Sabtu, 2008 November 29

Memulai Koleksi Uang Kuno

SUDIRMAN 5000 RUPIAH PROOF






Memulai koleksi uang kuno

Setiap orang mempunyai hobby yang berbeda, ada yang senang menonton film, ada yang senang memancing, ada juga yang senang mengumpulkan buku komik, dan lain sebagainya. Salah satu hobby yang cukup langka adalah mengumpulkan uang kuno, yang dalam bahasa kerennya disebut NUMISMATIK. Hobby yang satu ini termasuk unik karena kesukaran dalam memperoleh informasi maupun "barangnya" itu sendiri. Selain itu hobby jenis ini sangat menuntut kesabaran, ketelitian dan tentu keuangan yang mencukupi.


Untuk menjadi seorang kolektor yang baik, banyak sekali hal-hal yang perlu dipelajari. Pertama, seorang kolektor harus mempunyai minat dan kemauan untuk belajar. Banyak literatur dan perkumpulan yang dapat dijadikan acuan, seperti:


1. Katalog Uang Kertas Indonesia cetakan 2005
2. Katalog Uang Logam Indonesia
3. Standard Catalog of World Paper money (Krause)
4. Catalogue of paper money (Johan Mevius)
5. Catalog lelang dari berbagai balai lelang baik internasional maupun lokal
6. Majalah/literatur terbitan Asosiasi Numismatik Indonesia
7. Informasi dari internet seperti blog ini atau lain sebagainya

Dari sumber2 informasi tersebut di atas kita dapat mempelajari banyak hal tentang uang kuno seperti:

(1) Jenis atau seri, contoh: seri Sukarno 1960, seri Bunga Burung 1959, seri Pekerja 1958 dan sebagainya.
(2) Harga dari masing2 uang tersebut, yang sangat dipengaruhi oleh kualitasnya, semakin baik kualitas suatu uang tentu semakin mahal harganya, demikian juga sebaliknya. Karena itu sangatlah penting bagi para kolektor untuk mempelajari kualitas suatu uang. Terdapat istilah2 khusus tentang kualitas suatu uang, seperti Uncirculated, Extremely Fine, Very Fine, Fine, Very Good, Fair dan lain-lain.




Supaya tidak menimbulkan perbedaan pendapat tentang kualitas suatu uang kertas maka kalangan numismatik membutuhkan suatu standarisasi, yang disebut grading.

The international Bank Note Society (IBNS) menerapkan suatu standarisasi grading yang terdiri dari :


1. UNC atau Uncirculated : yaitu keadaan sempurna dengan semua sudut tajam, tidak ada cacat sedikitpun, bersih, dan permukaan kertas masih berkilau. Sebagai ilustrasi adalah selembar uang kertas yang diambil dari segepok uang baru yang masih tersegel.



Uncirculated (UNC)


2. AU atau Almost Uncirculated : keadaan uang yang hampir sama dengan di atas tetapi ada minor mishandling seperti lipatan pada sudut, atau lipatan halus pada bagian tengah, tetapi tidak boleh keduanya, selain itu kondisi uang harus bersih dan berkilau seperti aslinya, semua sudut harus tajam.














NICA 500 gulden kondisi Almost uncirculated (AU)


3. EF/XF atau Extremely Fine : kertas dalam keadaan baik, crisp atau kaku, masih memiliki kilau pada permukaan, dan memiliki maksimum 3 lipatan tipis atau satu lipatan tajam, sudut sedikit membundar.


Coen 500 gulden kondisi Extremely Fine (EF/XF)


4. VF atau Very Fine : uang kertas telah dipakai namun masih tetap crisp, ada sedikit kotor dan beberapa lipatan vertikal dan horisontal namun tidak sobek.


Wayang 200 gulden kondisi Very Fine (VF)


5. F atau Fine : uang telah sering terpakai dengan beberapa lipatan dan tidak crisp lagi, tidak terlalu kotor, mungkin ada sedikit sobek pada bagian margin tetapi tidak masuk ke gambar, warna masih jelas.


Gedung 30 gulden kondisi Fine (F)


6. VG atau Very Good : uang telah terpakai berkali-kali namun kertas masih utuh, terdapat sobekan pada sudut sehingga tidak tajam lagi, ada sobekan yang masuk hingga ke gambar, mungkin ada bekas karat, dan pada bekas lipatan mungkin ada lubang /sobekan kecil, kertas layu tetapi tidak ada bagian yang hilang karena sobek.


Coen 200 kondisi Very Good (VG)

7. G atau Good : uang telah lama dipakai, warna telah memudar, bekas lipatan yang berkali-kali telah menyebabkan lubang atau sobekan pada bagian pinggir, mungkin ada bekas karat, kotoran atau grafiti, ada bagian yang hilang karena sobek.


ORI 10 rupiah baru kondisi Good (G)


8. Fair : seluruh kertas layu dan kotor akibat pemakaian yang berat, uang telah rusak, terdapat sobekan besar dan ada bagian besar yang hilang.

9. P atau Poor : uang telah rusak berat akibat sobekan, karat, bagian yang hilang, grafiti ataupun lubang yang besar, mungkin ada bekas tambalan atau bekas potongan (trimming) pada bagian tepi untuk menutupi bagian yang rusak. Uang yang masuk kategori ini tidak layak dikoleksi kecuali hanya sebagai pengisi sementara atau memang termasuk uang yang sangat langka.


Ada kalanya kualitas suatu uang kertas ada di antara 2 kategori, dalam kasus ini sebagian kolektor memakai istilah PLUS (+), MINUS (-) atau penambahan huruf a kecil (ABOUT), contohnya:
1. VF+ (Very Fine Plus), berarti grade berada di antara VF dengan EF tetapi lebih cenderung ke VF
2. VF++ (Very Fine Plus Plus) berarti gradenya berada di antara VF dengan EF tetapi lebih cenderung ke EF
3. aEF (About Extremely Fine), berarti gradenya hampir atau kira-kira berada di EF
4. UNC- (Uncirculated Minus), berarti hampir UNC dengan hanya sedikit sekali kekurangan
Semua cacat yang terdapat pada uang kertas juga harus disebutkan agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti:

1. Coretan atau grafiti
2. Bekas selotip, lem atau karat
3. Lubang staples atau pin hole
4. Trimming atau bagian tepi yang di potong
5. Pressing atau disetrika
6. Cleaning, washing atau dicuci dengan menggunakan cairan pembersih
7. Repair atau perbaikan berupa tambalan atau lainnya

Adanya kondisi2 tersebut akan menyebabkan grading uang kertas tersebut menjadi turun sedikitnya satu tingkat.





.
Sekalipun telah ada standarisasi, perbedaaan grading antara para kolektor seringkali terjadi, masalah ini dapat timbul akibat beberapa faktor misalnya pengalaman, pencahayaan dan suasana yang berbeda. Grading sepantasnya dilakukan oleh orang ketiga yang berpengalaman dan tidak terlibat dalam transaksi.

.
Beberapa macam istilah grading dalam berbagai bahasa


















.


.

Kritik dan saran hubungi : arifindr@gmail.com



























































Pengumuman Bank Indonesia

Bank Indonesia Mencabut dan Menarik 4 (empat) Pecahan Uang Kertas dari Peredaran


Pada tanggal 26 November 2008, Biro hubungan Masyarakat Bank indonesia mengeluarkan pengumuman sebagai berikut:


No. 10/61/PSHM/Humas


Bank Indonesia terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 10/33/PBI/2008 secara resmi mencabut dan menarik 4 (empat) pecahan uang kertas dari peredaran. Pecahan uang kertas yang dicabut dan ditarik adalah sebagai berikut:



1. Rp.10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien)






2. Rp.20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara)





3. Rp.50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman)






4. Rp.100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr.H.Mohammad Hatta, berbahan polymer).






"Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar yang cukup lama dan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang", demikian disampaikan S. Budi Rochadi, Deputi Gubernur bidang Peredaran Uang.


Dengan pencabutan dan penarikan uang rupiah dari peredaran maka terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, empat pecahan uang tersebut tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender).
Namun demikian, bagi masyarakat yang masih memegang uang pecahan-pecahan tersebut dapat melakukan penukaran dengan uang rupiah pecahan yang sama atau pecahan lainnya yang masih berlaku di kantor-kantor Bank Indonesia atau bank umum terdekat. Batas waktu penukaran empat uang pecahan tersebut di bank umum adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2013 atau 5 (lima) tahun sejak pencabutan dan penarikan uang tersebut. Sementara itu, batas waktu penukaran di Bank Indonesia adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2018 atau selama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal pencabutan. Hak untuk menuntut penukaran empat pecahan uang rupiah yang dicabut dan ditarik tersebut tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung tanggal 31 Desember 2018.




Jakarta 26 November 2008


BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT

Filianingsih Hendarta
Kepala Biro

.

.

Ayo kepada semua numismatist, apakah anda sekalian sudah menyimpan uang-uang yang akan ditarik ini? Cepatlah simpan sebelum hilang dari pasaran. Ingat kalau bisa yang berkondisi UNC ya, dan jangan lupa variasi emisinya.

1940 - 1942

SERI MUNBILJET 1940

Seri ini hanya terdiri dari dua pecahan yaitu 1 gulden dan 2,5 gulden.
Harga perlembar dalam kondisi UNC tidak terlalu mahal yaitu berkisar di Rp. 200.000,- s/d Rp. 300.000,- .Walaupun relatif murah sangat sulit mencari uang ini dalam kondisi sempurna.



Pecahan 1 gulden 1940



Pecahan 2,5 gulden 1940


Versi lain:

Selain bentuk beredarnya, seri munbiljet ini juga dapat ditemukan versi-versi lainnya yang tentu saja bernilai sangat tinggi. Versi-versi tersebut diantaranya adalah:



Pecahan 1 gulden bertanggal 1 November 1939 (Proof), perhatikan gambar bagian belakang yang berbeda dengan versi beredarnya.


Pecahan 1 gulden bertanggal 10 November 1937 (Proof), yang mempunyai warna dan gambar yang sangat berbeda dengan versi beredarnya. Versi ini sangat langka dan terjual dengan harga sekitar Rp. 9,5 juta di lelang tahun 2008

Dua contoh variasi pecahan 1 gulden SPECIMEN, yang di atas mempunyai nomor seri CG dan bertanggal 15 juni 1940 sedangkan yang bawah mempunyai perforasi dan bertanggal 1 November 1939.


Contoh missprint dari pecahan 1 gulden 1940. Nomor seri hanya ada pada sisi kanan.


Versi proof pada pecahan 2,5 gulden 1940




Trial colour pada pecahan 2,5 gulden 1940, perhatikan perbedaan warna dari ketiganya. Warna versi yang beredar adalah yang paling atas (coklat) sedangkan yang lainnya tidak beredar.


Perbandingan versi proof (atas) dengan versi yang beredar (bawah)
Perhatikan perbedaan warnanya.

Semua versi proof maupun SPECIMEN dari seri ini sangat langka dan sukar ditemukan. Harga perlembarnya saat ini sudah berada dikisaran 5 juta rupiah.


Pecahan 5 Gulden SPECIMEN 1942
.
De Javasche Bank pada tahun 1942 berencana mengedarkan pecahan 5 gulden tetapi ternyata tidak jadi diedarkan, sehingga pecahan ini terdapat hanya dalam bentuk SPECIMEN yang bernomor seri KO 003016 dan perforasi bertulisan BETAALD.
Uang ini cukup sulit ditemukan di pasaran dan harga perlembar dalam kondisi UNC saat ini berkisar di Rp. 1.800.000,- s/d Rp. 2.000.000,-

Pecahan 5 gulden 1942 SPECIMEN
.
.
Kesimpulan :
1. Seri munbiljet 1940 hanya terdiri dari dua pecahan dan relatif mudah didapatkan
2. Terdapat pecahan 5 gulden 1942 dalam bentuk SPECIMEN bernomor seri KO 003016
3. Terdapat banyak sekali versi2 lainnya dari seri munbiljet, diantaranya:
Bentuk SPECIMEN
Bentuk Proof
Bentuk Colour trial
Mungkin saja terdapat bentuk-bentuk lainnya yang belum diketemukan
.
.
.
.
Kritik dan saran hubungi : arifindr@gmail.com



























































































































Jumat, 2008 November 28

1943 (seri Nica)

Seri Nica bertanggal 2 Maart 1943 dan terdiri dari 9 pecahan. Pecahan 50 cent, 1 dan 2,5 gulden mempunyai ukuran yang sama yaitu 126 x 73 mm. Sedangkan pecahan 5 sampai dengan 500 gulden berukuran 153 x 73 mm. Semua pecahan bergambar sama yaitu Ratu Wilhelmina dan mempunyai pengaman berupa kertas berbintik. Pengaman ini sangat penting diperhatikan karena akan menghilang bila uang telah dilakukan proses pembersihan, nanti akan kita bahas semuanya.
.
Pecahan 50 cent
.
Merupakan pecahan terkecil, berwarna orange dan terdiri dari 2 variasi nomor seri yaitu:
a. 2 huruf yang selalu dimulai dengan huruf F diikuti 6 angka
b. 2 huruf yang selalu dimulai dengan huruf F diikuti 6 angka lalu 1 huruf
Harga perlembar saat ini berkisar di angka 100-150 ribu rupiah perlembar untuk kondisi UNC.
.

50 cent Nica 1943 variasi b
.
.
Pecahan 1 gulden
.
Bentuk dan ukuran sama seperti pecahan 50 cent, tetapi berwarna hitam. Dari semua pecahan seri Nica, pecahan 1 gulden inilah yang termurah dan terbanyak didapatkan sehingga harganya sedikit lebih murah dibandingkan pecahan 50 cent yaitu berkisar di angka 100 ribu rupiah UNC.
.
Variasi nomor seri juga sama seperti pecahan 50 cent
a. 2 huruf (selalu dimulai dengan huruf A) diikuti 6 angka
b. 2 huruf (dimulai dengan huruf A) diikuti 6 angka lalu 1 huruf lagi
.

1 gulden Nica 1943 variasi a
.
.
Pecahan 2,5 gulden
.
Bentuk dan ukuran mirip dengan pecahan-pecahan sebelumnya, tetapi berwarna ungu terang. Pecahan ini sudah mulai sukar untuk dicari kondisi UNC nya, harga berkisar di 275-300 ribu rupiah.
Variasi nomor seri juga sama seperti pecahan sebelumnya yaitu:
a. 2 huruf (dimulai dengan huruf B) diikuti 6 angka
b. 2 huruf (dimulai dengan huruf B), 6 angka lalu 1 huruf lagi
.

2,5 gulden Nica 1943 variasi b
.
.
Pecahan 5 gulden
.
Ukuran pecahan ini dan juga pecahan-pecahan lainnya yang lebih besar berbeda dengan pecahan yang lebih kecil, lebih panjang sekitar 27 mm tetapi mempunyai lebar yang sama.
Harga kondisi UNC sekitar 200 ribu rupiah perlembar. Variasi nomor seri juga sama yaitu :
a. 2 huruf (dimulai dengan huruf C) diikuti 6 angka
b. 2 huruf (dimulai dengan huruf C), 6 angka dan 1 huruf
.

5 gulden Nica 1943 variasi b
.
.
Pecahan 10 gulden
.
Berwarna merah terang, karena itulah seringkali uang Nica disebut sebagai 'uang merah'. harga kondisi UNC sekitar 250-300 ribu perlembar. Variasi nomor seri juga ada 2 macam yaitu:
a. 2 huruf (selalu dimulai dengan huruf D) diikuti 6 angka
b. 2 huruf (dimulai dengan huruf D) 6 angka dan 1 huruf
.
Dimulai dari pecahan 10 gulden variasi yang paling umum ditemukan adalah yang dengan huruf di bagian akhir (variasi kedua) sedangkan variasi tanpa huruf jauh lebih sukar ditemukan. Dengan demikian pada pecahan 10 gulden ke atas (kecuali pecahan 500 gulden yang tidak mempunyai variasi), variasi tanpa huruf memiliki kesulitan yang lebih tinggi dan berarti berharga jual lebih tinggi.
.

10 gulden Nica 1943 variasi b
.
.
Pecahan 25 gulden
.
Berwarna coklat dan merupakan pecahan tersulit ditemukan setelah 500 dan 100 gulden. Mempunyai nilai jual yang tinggi sekali apalagi untuk variasi pertama. Harga jual untuk kondisi biasa (VF) variasi b dan c sekitar 300-400 ribu rupiah perlembar, sedangkan untuk kondisi yang lebih baik sudah sangat sukar ditemukan dan harganyapun menjadi berlipat-lipat kali. Mungkin untuk saat ini NICA 25 gulden UNC berharga jauh di atas pecahan 100 gulden dan menurut saya berada dikisaran 1,7 sampai 2 juta rupiah perlembar, itupun kalau barangnya ada.
Terdiri dari 3 variasi:
a. 2 huruf (dimulai dengan huruf E) diikuti 5 angka, merupakan variasi tersulit
b. 2 huruf (dimulai dengan huruf E), 5 angka lalu 1 huruf
c. 2 huruf (dimulai dengan huruf E) diikuti 6 angka
.

25 gulden Nica 1943 variasi b
.
.
Pecahan 50 gulden
.
Berwarna kehijauan dengan variasi nomor seri 3 macam :
a. 2 huruf (dimulai dengan G) diikuti 5 angka
b. 2 huruf (dimulai dengan G) 5 angka lalu 1 huruf
c. 2 huruf (dimulai dengan G) 6 angka lalu 1 huruf
Seperti juga pecahan lainnya variasi tanpa huruf lebih sulit ditemukan walaupun tidak sesulit pecahan 25 gulden. Harga untuk kondisi UNC sekitar 600 - 750 ribu rupiah.
.

50 gulden Nica 1943 variasi c


Pecahan 100 gulden

Mempunyai warna yang mirip dengan pecahan 50 gulden sehingga sepintas bisa keliru. Bernilai jual sekitar 1,5 juta sampai 2 juta rupiah perlembar UNC. Variasi hanya 2 macam yaitu :
a. 2 huruf (dimulai dengan huruf H) diikuti 5 angka (sedikit lebih sukar ditemukan)
b. 2 huruf (dimulai dengan huruf H), 5 angka dan 1 huruf.


100 gulden Nica 1943 variasi b
.
.
Pecahan 500 gulden
.
Sangat langka dan sangat sulit ditemukan. Kebanyakan kolektor hanya dapat mengumpulkan sampai pecahan 100 gulden saja. Pecahan terbesar ini berwarna biru muda dan hanya mempunyai 1 variasi nomor seri yaitu 2 huruf (dimulai dengan J) diikuti 4 angka. Harga kondisi Fine sekitar 5 juta rupiah, kondisi VF sekitar 10 juta rupiah, sedangkan untuk kondisi di atasnya (EF, AU apalagi yang UNC) sangat-sangat sulit dan bernilai belasan bahkan bisa lebih dari 20 an juta rupiah.
Gambar di bawah merupakan pecahan 500 gulden dengan kondisi terbaik yang pernah saya jumpai.
.

500 gulden Nica 1943

PERHATIAN
.
Uang seri Nica mempunyai pengaman berupa titik-titik berwarna yang tersebar pada seluruh bagian kertasnya. Titik-titik ini dapat terdiri dari bermacam warna seperti merah muda, kecoklatan atau kebiruan. Yang patut diperhatikan adalah : titik-titik ini akan memudar atau menghilang jika uang tersebut diberikan perlakuan khusus seperti di cleaning atau dicuci baik dengan air maupun dengan bahan kimia. Sehingga bagi para kolektor pemula diharapkan untuk berhati-hati dan tidak membeli uang Nica yang terlalu bersih atau terlalu putih apalagi bila titik-titik pada kertasnya menjadi hilang.
Saya lampirkan beberapa contoh uang Nica yang telah diberikan perlakuan khusus, perhatikan bedanya! Yang bagian atas adalah yang asli sedangkan yang bawah telah dicuci atau dibersihkan.



Perhatikan titik2 pada uang yang bawah, semuanya hilang sehingga uang menjadi lebih bersih


Perbedaan warna yang mencolok, kertas menjadi putih dan bersih



Bagian belakang uang kertas yang telah dicuci, perhatikan perbedaannya!

Bentuk Specimen


Selain bentuk beredarnya, seri Nica juga terdapat bentuk SPECIMEN nya, yang tentu saja bernilai jual lebih tinggi daripada bentuk beredarnya. Bentuk ini bernomor seri 000000 dan mempunyai 2 lubang di bagian bawahnya. Semua pecahan dari 50 cent sampai 500 gulden ada bentuk specimennya. Perhatikan warna dan titik-titik pada kertas uang specimen ini, warna dan titik-titik inilah yang asli terdapat pada semua uang Nica.



50 cent Nica 1943 specimen



1 gulden Nica 1943 specimen


2,5 gulden Nica 1943 specimen


5 gulden Nica 1943 specimen


10 gulden Nica 1943 specimen


25 gulden Nica 1943 specimen


50 gulden Nica 1943 specimen


100 gulden Nica 1943 specimen


500 gulden Nica 1943 specimen
.
.
Beberapa waktu yang lalu bentuk specimen seri Nica terjual dengan harga lebih dari 27 juta rupiah perset. Bagi para peminat uang specimen diharapkan untuk tidak membeli uang specimen dalam bentuk terpecah-pecah karena akan mengalami kesukaran untuk melengkapinya. Bila berminat anda harus membelinya secara lengkap satu set.

Nica specimen set terjual seharga lebih dari Rp.27 juta di lelang tahun 2005.
.
.
Variasi SPECIMEN lainnya
.
Selain bentuk bernomor seri 000000, juga terdapat bentuk yang bernomor seri jalan tetapi terdapat stempel SPECIMEN yang melintang di depan dan di belakang kertas uang. Bentuk ini terjual seharga lebih dari 1 juta rupiah di lelang yang sama (2005)

.
.
Bentuk Proof
.
Selain bentuk-bentuk specimen di atas juga terdapat bentuk proof nya yaitu berupa lembaran kertas satu sisi yang sangat langka ditemukan dan bernilai jual sebanding dengan bentuk specimen. Bentuk proof hanya tercetak pada satu sisi sehingga jumlah keseluruhan terdiri dari 18 lembar semua pecahan masing-maing sisi depan dan sisi belakang.

.
.
Kesimpulan seri Nica
.
1. Terdiri dari 9 pecahan yang beraneka warna
2. Mempunyai pengaman berupa titik-titik berwarna
3. Terdapat bentuk specimen dan proof yang bernilai jual sangat tinggi
4. Terdapat variasi nomor seri yang sebagian sangat sukar ditemukan
5. Urutan tersulit:
- 500 gulden
- 25 gulden variasi a
- 100 gulden
- 25 gulden variasi lainnya
- 50 gulden
- 10 gulden
- 2,5 gulden
- 5 gulden
- 50 cent
- 1 gulden

Kritik dan saran hubungi: arifindr@gmail.com

















1946 (seri federal I)

Seri Federal I terdiri dari pecahan yang lengkap dimulai dari 5 gulden/roepiah sampai dengan 1000 gulden/roepiah dan mempunyai variasi warna dan nomor seri yang sangat banyak. Semua pecahan kecil 5, 10 dan 25 gulden masing-masing terdiri dari 2 variasi warna sedangkan pecahan besar (50, 100, 500 dan 1000 gulden) hanya terdiri dari 1 macam warna. Semua jenis kecuali pecahan 10 violet, 25 merah, 500 dan 1000 gulden terdiri dari 2 variasi nomor seri. Sehingga total seri ini terdiri dari 10 jenis pecahan dengan 16 variasi nomor seri.

Seri ini mempunyai pengaman yang baik berupa tanda air kisi-kisi yang tersebar di seluruh kertas uang. Walaupun demikian ternyata masih juga ditemukan versi palsunya, terutama untuk pecahan 25 merah dan 1000 gulden.



1. PECAHAN 5 GULDEN/ROEPIAH VIOLET


Terdiri dari dua variasi nomor seri yaitu dua huruf dan tiga huruf. Harga kedua variasi sama yaitu berkisar dari Rp.15.000,- (VF) s/d Rp. 250.000,- (UNC).


Federal 5 gulden ungu variasi 2 dan 3 huruf


2. PECAHAN 5 GULDEN/ROEPIAH COKLAT

Juga terdiri dari 2 variasi nomor seri yaitu dua huruf dan tiga huruf, keduanya cukup mudah ditemukan dan berharga Rp. 150.000,- perlembar UNC.

Federal 5 gulden coklat variasi 2 dan 3 huruf



3. PECAHAN 10 GULDEN/ROEPIAH HIJAU


Terdapat dua variasi nomor seri, dua huruf dan tiga huruf. Cukup sulit ditemukan dalam kondisi bagus. Harga perlembar UNC sekitar Rp. 200.000,-


Federal 10 gulden hijau variasi 2 dan 3 huruf





4. PECAHAN 10 GULDEN/ROEPIAH VIOLET



Hanya terdiri dari satu variasi nomor seri yaitu 3 huruf saja. Jauh lebih sulit ditemukan dibandingkan jenis yang hijau. Harga perlembar UNC sekitar Rp. 300.000,-




Federal 10 gulden violet





5. PECAHAN 25 GULDEN/ROEPIAH MERAH



Merupakan pecahan tersulit ditemukan setelah pecahan 1000 gulden. Harganyapun cukup tinggi bila dibandingkan pecahan-pecahan lainnya berkisar dari Rp.600.000 s/d Rp. 3 juta perlembar. Hanya ada variasi 2 huruf.




Federal 25 gulden merah



Karena harganya yang cukup mahal, uang ini ditemukan versi palsunya. Sepintas bentuknya mirip tetapi bila diperhatikan dengan teliti tampak bahwa versi yang palsu mempunyai gambar yang kasar dan tidak jelas, selain itu nomor serinya bukan di cetak tetapi di stempel sehingga bentuknya sangat berbeda dengan aslinya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tanda airnya, versi palsu tidak mempunyai tanda air tetapi dibuat garis-garis yang dibuat mirip dengan aslinya. Versi palsu ini ternyata juga mempunyai nilai koleksi yang cukup tinggi karena sangat sulit didapatkan.




Federal 25 gulden merah palsu, perhatikan bentuk nomor serinya




6. PECAHAN 25 GULDEN/ROEPIAH HIJAU



Terdiri dari 2 variasi nomor seri yaitu dua huruf dan tiga huruf. Versi dua huruf lebih sulit ditemukan dibandingkan versi tiga huruf. Harga kondisi UNC sekitar Rp. 800.000,-




Federal 25 gulden hijau variasi 2 dan 3 huruf





7. PECAHAN 50 GULDEN/ROEPIAH



Satu-satunya pecahan yang mempunyai gambar yang berbeda ini cukup sulit ditemukan dalam kondisi baik, terdiri dari variasi dua dan tiga huruf. Harga di katalog berkisar dari Rp. 40.000 (VF) s/d Rp. 450.000 (UNC).


Federal 50 gulden variasi 2 dan 3 huruf





8. PECAHAN 100 GULDEN/ROEPIAH



Ketiga pecahan terbesar, 100, 500 dan 1000 gulden bergambar sama yaitu sawah. Pecahan 100 ini terdiri dari variasi dua dan tiga huruf. Harga kondisi UNC sekitar Rp. 1 juta perlembar.


Federal 100 gulden variasi 2 dan 3 huruf





9. PECAHAN 500 GULDEN/ROEPIAH



Berwarna merah dan hanya ada satu variasi nomor seri yaitu dua huruf. Pecahan ini dalam kondisi baik sangat sulit ditemukan. Harga di katalog sekitar Rp. 2 juta perlembar UNC.


Federal 500 gulden





10. PECAHAN 1000 GULDEN/ROEPIAH


Untuk membedakannya dengan pecahan 1000 gulden lainnya, uang ini sering disebut sebagai 1000 gulden sawah. Pecahan terbesar ini mempunyai warna hitam yang paling tidak menarik dan paling jelek bila dibandingkan dengan pecahan2 lainnya, sangat banyak ditemukan versi palsunya dan menurut katalog berharga jual sangat tinggi yaitu dikisaran Rp. 1 juta (VF) s/d Rp. 6 juta (UNC). Pecahan 1000 gulden ini sangat sulit ditemukan dan hanya tediri dari satu variasi nomor seri yaitu dua huruf.




Federal 1000 gulden




Versi palsu dari pecahan ini tersebar secara luas dan cukup mudah ditemukan. Cara membedakannya juga mirip dengan pecahan 25 gulden merah yaitu warna dan gambar yang kasar serta nomor seri yang di stempel, bukan di cetak. Harga jual versi palsunya sekitar 10%-20% dari aslinya.




Federal 1000 gulden palsu







Selain versi beredarnya, seri federal I ini juga ditemukan versi SPECIMEN nya. Bentuk ini bernomor seri XZ 012345 dan XZ 067890. Tentu saja bentuk SPECIMEN ini sangat langka dan berharga jual sangat tinggi.




Federal 50, 100, 500 dan 1000 gulden SPECIMEN





Tambahan untuk seri federal I (1946)


Semua nomor seri uang federal ini terdiri dari 2 atau 3 huruf diikuti oleh 6 angka dan selalu dimulai dengan angka 0 (perhatikan gambar2 di atas), tetapi ternyata ditemukan juga yang dimulai dengan angka 1. Dan menurut para ahli numismatik versi yang dimulai dengan angka 1 ini adalah uang pengganti (replacement) sehingga lebih sulit ditemukan dan mempunyai nilai jual yang sedikit lebih tinggi daripada versi yang biasa.



Federal 100 gulden pengganti (replacement) dimulai dengan angka 1
.
.



Kesimpulan seri Federal I 1946


1. Variasinya sangat banyak sekali
2. Sulit untuk menemukannya dalam kondisi baik
3. Terdapat versi palsunya untuk pecahan 25 merah dan 1000 gulden
4. Urutan nilai termahal adalah:
-Pecahan 1000 gulden
-Pecahan 25 gulden merah
-Pecahan 500 gulden
-Pecahan 100 gulden, disusul pecahan 50, 25 hijau dan 10 violet
5. Nilai terendah terdiri dari pecahan 5 gulden (coklat dan violet) serta 10 gulden hijau
6. Terdapat versi SPECIMEN yang sangat langka
7. Terdapat versi replacement yang dimulai dengan angka 1
8. Harga tercantum adalah harga menurut katalog KUKI 2005, saat ini mungkin saja sudah terjadi perubahan, mohon dinilai dengan bijak.








Saran dan kritik hubungi arifindr@gmail.com
Jakarta September 2008






































































































































































































































































































































































Rabu, 2008 November 26

1947 (seri federal II)

Seri Federal II bertanggal 1 Desember 1947, terdiri dari 2 pecahan kecil yaitu 10 sen dan 25 sen. Kedua pecahan ini berbeda dari seri-seri federal lainnya cetakan De Javasche bank karena tercantum kata INDONESIA untuk pertama kalinya.


PECAHAN 10 sen

Berwarna hijau di bagian depan dengan corak flora dan pohon kelapa berwarna merah di bagian belakang. Harga perlembar sekitar Rp. 20.000,- UNC.



Pecahan 10 sen 1947



PECAHAN 25 sen

Corak flora berwarna coklat di bagian depan dan hijau di bagian belakang. Harga sama dengan pecahan 10 sen sekitar Rp. 20.000,- perlembar UNC


Pecahan 25 sen 1947

Kedua pecahan ini relatif murah dan mudah didapatkan, sehingga tidak ada kesulitan bagi para pemula untuk mengoleksinya dalam kondisi UNC.




Versi unissued

Selain versi beredarnya, ternyata juga terdapat versi unissued nya (tidak beredar) dan terdiri dari 4 pecahan uniface (satu sisi saja, sisi belakangnya kosong) yang diperkirakan dibuat pada tahun 1946-1947. Pecahan tersebut adalah 1 sen, 5 sen, 10 sen dan 25 sen


Versi unissued ini tidak tercantum di dalam katalog manapun, sangat-sangat langka sehingga mempunyai harga jual yang sangat tinggi. Harga terakhir sekitar Rp. 40 juta per set!! Sangat jarang kolektor yang memiliki seri ini secara lengkap.

Pecahan 1,5,10 dan 25 sen unissued 1946/1947, gambar diambil atas izin Rob Huisman http://www.uang-kertas.com/

1948 (seri federal III)

Merupakan Seri DE JAVASCHE BANK yang terakhir


Terdiri dari 3 pecahan yaitu setengah roepiah, satoe roepiah dan doea roepiah setengah. Pada seri ini dipergunakan dua macam mata uang yaitu roepiah dan gulden dengan perbandingan yang sama. Ejaan yang dipergunakan adalah ejaan lama.


PECAHAN SETENGAH ROEPIAH (VIJFTIG CENT)

Berwarna ungu muda dengan gambar depan bunga anggrek bulan berharga sekitar Rp. 100.000,- perlembar UNC.
Terdiri dari 4 variasi nomor seri:



a. 1 huruf A kecil di atas 2 angka kecil



b. 2 huruf AA sedang di atas 2 angka besar



c. 2 huruf AB sedang di atas 2 huruf besar



d. 1 huruf A besar di atas 2 angka besar



PECAHAN SATOE ROEPIAH (EEN GULDEN)

Berwarna biru dengan gambar pohon kelapa, berharga sekitar Rp. 150.000,- perlembar UNC.
Terdiri dari 5 variasi nomor seri:



a. 1 huruf B kecil di atas 1 angka kecil



b. 1 huruf B kecil di atas 2 angka kecil



c. 2 huruf BB sedang di atas 1 angka sedang



d. 2 huruf BB sedang di atas 2 angka sedang



e. 1 huruf B besar di atas 2 angka besar



PECAHAN DOEA ROEPIAH SETENGAH (TWEE EN EEN HALVE GULDEN)

Berwarna merah muda dengan gambar bunga melati. Pecahan ini yang tersulit untuk didapatkan, harga perlembar UNC sekitar Rp.250.000,-
Terdiri dari 3 variasi nomor seri:



a. 1 huruf c kecil di atas 1 angka kecil



b. 1 huruf c kecil di atas 2 angka kecil



c. 1 huruf C besar di atas 2 angka besar


Selain bentuk beredarnya juga terdapat bentuk SPECIMEN yang bernomor seri 000000.
Bentuk ini selain langka juga mempunyai harga yang tinggi, lebih dari Rp. 6 juta per set



Seri Federal III 1948 SPECIMEN (000000)


KESIMPULAN

1. Seri terakhir De Javasche Bank sebelum di nasionalisai menjadi Bank Indonesia
2. Cukup banyak variasi nomor serinya, beberapa sangat sukar ditemukan
3. Pecahan 2,5 roepiah yang tersulit dicari untuk kondisi UNC nya
4. Terdapat bentuk SPECIMEN yang bernilai tinggi