik setingkat harga naik 2 kali lipat.
Fine (7,5 juta), VF (15 juta), EF (30 juta) dan AU (mungkin sekitar 50 juta)

40 Gulden seri Gedung 1920, dengan coretan tinta hitam, kondisi Very Good
Uang yang sangat langka ini terjual diharga Rp30 juta setelah fee (MPO, November 2014) 
Kalau yang VG saja terjual 40 juta bagaimana yang EF? Mungkin bisa 150 jutaan!
VG (40 juta), Fine (60 juta), VF (100 juta)

5 Gulden 1923 SPECIMEN, 4 lubang staples, AU
Terjual sekitar 8 juta Rupiah setelah fee (MPO, November 2014)

5 lembar set seri Recepis 1846 tanpa pecahan terbesarnya 500 Gulden
Kondisi rata2 AU-UNC. Terjual sekitar 27 juta Rupiah setelah fee (MPO, November 2014)



9 lembar set lengkap seri Creatie 1815 dengan kondisi rata-rata AU-UNC.
Terjual sekitar 54 juta Rupiah (MPO, November 2014)


Seri bingkai 10 Gulden 1920 SPECIMEN dengan kondisi VF
Terjual 500 Euro atau sekitar Rp.9,5 juta setelah fee (MPO, November 2014)

Seri bingkai 50 Gulden 1920 SPECIMEN (VF)
Terjual diharga yang sama dengan bingkai 10 Gulden yaitu 500 Euro (MPO, November 2014)

100 Gulden Coen Mercurius 1921. Issued note yang cukup langka dengan kondisi VF
Terjual sekitar 23 juta Rupiah (MPO, November 2014)
Bandingkan dengan varian SPECIMEN dengan kondisi serupa yang terjual di lelang yang sama hanya seharga 9.5 juta Rupiah. 

200 Gulden 1919 SPECIMEN seri Coen Mercurius, kondisi AU dengan lubang staples
Terjual sekitar 16 juta Rupiah pada lelang MPO November 2014

300 Gulden 1901 SPECIMEN seri Coen Mercurius, kondisi VF dengan perforasi dan prefix OD yang berbeda dari yang biasa ditemukan (OL). Sangat langka.
Terjual diharga 2000 Euro atau sekitar 38 juta Rupiah setelah fee.

500 Gulden 1919 SPECIMEN seri Coen Mercurius, kondisi AU dengan lubang staples.
Terjual sekitar 17 juta Rupiah pada lelang MPO November 2014

1000 Gulden 1919 seri yang sama, kondisi AU dengan 4 lubang staples.
Terjual sekitar 16 juta Rupiah (MPO, November 2014)


Indonesia (Netherland Indies) 2 1/2(2.5) Gulden, 1940, PMG 65EPQ
Terjual Rp1.500.000 (Ebay 11 Oktober 2014)


25 GULDEN FROM NETHERLAND INDIE 20.10.1938 AU
Terjual Rp3.110.000 (Ebay 5 oktober 2014)

INDONESIA: 100 Rupiah Banknote,(UNC),P-51a,1957
Terjual Rp2.200.000 (Ebay 5 Oktober 2014)

NDONESIA: 5 Rupiah Banknote,(UNC),P-36,01.01.1950
Terjual Rp1.550.000 (Ebay 5 Oktober 2014)

INDONESIA, P54, ND (1957), 2500 Rupiah, GEM UNC. PMG66-EPQ
Terjual Rp8.300.000 (Ebay 4 Oktober 2014)

NETHERS INDIES, P74c, 1939, 10 Gulden, GEM UNC. PMG66-EPQ
Terjual Rp6.300.000 (Ebay 4 oktober 2014)

Indonesia Netherlands 1943 Nederlandsch-Indie 25 Gulden, VF+
Terjual Rp500.000 (Ebay 3 Oktober 2014)

Indonesia Netherlands 1943 Nederlandsch-Indie 100 Gulden, VF+
Terjual Rp1.050.000 (Ebay 3 Oktober 2014)

 
NETHERLANDS INDIE: 1 GULDEN NOTES 1910 + 1 and 2 1/2 1940 
Terjual Rp1.125.000 (Ebay 1 Oktober 2014)

De Javasche Bank - 100 Gulden, 1923. EF - AUNC
Terjual Rp2.000.000 (Ebay 29 September 2014)

NETHERLANDS INDIES (P81a) 50 Gulden 1938 aVF/VF SCARCE!
Terjual Rp6.500.000 (Ebay 22 September 2014)

Banknote NETHERLANDS INDIES - 1/2 Gulden 1920 P. 102
Terjual Rp1.800.000 (Ebay 21 September 2014)

1970 Indonesia Silver 500 Rupiah “Wayang Dancer” NGC PF67 Ultra Cameo
Terjual Rp1.650.000 (21 September 2014)

JAPANESE OCCUPATION MONEY LOT OF 100 UNUSED 10 GULDEN
Terjual Rp1.500.000 (Ebay 10 September 2014)

50 gulden Netherland Indies banknote, 28-04-1938, Pick 81
Terjual Rp6.500.000 (Ebay 10 September 2014)

Netherlands Indies

P 53s, Handjaja 105Aab, De Javasche Bank, 10 Gulden, January 29, 1924, SPECIMEN. Coat of arms of Batavia at upper center on front. Legal texts in four languages on back. Diagonal red overprint SPECIMEN on issued note on front and back. Perforated A.VERNIETIGD.
Quality: ICG 50, XF/aUNC 
Tidak terjual 1200 Euro (Corne Akkermans 2014)

Netherlands Indies P 119b, The Japanese Goverment, WWII Japanese occupation, 1 Cent, (1942), SPECIMEN. Quality: UNC-
Terjual 60 Euro ++20% atau sekitar Rp1.115.000 (Corne Akkermans 2014)

Netherlands Indies. P 121a, The Japanese Government, WWII Japanese occupation, 10 Cent, (1942), SPECIMEN. Quality: Stain at upper left on front, otherwise XF
Terjual 50 Euro + 20% atau sekitar Rp950.000 (Corne Akkermans 2014)
Menurut anda stempel kedua uang di atas asli atau palsu ?


Terjual $1000 + 20% atau sekitar Rp14,6 juta (Baldwin-Ma Tak Wo Agustus 2014)



Terjual $460 + 20% atau sekitar Rp6.700.000 (Baldwin-Ma Tak Wo Agustus 2014)